Senin, 18 April 2011

OSTEOMIELITIS


 


A.      KONSEP DASAR

1.      Pengertian
Osteomielitis adalah:
-          lesi inflamasi dari infeksi bakteri pada tulang
-          hasil dari infeksi bakteri pada tulang

Pembagian osteomielitis lazim
a.      Osteomielitis primer: yang logis terjadi pada tulang itu sendiri. Contoh trauma -infeksi
b.      Osteomielitis sekunder: berasal dari bagian tubuh lainnya
1)      Osteomielitis hematogen akut:
Kebanyakan terdapat pada anak dengan insiden tinggi pada usia sekolah, focus infeksi mulai terjadi di daerah metafisis dan dapat menyebar ke dua jurusan:
a)      Masuk ke dalam mielum, menyebar ke seluruh tulang
b)      Menuju korteks menembus lapisan korteks lalu meluas ke subkutan dan dapat menjadi fistel ke permukaan kulit.
c)      kea rah sendi sehingga terjadi arthritis septic

Gambaran klinis dari osteomielitis hematogen akut
a)      Riwayat trauma
b)      Sendi membengkak
c)      Keadaan local: tanda-tanda radang
d)      Tidak dapat menggerakan sendi
e)      KU: lab: leukositosis, anemia, LED meningkat
f)        X-ray: tidak menunjukan adanya kelainan baru tampak pada minggu pertama
2)      Osteomielitis kronik
Merupakan tahap lanjut dari osteomielitis akut yang tidak tertegakan diagnosanya atau yang tidak mendapat pengobatan yang adekuat pada saat akut

2.      Etiologi
a.      Osteomielitis merupakan hasil dari bakteri pada tulang seperti: staphilacocus aurens, salmonella, mycobacterium.
b.      Virus ; lesi pada metafisis dan lain-lain

Patogenesis:
Konsekuensi perubahan pada osteomielitis sebagai berikut:
a.      Bakterimia sekejap. Contoh staphilacocus aurens
b.      Fokus dari inflamasi akut pada metafisis tulang panjang
c.      Nekrosis fragmen tulang membentuk skueter
d.      Apabila tidak diobati terbentuk sinus, pembuangan nanah ke permukaan kulit melalui kloaka.
Pemeriksaan yang dilakukan:
Darah: Leukositosis
LED meningkat
Pemeriksaan kultur; dapat memastikan infeksi baketeri apa?
Penatalaksanaan: antibiotic sesuai bakteri

3.      Patofisiologi
Staphilacocus aurens merupakan penyebab 70-80% infeksi tulang organisme patologik lainnya yang sering dijumpai pada osteomielitis mendapat proteus pseudomonas dan escherchiacoli terdapat peningkatan insiden infeksi resistensi penicillin, nasokomial, gram negative dan anaerob.

Awitan osteomielitis setetalh pembedahan orthopedic dapat terjadi dalam tiga bulan (akut fulminal stadium I) dan sering berhubungan dengan penumpukan hematoma / infeksi superficial. Infeksi awitan lambat (stadium II) terjadi antara 4-24 bulan setelah pembedahan. Osteomielitis awitan lama (stadium III) biasanya akibat penyebaran hematogen yang terjadi 2 tahun atau lebih setelah pembedahan. Pembentukan darah terjadi pada tingkat tersebut, mengakibatkan iskemia dan nekrosis tulang sehubungan dengan peningkatan tekanan dan medulla infeksi kemudian berkembang ke kapasitas medularis dan ke bawah periosteum dan dapat menyebar.

4.      Pencegahan
a.      Pemberian antibiotic provilaksis
b.      Pencegahan infeksi
c.      Teknik perawatan luka pasca operasi aseptic
d.      Rontgen: tampak ada pus yang banyak tertutup oleh penutup tulang yang baru dilakukan insisi/pembedahan.


B.     ASUHAN KEPERAWATAN

1.      Pengkajian
a.      Nyeri local
b.      Pembengkakan
c.      Erythema
d.      Therapy kortikosteroid jangka panjang
e.      Cidera, infeksi, bedah ortopedi
f.        Cairan purulen
g.      Demam
h.      Lansia
i.         DM

2.      Diagnosa Keperawatan
a.      Nyeri berhubungan dengan inflamasidan pembengkakan
b.      Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyer, alat imobilisasi dan keterbatasan, beban BB
c.      Resti perluasan infeksi berhubungan dengan pembentukan abses tulang
d.      Kurang pengetahuan mengenai program pengobatan


3.      Intervensi
a.      Peredaan nyeri
b.      Perbaikan mobilitas fisik
c.      Mengontrol proses infeksi
d.      Penkes pada lansia tentang perawatan di rumah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar