Senin, 18 April 2011

SPONDILITIS


 

A.     KONSEP DASAR

1.      Pengertian
Spondilitis adalah bagian spingiosa/inflamasi pada vertebrata yang ditandai dengan vertebrata yang kaku akibat oksifikasi ligament yang terutama menyerang sendi sakroiliaka dan sendi pada tulang belakang.  
Spondilitis adalah radang ruas belakang (kamus kedokteran, Ed revisi 2002).

Adapun jenis-jenis spondilitis adalah:
a.      Spon infestiosa
b.      Spon muscular
c.      Spon traumatic
d.      Spon tuberkulosa
e.      Spon tyosa

2.      Etiologi
Penyebab pasti dari penyebab spondilitis tidak diketahui tetapi pada sebagian besar pasien dengan ini memiliki antigen HLA-B-27+. Penyakit ini sering mengenai laki-laki yang biasanya dimulai pada usia akhir remaja dan awal dewasa muda.

3.      Manifestasi Klinis:
a.      Nyeri punggung bawah
b.      Pemeriksaan fisik adanya kifosis serfikalis
c.      Pengembangan dada terbatas
d.      Demam dan anemia
e.      Adanya ureitis dan komplikasi CV
f.        Arthritis perifer
g.      Nyeri tekan pada sakroiliaka

4.      Pemeriksaan Penunjang
a.      Pemeriksaan lab: biasanya LED meningkat, anemia, HL-A-B27+, factor rematik
b.      Sinar-X vertebra: memperlihatkan adanya fraktur, dislokasi, infeksi, osteoarthritis, scoliosis.
c.      Computed tomography (CT): berguna untuk mengetahui penyakit yang mendasari seperti adanya lesi jaringan lunak tersembunyi disekitar kolumna vertebralis.
d.      Ultra sonografi: dapat mendiagnosa penyakitnya kanalis spinalis
e.      Magneting resonance imaging (RMI): memungkinkan fisualisasi sifat dan lokasi patologik kurang belakang.
f.        Mielogram dan discogram: dilakukan untuk discus yang mengalami regenerasi atau protrusi discus.
g.      Fenogram epidural: mengkaji penyakit discus lumbalis yang memperlihatkan adanya perbesaran vena epidural.
h.      Elektromiogram (EMG) dan pemeriksaan hantaran saraf: digunakan untuk mengevaluasi penyakit serabut saraf tulang belakang (radikulopati).


5.      Penatalaksanaan
a.      Nyeri punggung bisa hilang dengan sendiri dan akan semduh dalam enam minggu dengan tirah baring, pengurangan stress, dan relaksasi.
b.      Physiotherapy: untuk mengurangi nyeri dan spasme otot
Missal:
Terapi pendinginan (missal: dengan es), pemanasan sinar inframerah, kompres lembab panas, gelombang ultra, diatermi, kolam beradak, dan fraksi.
c.      Stimulasi saraf elektris transkutan (tens transcutanecuse electrical nerve stimulation): untuk peredaran nyeri non infatif yang dapat dibawa kemana-mana dehingga pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas dalam aktifitas dengan nyaman tanfa obat.
d.      Latihan peningkatan motalitas, kekuatan otot dan kelentura: latihan hiperekstensi akan memperkuat otot parafertebralis, latihan fleksi meningkatkan kekuatan dan gerakan punggung, latihan fleksi rometrik memperkuat otot batang tubuh.
e.      Penyokong punggung bawah dapat dipakai untuk membatasi gerakan tulang belakang untuk mengoreksi postur, dan mengurangi stress pada tulang lumbal bawah.


