Rabu, 20 April 2011

Makalah Presentasi

  1
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NY. DG. R.
DI KELURAHAN MACCINI AYO KEC LAWU MAROS


A.  Pengkajian

a.  Identitas
1.  Nama  : Ny. R
2.  Usia  : 65 tahun
3.  Tempat Asal : Maccini Ayo
4.  Keluarga yang dapat dihubungi / penanggung jawab : Tn. G 

I.  Fisik/ Biologis

a.  Pandanagan Lansia tentang kesehatannya: Ny. R merasa dirinya sakit tetapi
sakitnya tidak terlalu parah, keluhannya yang sering adalah merasa nyeri pada
daerah ekstremitas kanan bawah.
b.  Kegiatan yang mampu dilakukan lansia :
Ny R. Hanya mampu melakukan pekerjaan yang rutin seperti mandi, BAB,
BAK sendiri, cuci pakaian sendiri, sapu kamar sendiri selain itu jalan-jalan di
sekitar rumahnya.
c.  Kekuatan fisik lansia
™  Kekuatan otot dan sendi:
Kekuatan pada masing – masing anggota ektremitas berbeda–beda,
-  Kedua tangan kekuatannya cukup kuat.
-  Kaki kiri kekuatan cukup kuat
-  Kaki kanan sering terasa nyeri dan terasa betul pada cuaca dingin.
™  Penglihatan
Penglihatan pada jarak 1 meter cukup jelas namun terjadi penurunan
penglihatan dibandingkan lima tahun yang Pendengaran
™  Pendengaran
 Pendengaran kedua telinga cukup jelas. Dengan suara frekwensi  rendah
klien kurang mendengar.
d.  Kebiasan lansia merawat diri pada  Ny. R masih baik dalam arti klien mampu
merawat diri  dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.
e.  Kebiasaan makan, minum,istirahat/tidur,buang air besar/kecil
Kebiasaan makan : selera makan klien kurang, makanan yang disediakan
hanya ½ porsi yang dimakan, makanan yang dikonsumsi kadang- kadang nasi/
bubur, klien mengatakan  suka makan makanan ringan.
Kebiasaan minum : Minum klien setiap hari cukup banyak.
Kebiasaan tidur     : Cukup, siang  hari kadang – kadang tidur sebentar
kemudian terbangun lagi dan pada malam hari tidur cukup mulai jam 21.00 –
05 .00, namun malam juga sering terbangun karena sering kencing dan
melakukan shalat malam.
Kebiasaan BAB    : Klien mengatakan BAB teratur saja, frekwensinya
kadang-kadang 1 x sehari.   2
f.  Perubahan–perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan
Klien mengatakan bahwa kemampuannya untuk berjalan sudah berkurang,
sering terasa kaku pada kedua lututnya, badan juga tampak membungkuk.
g.  Kebiasaan lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan minum obat
Ny.R adalah lansia yang rajin berobat, minum obat teratur sesuai dengan dosis
yang diberikan. Bila ada keluhan yang berarti klien tidak segan–segan
berobat.

  Pemeriksaan Fisik
 
 Pemeriksaan pandang, perabaan, ketok dan dengar pada system–system :
a.  Integumen
      Terjadi perubahan pada kulit yaitu tampak keriput, perubahan pigmentasi,
turgor  dan tekstur cukup baik.
b.  Muskuloskletal
Klien mengatakan sering terasa nyeri pada ekstremitas kanan bawah terutama
bila cuaca.
c.  Respirasi
      Tidak ada keluhan yang berarti.
d.  Kardiovaskuler     
      Tidak ada keluhan yang berarti
e.  Perkemihan
      Frekuensi BAB  klien dan BAK lancar
f.  Persyarafan
      Tidak ada keluhan yang berarti.
g.  Fungsi sensoris
™  Penglihatan berkurang dibandingkan lima tahun yang lalu.
™  Pendengaran, agak berkurang dengan frekuensi yang rendah
™  Pengecapan, sensitifitas pengecapan berkurang, terjadi perubahan nafsu
makan.
™  Penciuman, masih baik.

II.  Psikologis

a.  Daya ingat, cukup baik pada masalah jangka pendek dan jangka panjang
kadang–kadang ada yang terlupakan.
b.  Proses pikir
      Cukup baik
c.  Alam perasa
 Cukup baik
d.  Orientasi
 Cukup baik

III.  Sosial Ekonomi
•  Kesibukan lansia mengisi waktu luang adalah membuat kerajinan tangan        
( menyulam )   3
•  Sumber keuangan kadang dari penyantun yang datang kadang dari tetangga
klien.
•  Sebelumnya klien tinggal dengan majikannya.
•  Kegiatan organisasi yang diikuti klientidak ada.
•  Pandangan lansia terhadap lingkungan sekitarnya cukup baik dan dia merasa
nyaman berserta dengan teman- teman sewismanya.
•  Klien cukup sering untuk bersosialisai dengan teman satu wisma.
•  Yang sering mengunjungi klien ada tetangga yang dekat dengan klien.
      
IV Spritual

•  Klien adalah orang yang taat sekali beribadah, menjalankan sholat lima waktu
dan rutin puasa senin dan kamis.
•  Klien jarang mengikuti kegiatan keagamaan oleh karena kelemahan yang
terjadi.
•  Dalam menyelesaikan masalah, ,klien hanya berdao dan sholat.
•  Manjalani kehidupannya kilien sangat optimis dan klien berharap diakhir
hidupnya kilien tetap bahagia.
 



RIWAYAT KESEHATAN


A. Pengkajian

1.  Riwayat Klien/ Data Biografis
 
 N a m a   : Ny. R      
 Tempat dan tanggal lahir : 65 tahun
 Jenis Kelamin   : Perempuan
 Suku / Agama   : Makassar/ Islam
 Pendidikan   : SR
 Status    : Janda
 Alamat/ telepon  : Maccini Ayo
 Orang paling dekat  : Tn. G
2.  Riwayat Keluarga
Pasangan hidup  : Tn. D
Umur    : 85 tahun
Pekerjaan   : Nelayan
Kematian   : Meninggal
Tahun Meninggal  : 2002
Penyebab kematian  : Sakit Usia lanjut
Anak-anak yang hidup : 6 orang
   4
3.  Riwayat pekerjaan
Status pekerjaan saat ini  : Saat ini klien tidak bekerja
Pekerjaan sebelumnya   : Bertani
Sumber-sumber pendapatan  :Tidak ada keperluannya 
  (ditanggung anaknya)

4.  Riwayat Lingkungan Hidup
 Tipe tempat tinmggal  : Rumah milik pribadi
 Jumlah kamar   : 2 buak kamar
 Jumlah Orang yang tinggal di rumah : 5 orang
 Derajat privasi   : Baik

5.  Riwayat Rekreasi 
 Hobbi/minat   : Tidak ada yang specifik

6.  Sumber/system pendukung yang digunakan
Puskesmas, Pustu atau tenaga kesehatan yang ada di sekitar tempat tinggal.

7.  Deskripsi  Hari khusus (termasuk kebiasaan ritual waktu tidur)
Tidur siang  :  Setelah sholat Zuhur ( sebentar – sebentar )
Tidur  malam  :  Mulai jam 21.00 s/d jam 05.00.

8.  Status kesehatan saat ini
Status kesehatan umum selama setahun yang lalu : sakit persendian dan
pandangan mata kabur
Staus kesehatan selama 5 tahun yang lalu         :  Perubahan penglihatan
Keluhan– keluhan kesehatan utama           : Klien mengatakan sekarang
sering sakit persendian, kadang-kadang kalau sakit sampai tidak bisa jalan.
Pengetahuan / pemahaman dan penatalaksanaan masalah kesehatan : baik

Obat - Obatan
  Nama obat   : Tidak jelas nama obat yang diberikan
  Dosis    : 3 kali sehari
  Waktu menggunaannya : Pagi, siang dan sore
  Dokter yang menginstrusikan : Dari Puskesmas  

Masalah–masalah dengan ketaatan yang rumit dengan jumlah dan jenis
obat yang banyak

 Efek samping tak menyenangkan  : Tidak ada
 
Alergi ( catatan agen dan reaksi sfecifik )
  Obat – obatan  : Tidak ada
  Makanan   : Tidak ada
  
   5


Nutrisi
Jadwal makan tidak bermasalah, hanya jumlah yang dimakan sedikit
berkurang dibanding biasanya

9.  Status Kesehatan yang lalu
Penyakit masa kanak–kanak : Sering batuk pilek
Penyakit serius kronik : Tidak pernah mengalami sakit
yang serius
Traum     : Tidak pernah terjadi trauma
Perawatan di RS   : Tidak pernah
Operasi    :  Tidak pernah
Riwayat obstetric   :  G6 P6 A0

10. Riwayat Keluarga










  
Keterangan :


    : Laki - laki

    : Perempuan

    : Garis perkawinan
    : Garis Keturunan

    : Klien



11.Tinjauan system
a.  Umum
      Ny.R merasa nyeri pada daerah ekstremitas kanan bawah lebih terasa
pada cuaca dingin, penglihatan agak bertkurang dibandingkan lima
tahun lalu.
X
J
D
X  X
I
X
N
X   6

b.  Kepala
  Tidak ada keluhan yang berarti
c.  Mata
 Klien mengatakan terjadi penurunan penglihatan dibanding lima tahun
lalu.
d.  Telinga
 Klien masih mampu mendengar dengan nada yang sedang tapi jika
menggunakan suara dengan frekwensi yang rendah, klien kurang
mendengar.
e.  Mulut dan Tenggorokan
 Klien mengatakan giginya sudah tanggal semua sehingga susah untuk
mengunyah makanan , kesulitan menelan kadang terjadi bila makanan
yang dikonsumsi tidak lembut, terjadi juga perubahan pada suara klien
yaitu nada yang cukup rendah/ pelan.
f.  Hidung dan sinus
 Tidak ada keluhan
g.  Payudara
 Tidak ada kelainan dan tampak sudah tidak kencang lagi.
h.  Leher
 Tidak ada keluhan yang serius hanya klien mengatakan sedikit agak
terbatas gerakan lehernya/pelan. 
i.  Kardiovaskuler
 Tidak ada kelainan bunyi jantung 1 dan 2 masih terdengar baik,  klien
berjalan sedikit miring.
j.  Pernafasan
 Tidak ada keluhan yang serius hanya apabila klien  terlalu banyak
aktivitas tampak seperti kelelahan.
k.  Gastrointestinal
 Klien mengatakan tidak bisa mengunyah makanan oleh karena gigi
sudah tanggal, klien juga mengatakan nafsu makan berkurang, pola
defekasi masih normal 
l.  Genitoreproduksi wanita
 Tidak ada keluhan penting.
m. Muskuloskletal
 Klien mengatakan sekarang sering merasa nyeri pada daerah
ekstremitas kanan bawah.
n.  Sistem syaraf pusat
Tidak ada keluhan yang berati.
o.  Sistem Endokrin
 Terjadi perubahan pigmentasi kulit, perubahan rambut.
p.  Psikososial
 Klien mengatakan bahwa keadaannya sekarang biasa–biasa saja, bila
ada sesuatu yang membuat klien sedih klien hanya bisa berdoa, sholat
malam dan puasa senin- kamis, Kesulitan dalam konsentrasi juga
terjadi, stress saat ini tidak ada, bila  berbicara tentang kematian dan   7
masa depan klien menyatakan mau meninggal dalam keadaan bahagia
dan tampak klien merasa optimis sehingga dalam kehidupan sehari–
harinya biasa saja.






   8
   
    1 
























2.





   












   

Data Subjektif :
Klien mengatakan nyeri
pada daerah ektremitas
kanan bawah. 

Data Objektif :
- Kekuatan otot tangan
dan kaki

5                5
5                4
- Kedua kaki nampak
atropi
- Ekspresi wajah nampak
meringis saat nyeri









Data subjektif :
Klien mengatakan terjadi
perubahan pada
penglihtan dibandingkan
lima tahun. 
Klien megatakan terjadi
gangguan pendengaran
bila frekwensi rendah,
klien kurang mendengar.












Proses penuaan


Penurunan fungsi tubuh


Terganggu system
muskuloskletal


Berkurangnya masa otot
Perubahan degeneratif jar.
Connective


Kekuatan otot menurun
Endurance dan koordinasi
menurun.
ROM terbatas


Gangguan mobilitas fisik



         Proses  penuaan


   Penurunan fungsi tubuh


Gg.sist               Gg. Sist.     
Penglihatan     
Pendengaran


Penurunan        Kurang 
Sensitivitas       koordinasi
Pada cahaya
Respon me           gerakan 
lambat.                 tubuh     
Lap. Pandang       Tremor
Menyempit

          Risiko cedera

Gangguan mobilitas
fisik























Risiko cedera fisik


















   9

3.




   






























Data Subjektif :
- Klien mengatakan porsi
makannya sudah
berkurang.
-   Klien mengatakan
kurang nafsu makan.


Data Objektif :
- Porsi makan yang
diberikan tidak
dihabiskan, hanya ½ porsi
yang dihabiskan.
- Klien nampak kesulitan
menguyah makanan.
- Nampak caries pada gigi
geraham bawah.









 


       Proses penuaan


  Penurunan fungsi tubuh


Gg. sist               Gg. sist
Pencernaan     persyarafan


Kehilangan     Sensitivitas
Gigi                indra penge
                       capan 


kesulitan         Rasa lapar
proses me       menurun
ngunyah


  Tidak ada nafsu makan


          Intake kurang


    Perubahan nutruisi (    
kurang dari kebutuhan
tubuh )



Perubahan nutrisi
 ( kurang dari
kebutuhan tubuh )






























   10
B.  Masalah Keperawatan / Diagnosa Keperawatan

1.  Gangguan mobilitas fisik berhubungan  dengan penurunan fungsi system
muskuloskletal.
2.  Risiko cedera fisik berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan /
persayarafan.
3.  Perubahan nutrisi ( kurang dari kebutuhan tubuh ) berhubungan dengan
penurunan nafsu makan, kehilangan organ pencernaan ( gigi )

   11
C.  Rencana Tindakan keperawatan



DIAGNOSA
KEPERAWATAN

TUJUAN

INTERVENSI

RASIONALISASI

IMPLEMENTASI

EVALUASI
Tanggal : 28/12 /04
Gangguan mobilitas fisik
berhubungan dengan
penurunan fungsi sist.
Muskuloskletal ditandai
dengan :
Data Subjektif :
Klien mengatakan nyeri
pada daerah ektremitas
kanan bawah. 

Data Objektif :
Kekuatan otot tangan dan
kaki

5                5
5                4
- Kedua kaki nampak
atropi
- Ekspresi wajah nampak
meringis saat nyeri








Gangguan
mobilitas fisik
dapat berkurang
dengan criteria :
Keluhan klien  
berkurang.
Tidak terjadi
kekakuan gerakan
lagi.
Kelemahan
berkurang.
Bisa melakukan
aktivitas latihan
yang ringan.
Aktivitas sehari –
hari tidak
terganggu lagi.













1. Bina hubungan saling
percaya





2. Kaji kemampuan dan
kelemahan secara
fungsional .






3. Kaji derajat mobilisasi
klien dengan
menggunakan skala
ketergantungan ( 0-4)
atau dengan skala
tingkat kemandirian.(
0-5 ) atau ( A- E )

4.  Jelaskan pada klien
tentang proses penuan
dan mamfaat latihan
bagi tubuh.


1.  Hubungan saling
percaya
mempermudah
dalam penggalian
masalah lebih lanjut.


2.  Pengkajian
kemampuan dan
kelemahan berguna
untuk pengembilan
intervensi
selanjutnya



3.  Mengetahui sampai
sebatas mana
kemandirian klien





4.  Dengan penjelasan
akan meningkatkan
pengetahuan dan
klien akan mau
mengikuti anjuran
Jam :
1. Membina hubungan saling percaya
    Memperkenalkan diri, tujuan 
interaksi,dll
   Hasil :  Hubungan saling percaya
terbina.

Jam ;
2 .Mengkaji kemampuan dan
kelemahan  secara fungsional .
   Hasil : Kemapuan klien hanya mampu
mandi, makan,BAB,BAK, dan cuci
pakaian sendiri.



Jam :
3  Mengkaji derajat mobilisasi klien
dengan menggunakan skala
ketergantungan ( 0-4) atau dengan
skala tingkat kemandirian.
   Hasil : Derajat kemandirian klien 5/A



Jam
4 Menjelaskan pada klien tentang
proses penuan dan mamfaat latihan
bagi tubuh.
   Hasil : Klien memahami
Jam :

S :   Kelin      
mengatakan 
       Masih merasakan
kaku pada
persndiannya. 

O :  Masih terjadi
kekakuan gerakan
,     Kelemahan
masih ada.
Kekuatan otot
masih kurang.
       Bisa melakukan
aktivitas latihan
yang ringan. Dan
masih mendapat
bantuan dari
teman di wisma
untuk kegiatan
yang berat.



A : Gangguan   
mobilitas fisik
masih terjadi
   12













































































5. Ajarkan dan
demonstrasikan laithan
ROM aktif/pasif





6. Bantu untuk melakukan
latihan rentang gerak (
ROM aktif atau fasif )




7. Anjurkan klien untuk
latihan menggunakan
ektrimitas yang tidak
sakit.


8. Ajarkan klien teknik
relaksasi.





9. Buatkan rencana
aktivitas klien sehingga
istirahat klien tidak
terganggu





5.  Klien dapat
mencontoh dan
melaksanakan
latihan secara
mandiri



6.  Mengurangi
kesalahan dalam
melakukan latihan
dan mengurangi
beban latihan.


7.  Agar tidak
menimbulkan stress
baru.



8.  Relaksasi akan
mengurangi nyeri
yang dirasakan
sehingga klien tidak
takut melakukan
latihan.

9.  Jadwal yang
dibuatkan akan
membimbing klien
dalam melakukan
aktivitas sehingga
klien dapat istirahat


Jam
5. Mengajarkan dan demonstrasikan
laithan ROM aktif/pasif  melalui
latihan okopasi.
    Hasil : Klien bisa melakukan latihan
gerakan yang ringan saja.
    

Jam
6. Membantu untuk melakukan latihan
rentang gerak ( ROM aktif atau fasif
)
   Hasil : Klien merasakan mudah
setelah dibantu melakukan latihan

Jam
7. Mengnjurkan klien untuk latihan
menggunakan ektrimitas yang tidak
sakit.
    Hasil : memahami anjuran. 

Jam
8. Mengajarkan klien teknik relaksasi.
    Hasil : klien mengikuti apa yang
diajarkan dan mengatakan merasa
enak.


Jam:
9. Membuatkan rencana aktivitas klien
sehingga istirahat klien tidak
terganggu.
   Hasil :  TAK ( latihan Okupasi ) bisa
dilakukan tiap pagi setelah makan
pagi

P;     pertahankan
intervensi

































   13















































































10 Beri kesempatan
klien untuk
melakukan aktivitas
secara optimal sesuai
kemampuan.




11.Bantu klien dalam
aktivitas sehari – hari
yang dirasa berat
bagi klien.




12.Libatkan
keluarga/teman/pemb
ina dalam kegiatan
latihan dan aktivitas
sehari – hari.


13. Lakukan kolaborasi
dengan tiem
kesehatan lain  bila
ada keluhan.




dan meluangkan
waktu untuk yang
lainnya.


10.  Meningkatkan
kemampuan dan
harga diri klien.






11.  Mengurangi stress
klien dan mencegah
terjadinya 
kecelakaan .




12.  Peran kleuarga
penting agar dalam
aktivitas sehari-hari
klien tetap
kooperatif dalam
bekerjasaama.

13.  Menjaga dan
menyempurnakan
perawatan yang
dinerikan.








jam:
10. Memberi kesempatan klien untuk
melakukan aktivitas secara optimal
sesuai kemampuan.
    Hasil : klien tetap melakukan 
    aktivitas yang bisa dilakukan sendiri



Jam :
11. Membantu klien dalam aktivitas
sehari – hari yang dirasa berat bagi
klien.
    Hasil : Aktivitas dapat dilaksanakan
dengan baik.


Jam :
12.Melibatkankeluarga/teman/pembina
dalam kegiatan latihan dan aktivitas
sehari - hari
    Hasil : Peran serta teman dan
pembina selalu ada.







Jam :





































   14
Tanggal : 28/12/04

Risiko cedera fisik
berhubungan dengan
penurunan fungsi
penglihatan dan
pendengaran ditandai
dengan
Data subjektif :
Klien mengatakan terjadi
perubahan pada
penglihtan dibandingkan
lima tahun yang lalu. 
Klien mengatakan terjadi
gangguan pendengaran
bila frekwensi rendah,
klien kurang mendengar.




















Cedera fisik dapat
diatasi dengan
kriteria :
Keluhan
penglihatan kabur
tidak lagi, air
mata berlebihan
jadi berkurang
dan gemetaran
tidak lagi.
Pemakaian lensa
kontak kadang-
kadang saja bila
sangat
diperlukan.
Aktivitas sehari –
hari tidak
terganggu lagi.



















1.  Kaji tingkat
penurunan
penglihatan mata
klien dan penurunan
fungsi persyarafan
klien.



2.  Jelaskan pada klein
tentang proses
penuaan dan
dampaknya pada
mata dan syaraf.



3.  Jelaskan kebutuhan
klien akan keamanan
dan keselamatan
akibat penurunan
fungsi tersebut.



4.  Ciptakan lingkungan
ruangan yang cukup
: pencahayaannya,
lantai tidak
licin/basah dan ada
pagar untuk
berpegang tangan.




5.  Hindari  lantai kamar
1.  Dengan pengkajian
diharapkan akan
dapat dengan
mudah menentukan
intervensi yang
akan diberikan.



2.  Dengan penjelasan
klien dapat
memahami dan
kahirnya dapat
kooperatif dalam
segala tindakan.


3.  Supaya klien
mengetahui apa saja
yang dilakukan
untuk mengatasi
masalah nya.



4.  Dengan lingkungan
ruangan yang cukup
pencahayaan dan
lantai yang tidak
licin akan
meminimalkan
terjadinya cedera.




5.  Mencegah terjadinya
1.  Kaji tingkat penurunan penglihatan   
mata klien dan penurunan fungsi
persyarafan klien.
Hasil : Penurunan penglihatan pada
jarak ½ meter klien masih bisa lihat
tapi kurang jelas.Dan tremor terjadi
bila tangan kiri memegang sesuatu.

Jam :
2.  Jelaskan pada klein tentang proses
penuaan dan dampaknya pada mata
dan syaraf.
Hasil : Klien mamahami penjelasan
yang diberikan.


Jam :
3.  Jelaskan kebutuhan klien akan
keamanan dan keselamatan akibat
penurunan fungsi tersebut.
Hasil : Klien mengerti dan mampu
menyebutkan ulang yang dijelaskan
walaupun dengan bantuan.

Jam :
4.  Ciptakan lingkungan ruangan yang
cukup : pencahayaannya, lantai
tidak licin/basah dan ada pagar
untuk berpegang tangan.
Hasil : lingkungan cukup
pencahayaannya dengan lampu,
lantai tidak licin dan basah serta 
diruangan disiapkan pegangan.

Jam :
5.  Hindari  lantai kamar mandi dan
WC yang licin serta beri pegangan.

Jam :

S :
Klien mengatakan 
masih terjadi
perubahan pada
penglihtannya yaitu
pandangan jadi kabur,
air mata sering keluar. 
Klien mengatakan
tangan kirinya juga
masih gemetaran bila
memegang sesuatau 


O :
Tampak klien
mengugunakan lensa
kontak. Pandangan
pada jarak ½ meter
masih bisa dilihat klien,
tremor masih terjadi.
Dampak terhadap
aktivitas sehari – hari
terjadi akibat keluhan
tersebut diatas


A: 
Risiko cedera masih
persisten.

P :
Pertahannkan
intervensi
   15










































































mandi dan WC yang
licin serta beri
pegangan.



6.  Dekatkan barang –
barang keperluan
klien.





7.  Ajarkan cara
menggunakan alat
abntu pindah ( turun
dari tempat tidur,
bangun pada malam
hari untuk
BAB/BAK.


8.  Libatkan
keluarga/teman se
wisma untuk saling
tolong – menolong.


9.  Kolaborasi dengan
tiem kesehatan lain
daalm hal
pengobatan atau
tindakan lainnya.



injuri.





6.  Memudahkan klien
melihatn dan
menjangkau tanpa
memerlukan banyak
bantuan.



7.  Meminimalkan
cedera.







8.  Peran serta keluarga
dan teman se wisma
sangat membantu
dalam mengurangi
risiko kecelakanaan.

9.  Untuk meningkatkan
fungsi yang
terganggu dan
memberikan
therapy 



Hasil: Daerah sekitar WC dan
Kamar mandi tidak licin ( Kering )

Jam :
6.  Dekatkan barang – barang
keperluan klien.
Hasil : Barang – barang  yang
diperlukan klien dekat dengan klien
yaitu disamping tempat tidur.




Jam :
7.  Ajarkan cara menggunakan alat
abntu pindah ( turun dari tempat
tidur, bangun pada malam hari
untuk BAB/BAK.
Hasil : klien bisa mengerti dan
melaksanakan hal – hal yang telah
dianjurkan.