B.     Asuhan Kperawatan

1.      Pengkajian
a.      Nyeri tekan pada sakroiliaka
b.      Nyeri punggung bawah
c.      Terjadi xiposis cerfikalis
d.      Demam, anemia
e.      Pemeriksaan lab: Led meningkat, factor rheumatoid, HLA B27+

2.      Diagnosa keperawatan
a.      Gangguan rasa Nyman: nyeri berhubungan dengan inflamasi pada vertebrata yang ditandai dengan kaku pada vertebrata akibat oksifikasi.
b.      Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, spasme otot, dan berkurangnya kelunturan
c.      Kurang pengetahuan berhungan dengan tehnik mekanika tubuh melindungi punggung.
d.      Perubahan kinerja pasien berhubungan dengan gangguan mobilitas dan nyeri kronik.

3.      Intervensi keperawatan
a.      DX I
1).    Anjurkan tirah baring dan ubah posisi untuk memperbaiki fungsi lumbal
2).    Ajarkan tehnik relaksasi napas dalam
3).    Ajarkan tehnik distraksi missal: membaca, bercakap-cakap, menonoton TV
4).    Massage jaringan lunak dengan lembut untuk mengurangi spasme otot, memperbaiki peredaran darah, mengurangi pembendungan, dan mengurangi nyeri.
b.      DX II
1).    Kaji klien saat berdiri dan bergerak
2).    Lakukan perubahan posisi dengan perlahan dan dengan bantuan
3).    Ajarkan pasien cara turun dari tempat tidur untuk mengurangi rasa nyeri
4).    Anjurkan pasien untuk beraktifitas sesuai kemampuan atau kebutuhan misalnya: berbaring, duduk, berjalan dalam waktu yang dapat ditoleransi atau sesuai kebutuhan klien
c.      DX III
1).    Ajarkan pasien cara berdiri, duduk, berbaring dan mengangkat barang denganbenar
2).    Anjurkan pasien tidur dalam posisi miring dengan lutut dan pinggul ditekuk atau terlentang dengan lutu disangga dalam posisi fleksi
d.      DX 4
1).    Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari klien

4.      Evaluasi
a.      Istirahat dengan nyaman
b.      Mengubah posisi dengan nyaman
c.      Mengalami peredaan nyeri melalui penggunaan modalitas fisik, tehnik psikologis dan meditasi.
d.      Kembali beraktifitas secara bertahap
e.      Menghindari posisi yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan spasme otot
f.        Merencanakan istirahat baring sepanjang hari
g.      Perbaikan postur
h.      Mengganti posisi sendiri untuk meminimalkan stress pada punggung
i.         Memperlihatkan penggunaan mekanika tubuh yang baik
j.         Berpartisispasi dalam program laihan
k.      Menggunakan tehnik mengahdapi masalah untuk menyesuaikan diri dengan situasi stress
l.         Dapat meminimalkan ketergantungan pada orang lain untuk perawatan diri
















DAFTAR PUSTAKA


Brunner & Suddart, 2002. Buku Ajar Keperawatan Bedah. Edisi 8 Volume 3. Jakarta.Penerbit Buku Kedokteran. EGC.

1 komentar:

  1. maggie.danhakl@healthline.com19 Juli 2014 12.18

    Hi,

    Healthline just designed a virtual guide of the effects of ankylosing spondylitis on the body. You can see the infographic here: http://www.healthline.com/health/ankylosing-spondylitis/effects-on-body

    This is valuable med-reviewed information that can help a person understand how AS will affect their body. I thought this would be of interest to your audience, and I’m writing to see if you would include this as a resource on your page: http://databasedemokrasi.blogspot.com/2011/04/spondilitis.html

    If you do not believe this would be a good fit for a resource on your site, even sharing this on your social communities would be a great alternative to help get the word out.

    Thanks so much for taking the time to review. Please let me know your thoughts and if I can answer any questions for you.

    All the best,
    Maggie Danhakl • Assistant Marketing Manager
    p: 415-281-3124 f: 415-281-3199

    Healthline • The Power of Intelligent Health
    660 Third Street, San Francisco, CA 94107
    www.healthline.com | @Healthline | @HealthlineCorp

    About Us: corp.healthline.com

    BalasHapus