Jam :
8.  Libatkan keluarga/teman se wisma
untuk saling tolong – menolong.
Hasil :  Semua klien yang ada di
wisma 3 saling tolong menolong.


Jam :
9.  Kolaborasi dengan tiem kesehatan
lain daalm hal pengobatan atau
tindakan lainnya.








































   16
Tanggal : 28/12/04

Perubahan nutrisi (
kurang dari kebutuhan
tubuh ) berhubungan
dengan penurunan nafsu
makan, kehilangan organ
pencernaan ( gigi )
ditandai dengan
Data Subjektif :
- Porsi makan yang
diberikan tidak
dihabiskan, hanya ½ porsi
yang dihabiskan.
- Klien nampak kesulitan
menguyah makanan.
- Nampak caries pada gigi
geraham bawah.
Data Objektif :
Riwayat
peningkatan/penurunan
BB  : ada
Pola konsumsi makanan  :
frekwensi 3 kali sehari,
kadang-kadang klien
puasa senin dan kamis.
Makan dilakukan secara
bersama-sama dengan
lansia yang lain.
Pada tanggal pengkajian
klien hanya makan bubur
½ porsi saja.





Perubahan nutrisi
( kurang dari
kebutuhan tubuh )
dapat diatasi
dengan criteria :
Klien tidak lagi
mengeluhkan
susah mengunyah
makanan, nafsu
makan
bertambah. BB
meningkat.
Pola konsumsi
makanan jadi
teratur dan
makanan yang
disajikan
dihabiskan 1
porsi.


















1. Kaji kebutuhan nutrisi
dan perubahan nutrisi
yang terjadi.





2. Jelaskan pada klien
tentang proses penuan
hubungan dengan
proases sist
pencernaan.




3. Anjurkan klien untuk
makan – makanan
dalam porsi kecil tapi
sering dan makan
biscuit.





4. Anjurkan klien untuk
tidak makan makanan
yang keras dan sulit
untuk ditelan/makan.






1. Dapat menentukasn
intervensi yang akan
diberikan.





2. Agar klien
mengetahui dan klien
akan mengerti apa
yang terjadi / dampak
dari prose penuaan
tersebut.



3. Dengan makan –
makanan dengan
porsi kecil tapisering
akan melatih
abdomen beradaptasi
dengan makanan dan
tidak membuat klien
merasa bosan/enek.


4. Makanan yang keras
akan membuat
trauma pada organ
mulut oleh karena
gigi sudah banyak
yang tanggal.




Jam :
1. Kaji kebutuhan nutrisi dan
perubahan nutrisi yang terjadi.
Kebutuhan nutrisi klien perhari kira-
kira 5500 kalori, dan perubahan
terjadi dibuktikan terjadi penurunan
BB.

Jam :
2. Jelaskan pada klien tentang proses
penuan hubungan dengan proases
sist pencernaan.
Hasil : klien mengerti tentanproses
penuaan dan dampaknya terhadap
nutrisi klien.

Jam :
3. Anjurkan klien untuk makan –
makanan dalam porsi kecil tapi
sering dan makan biscuit.
Hasil ; Makanan yang tidak
dihabiskan disimpan oleh klien
kemudian dimakan lagi pada jam
tertentu, dan klien suka makan
biscuit yang dicelupkan di air putih

Jam :
4. Anjurkan klien untuk tidak makan
makanan yang keras dan sulit untuk
ditelan/makan.
Hasil : klien mematuhi anjuran
dengan tidak memakan makanan
yang keras.




Jam :

S :
Klien mengatakan
masih susah
mengunyah makanan
oleh karena gigi sudah
tanggal semua.. Nafsu
makan  masih kurang

O :
Riwayat
peningkatan/penurunan
BB : ada
Pola konsumsi
makanan  : frekwensi 3
kali sehari, kadang-
kadang klien puasa
senin dan kamis.
Makan dilakukan
secara bersama- sama
dengan lansia yang
lain.
Makanan yang
disajikan hanya di
makan  ½ porsi saja.


A: 
Perubahan pola nutrisi
masih terjadi

P;
Pertahankan intervensi


   17










































































5. Anjurkan klien untuk
makan makanan yang
banyak mengandung
serat dan  batasi
makanan yang tinggi
alori.


6. Anjurkan semua klien
untuk makan secara
bersama – sama




7. Kolaborasi untuk
penyajian makanan
yang hangat dan
dengan menu yang
bervariasi

















5. Serat berfungsi untuk
mempermudah dalam
proses BAB dan
kalori yang tinggi
akan menyebabkan
penambahan BB.


6. Menghilangkan stress
dan meningkatkan
selera makan.




7. Makanan yang
hangat dfan
bervariasi akan
membuat selera
makan 
    bertambah.
















Jam :
5. makan makanan yang banyak
mengandung serat dan  batasi
makanan yang tinggi kalori.
Hasil : klien suka makanan seperti
sayuran  ( daun pepaya )dan buah (
pisang )

Jam :
6. Anjurkan semua klien untuk makan
secara bersama – sama
Hasil : semua klien yang ada di
wisma selalu makan bersama – sama
di meja makan.

Jam :
7. Kolaborasi untuk penyajian makanan
yang hangat dan dengan menu yang
bervariasi






















































   18





Gangguan pola
tidur klien dapat
teratasi dengan
kriteria :
Klien tidur
dengan tenang,
tidak sering
terjaga


1.  Kaji pola tidur
klien.


2.  Jelaskan tyentang
proses penuaan
denga peurbahan
pola tidur pada
klien.



3.  Anjurkan pada
lansia untuk
menyediakan
temapat tidur yang
nyaman dan bersih.



4.  Beri / ciptakan
lingkungan yang
cukup ventilasi,
bebas dari bau –
bauan.


5.  Latih lansia untuk
latihan fisik yang
ringan ( sesuai hobi
dan kemampuan )
pada siang hari
beberapa jam
sebelum klien tidur



1. Memastikan pola
tidur klien berubah.


2. Meningkatkan
pengetahuan klien
dan hubungannya
dengan perubahan
tidur yang terjadi.



3. Lingkungan yang
nyaman dan bersih
dapat meningkatkan
kenyamanan klien
saat tidur.



4. Membantu sirkulasi
udara sehingga
udara yang di hirup
betul – betul bersih.



5. Latihan bertujuan
memperlancar
sirkulasi dan
kelenturan otot.






Jam :
1.  Kaji pola tidur klien.
Hasil : klien mengatakan kalau
tidur siang sebentar-sebentar saja
dan malam sering terbangun

Jam :
2.  Jelaskan tyentang proses penuaan
denga peurbahan pola tidur pada
klien.
Hasil : klien mengerti penjelasan
yang diberikan.

Jam :
3.  Anjurkan pada lansia untuk
menyediakan temapat tidur yang
nyaman dan bersih.
Hasil : Tempat tidur  klien rapi 
dan bersih


Jam :
4.  Beri / ciptakan lingkungan yang
cukup ventilasi, bebas dari bau –
bauan.
Hasil : Jendala kamar terbuka.


Jam :
5.  Latih lansia untuk latihan fisik
yang ringan ( sesuai hobi dan
kemampuan ) pada siang hari
beberapa jam sebelum klien
tidur.
Hasil : Klien melakukan aktivitas
latihan gerak sebelum tidur.

Jam :
S :
Klien mengatakan tidur
siang masih  sebentar –
sebentar saja, tapi 
malam mulai enak,
jarang terbangun.

O :
Tampak klien segar

A ; Pola tidur  mulai
berubah baik


P ;
Pertahankan intervensi.   19
6.  Ajarkan /
demonstrasi teknik
relaksasi pada klien
sebelum tidur.




7.  Tingkatkan regimen
kenyamanan waktu
tidur mis : mandi
hangat dan minum
segelas susu hangat
sebelum tidur.




8.  Anjurkan lansia
untuk kosongkan
KK sebelum tidur.


9.  Anjurkan berdoa
sebelum tidur.




10.  Kolaborasi bila
terjadi gangguan
6. Membantu
menginduksi tidur.






7. Meningkatkan efek
relaksasi, susu
mempunyai kualitas
soporifik, sintesis
serotinin
neurotransmitter
yang membantu
pasien tertidur dan
tidur lebih lama.

8. Mengurangi
terbangun pada
malam harinya.


9. Memberikan rasa
aman,membuat
perasaan jadi tenang
dan aman.


10.  Membantu prose
pengobatan bagi
klien.

Jam :
6.  Ajarkan / demonstrasi teknik
relaksasi pada klien sebelum
tidur.
Hasil : Klien bisa mengikuti
latihan yang telah diajarkan.


Jam :
7.  Tingkatkan regimen kenyamanan
waktu tidur mis : mandi hangat
dan minum segelas susu hangat
sebelum tidur.
Hasil : Klien minum susu yang
telah dibuat.



Jam :
8.  Anjurkan lansia untuk kosongkan
KK sebelum tidur.
Hasil : Klien memahami anjuran 
untuk mengosongkan KK
Jam :
9.  Anjurkan berdoa sebelum tidur.
Hasil : kilien mengatakan selalu
berdoa sebelum tidur.



Jam :
10.  Kolaborasi bila terjadi gangguan
            21
CATATAN PERKEMBANGAN


NO

DX

HARI/TGL

IMPLEMENTASI

EVALUASI

1



































2





I



































II







Jam ; 09.00
1. Mengkaji kemampuan dan kelemahan  secara
fungsional .
   Hasil : Kemapuan klien hanya mampu mandi,
makan,BAB,BAK, dan cuci pakaian sendiri.

Jam; 09. 45
2. Mengulangi kembali penjelasan pada klien
tentang proses penuan dan mamfaat latihan bagi
tubuh.
   Hasil : Klien memahami


Jam 09.55
3. Mengulang kembali penjelasan pada klien
tentang proses penuaan dan manfaat latihan bagi
tubuh.
    Hasil : Klien memahami.
    

Jam ; 10.10
4. Melanjutkan kembali latihan ROM aktif /pasif
melalui latihan okupasi.
   Hasil : Klien mampu melakukan latihan secara
aktif.

Jam : 10. 15
5. Mengajarkan klien teknik relaksasi.
    Hasil : klien mengikuti apa yang diajarkan dan
mengatakan merasa enak.


jam: 10.30 
6.Memberi kesempatan klien untuk melakukan
aktivitas secara optimal sesuai kemampuan.
    Hasil : klien tetap bisa melakukan aktivitas yang
bisa dilakukan sendiri

Jam : 10.35
7. Membantu klien dalam aktivitas sehari–hari
yang dirasa berat bagi klien.
    Hasil : Aktivitas dapat dilaksanakan dengan
baik.
Jam :
1.  Mengkaji ulang tingkat penurunan penglihatan
mata klien
Hasil : Penurunan penglihatan pada mata kabur
pada jarak 3 meter, mata sering berair


Jam :12.00

S :   Klien       mengatakan 
       Masih merasakan kaku pada
persendiannya. 

O :  - Tidak nampak kekauan gerakan
, kekuatan otot cukup.
       - Aktivitas dapat dilakukan
sendiri.



A : Gangguan    mobilitas fisik
teratasi
P : -


























Jam :
S : Klien mengatakan  masih terjadi
gangguan pada penglihtannya yaitu
pandangan jadi kabur, air mata sering
keluar. 
   22
















3











































III

























Jam : 
2.  Menjelaskan kembali tentang proses penuaan
dan dampaknya pada mata
Hasil : Klien memahami penjelasan yang
diberikan.
Jam :
3.  Menjelaskan kembali tentang keamanan dan
keselamatan akibat penurunan fungsun
tersebut.
Jam : 
5. Menghindari lantai kamar mandi dan WC yang
licin
Hasil : Klien mengerti dan lantai kamar mandi
tidak licin
Jam :
7. Melibatkan keluarga/tetangga untuk saling
tolong-menolong.
Hasil : Keluarga/tetangga saling membantu

Jam :

1. Mengkaji ulang kebutuhan nutrisi dan
perubahan nutrisi yang terjadi.
    Hasil : Klien mengeluh kurang nafsu makan dan
berat badan menurun. 

Jam :
3. Menganjurkan klien untuk makan–makanan
dalam porsi kecil tapi sering.
    Hasil : Klien mengerti dan akanmelakukannya. 
Jam :
5. Menganjurkan makan makanan yang banyak
mengandung serat dan  membatasi makanan
yang tinggi kalori.
    Hasil : klien makan pepaya dan mengatakan
suka makan sayur, pisang dan buah-buahan.

Jam :
6. Menganjurkan Klien untuk makan bersama
dengan anggota keluarga lain
Hasil : Klien mengerti dan akan melaksanakannya.





O : klien tidak menggunakan
kacamata.


A:  Risiko cedera masih persisten.

P : Pertahannkan intervensi












Jam :

S :
-  Klien mengatakan kurang nafsu
makan.
- Klien mengatakan masih susah
menguyah karena sebagian giginya
sudash tanggal dan terdapat caries.
O : Porsi makan tidak dihabiskan
hanya  ½ porsi yang dimakan. 

A: Nutrisi kurang dari kebutuhan
masih terjadi.

P: Pertahankan intervenmsi









   23

NO

DX

HARI/TGL

IMPLEMENTASI

EVALUASI
1






















2




















II






















III




















28 – 12 04

Jam :
1. Mengkaji ulang tingkat penurunan penglihatan
klien.
   Hasil : Masih terjadi penurunan penglihatan pada
mata (Kabur), mata sering berair.
 
Jam : 
2. Menjelaskan kembali tentang proses penuaan
dan napak dampaknya pada mata.
   Hasil : Klien memahami penjelasan yang
diberikan.

Jam : 
3. Menjelaskan kembali tentang keamanan dan
keselamatan akibat penurunan fungsi tersebut.
    Hasil : Klien mengerti 
    
Jam : 
5. Menghindari dari lantai kamr mandi dan WC
yang licin.
   Hasil : Lantai kamar mandi tidak licin.

Jam : 
7. Menganjurkan keluarga/tetangga untuk saling
membantu apabila ada yang butuh bantuan.
    Hasil : Keluarga/anak klien selalu
memperhatikan kebutuhan klien.

Jam : 
1.  Mengkaji ulang kebutuhan nutrisi dan
perubahan nutrisi yang terjadi.
Hasil : Klien mengatakan nafsu makannya sudah
mulai menigkat.
Jam : 
3. Menganjurkan klien untuk makan makanan
dalam porsi kecil tapi sering
Hasil  : Klien mengerti dan akan melaksanakannya.
Jam : 
5. Menganjurkan makan makanan yang banyak
mengandung serat dan membatasi makanan yang
banyak mengandung kalori.
Jam : 
6. Menganjurkan klien untuk tetap makan bersama
anggota kelurga lain.
Hasil : klien mengerti dan akan melaksanakannya.


Jam :

S : Klien mengatakan penglihatannya
masih kabur dan mata sering
berair.
 O : 
 - Tidak menggunakan kacamata.
 - Mata klien sering berair. 

A : Risiko cedera masih persisten.
P : Pertahankan intervensi.

















Jam :
S : 
- Klien mengatakan  nafsu makan
sudah mulai meningkat. 
- Klien mengeluh kalau makannya
susah menguyah.

O : Porsi makan hanya ¾ porsi yang
dihabiskan. 

A:  Nutrisi kurang dari kebutuhan
belum teratasi. 
P : Pertahannkan intervensi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar