Rabu, 20 April 2011

proposal penelitian

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG ASI
DI DESA BANJARWANGUNAN KECAMATAN .........
KABUPATEN ...........
        NIM : 


DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN 
JURUSAN KEBIDANAN 
DAFTAR  ISI

ABSTRAK  ………………………………………………………………………i-ii
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………
DAFTAR TABEL …………………………………………………………………
DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………………..

BAB  I  PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang…………………………………………………………1-3
B.  Rumusan Masalah ................................................................................... 4
C.  Tujuan ......................................................................................................4
D.  Manfaat Penelitian ...................................................................................5
E.  Ruang Lingkup Penelitian ........................................................................5
BAB II  TINJAUAN PUSTAKA
A.  Pengertian ……………………………………………………………….6
B.  ASI Makanan Kaya Gizi ………………………………………………...7 085224959417
C.  Manfaat ASI ……………………………………………………………. 8
D. Masalah-masalah dan Cara Mengatasi Menyusui ……………………8-12
E.  Menjadi Ayah ASI    ...…………………………………………………13
F.  KB dengan ASI Eksklusif (MAL) ………………………………….13-14
G.  Karakteristik Ibu ……………………………………………………15-20
BAB III  KERANGKA KONSEP, HIPOTESA DAN DEFINISI OPERASIONAL
A.  Kerangka Konsep ...............................................................................21-22
B.  Hipotesa ...................................................................................................22
C.  Definisi Operasional ................................................................................23

 4
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian ………………………………………………………..24
B. Lokasi dan Waktu Penelitian……………………………………………24
C. Populasi dan Sampel…………………………………………………….25
D.Cara Pengumpulan, Pengolahan dan Analisa Data ………………….25-28

BAB V HASIL PENELITIAN
A. Analisa Univariat........................................................................................
B. Analisa Bivariat..........................................................................................


BAB VI PEMBAHASAN
A.Gambaran Umum Pengetahuan Ibu MenyusuiTentang ASI......................
B.Hubungan Antara Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu
Mwnyusui Tentang ASI..................................................................................


BAB VII Kesimpulan dan Saran
             A.Kesimpulan ................................................................................................ 085224959417
             B. Saran ..........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
 DAFTAR TABEL

Tabel  1   Distribusi Frekuensi Pengetahuan di wilayah kerja desa Banjarwangunan 
Kecamatan ......... Kabupaten ..........., Tahun 2009 
Tabel  2  Distribusi Frekuensi Pendidikan di wilayah kerja desa Banjarwangunan 
Kecamatan ......... Kabupaten ..........., Tahun 2009
Tabel 3  Distribusi Frekuensi Umur di wilayah kerja desa Banjarwangunan 
Kecamatan ......... Kabupaten ..........., Tahun 2009
Tabel 4 Distribusi Frekuensi Paritas di wilayah kerja desa Banjarwangunan   
Kecamatan ......... Kabupaten ..........., Tahun 2009
Tabel 5 Distribusi Frekuensi Pendapatan Keluarga di wilayah kerja desa
Banjarwangunan  Kecamatan ......... Kabupaten ..........., Tahun 2009
Tabel 6  Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan tingkat 
Pendidikan  di wilayah kerja desa Banjarwangunan  Kecamatan .........
Kabupaten ..........., Tahun 2009
Tabel 7   Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Golongan
Umur di wilayah kerja desa Banjarwangunan  Kecamatan .........
Kabupaten ..........., Tahun 2009
Tabel 8  Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Paritas  di 
wilayah kerja desa Banjarwangunan  Kecamatan ......... Kabupaten 085224959417
..........., Tahun 2009
Tabel 9   Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Pendapatan
Keluarga di wilayah kerja desa Banjarwangunan  Kecamatan .........
Kabupaten ..........., Tahun 2009



KATA  PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas segala rahmat,
hidayah, serta ridhonya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah
yang berjudul:“Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu
Menyusui Tentang ASI Di Desa Banjarwangunan  Kecamatan ......... Kabupaten
........... Tahun 2009”. 
Adapun tujuan penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu syarat
dalam menyelesaikan pendidikan Program Diploma III  Kebidanan di Politeknik
Kesehatan Tasikmalaya Departemen Kesehatan ............ Penulis menyadari bahwa
Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna, karena itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dimasa mendatang.
Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapatkan bimbingan
dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan
085224959417
ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1. 
2. 
3. 
4. 
5. 
6. 
7. 
8. 
9. 



--------------------------------------- 9

 9
10. 
11. Suami dan Anaku tercinta yang telah banyak memberikan dukungan baik
secara moril maupun materil .
12. Semua teman-teman Bidan Puskesmas ......... yang telah banyak
memberikan dukungan dalam membantu terselesainya Karya Tulis Ilmiah
ini.
13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.
 
Semoga kebaikan yang telah diberikan pada penulis mendapat pahala yang
setimpal dari Allah SWT. Akhirnya dengan segenap rasa, semoga Karya Tulis
Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.  Amin .


..........., Jili, 2009

Penulis

           



BAB  I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Angka kematian dan kesakitan bayi di Indonesia masih sangat tinggi.
Secara Nasional kematian bayi mencapai 32 kematian bayi dari 1000 kelahiran
hidup sedangkan di Jawa Barat sendiri kematian bayi diatas rata-rata nasional
yaitu 43 kematian bayi dari 1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian bayi
tersebut di antaranya di sebabkan oleh bayi prematur, infeksi saat kelahiran,
kelainan bawaan, rendahnya gizi saat dalam kandungan dan lain-lain.
(http//www.suarapembaharuan.com/).
UNICEF memperkirakan bahwa pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6
bulan mencegah kematian 1,3 juta anak berusia di bawah 5 tahun .Suatu
penelitian di Ghana yang diterbitkan dalam jurnal Pedriatics menunjukan 16 %
kematian dapat dicegah melalui pemberian ASI pada bayi sejak pertama 085224959417
kelahiranya. Angka ini naik menjadi 22% jika pemberian ASI dimulai dalam 1
jam pertama setelah kelahiran bayi. Namun di Indonesia hanya 8% ibu
memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai berumur 6 bulan dan hanya 4
% bayi di susui ibunya dalam waktu 1 jam setelah kelahiranya. Padahal sekitar
21.000 kematian bayi baru lahir (usia dibawah 28 hari) di Indonesia dapat
dicegah melalui pemberian ASI pada 1 jam pertama setelah lahir .(Baskoro,
2008 ).
Beberapa penelitian menyebutkan angka kejadian diare dan kematian pada
bayi jauh lebih tinggi pada bayi yang mengkonsumsi susu formula di tambah
makanan pengganti ASI terutama diegara-negara miskin dan berkembang
(http://www.blogdokter.net)
ASI adalah Mukjijat yang Allah berikan kepada Umatnya yang harus
disyukuri dan dimanfaatkan seoptimal mungkin. Hal ini dapat kita pahami juga
dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa tidak ada makanan di dunia ini
sesempurna ASI. (Purwanti,  2003).
ASI adalah makanan ajaib yang sangat dibutuhkan bayi. Kandungan gizi
dan zat kebal didalamnya tidak bisa digantikan oleh susu formula maupun bahan
makanan lain (Baskoro, 2008)
Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Indonesia menurut keputusan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 450/Men.Kes/SK/IV/2004 tanggal 7
april 2004 yang juga mengacu kepada Resolusi World Health Assembly (WHA
2001), dikatakan bahwa untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan 085224959417
kesehatan optimal, bayi harus di beri ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
selanjutnya untuk kecukupan nutrisi bayi, harus mulai di beri makanan
pendamping ASI cukup dan aman dengan pemberian ASI di lanjutkan sampai 2
tahun atau lebih. Sedangkan peran wewenang bidan mengacu pada Keputusan
Menkes RI No. 900/Men.Kes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek
Bidan, dalam keputusan tersebut diharapkan semua bidan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya para ibu hamil, melahirkan  dan menyusui bidan harus senantiasa berupaya mempersiapkan ibu hamil sejak
kontak pertama saat pemeriksaan kehamilan memberikan penyuluhan tentang ke
ampuhan dan manfaat pemberian ASI secara berkesinambungan sehingga ibu
hamil memahaminya dan siap menyusui anaknya dengan pemberian ASI
eksklusif selama 6 bulan (Baskoro, 2008 ).
Suatu kebanggaan bagi seorang ibu jika bisa memberikan ASI  bagi si buah
hati namun sayang tak semua ibu bisa merasakanya berbagai kendala menyusui
sering terjadi mulai dari ibu yang sibuk bekerja sampai gangguan produksi ASI
yang menyebabkan si ibu urung menyusui bayinya. (Baskoro, 2008)
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian mengenai "Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu
Menyusui Tentang ASI di Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten
...........  tahun 2009 ".
B. Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang masalah yang ada maka peneliti membuat
rumusan masalah sebagai berikut : Apa sajakah faktor-faktor yang
berhubungan dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa
Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten ........... .

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan 
pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa Banjarwangunan
Kecamatan ......... Kabupaten ........... tahun 2009 .
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan
pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa
085224959417
Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten ...........
b. Untuk mengetahui hubungan umur dengan pengetahuan ibu
menyusui tentang ASI  di Desa Banjarwangunan Kecamatan
......... Kabupaten ............
c. Untuk mengetahui hubungan  paritas dengan pengetahuan ibu
menyusui tentang ASI  di Desa   Banjarwangunan Kecamatan
......... Kabupaten ............



--------------------------------------- 14

 14
d. Untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga dengan
pengetahuan ibu menyusui tentang ASI di Desa
Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten ...........

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bacaan yang 
bermanfaat serta dapat  memperluas wawasan dan pengetahuan
khususnya tentang ASI . 
     2.  Manfaat Praktis
                               Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi lembaga
terkait dalam merumuskan program ASI .  
E. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini penulis batasi pada faktor-faktor yang berhubungan
085224959417
dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI yaitu dari faktor
pendidikan, umur, paritas, dan pendapatan keluarga. Adapun yang
menjadi objek penelitian adalah ibu menyusui bayi berumur 0 -12
bulan di Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten ............ 
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 April 2009 sampai dengan 20
Juni 2009. Desain penelitiannya adalah analitik.   




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.   Pengertian
Air Susu Ibu atau ASI adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk
konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama yang belum dapat mencerna
makanan padat. ASI di produksi karena pengaruh hormon prolactin dan
oxytocin. ASI yang pertama keluar disebut colostrums atau jolong dan
mengandung banyak imunoglobulin IgA yang baik untuk pertumbuhan tubuh
bayi rawan penyakit. Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya harus digantikan
oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok
untuk bayi sampai usia tahun (//www.drpaul.com/breastfeeding/colostrum.htm.L) 
Air Susu Ibu atau ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan
utama bagi bayi yang lahir, karena ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan
energi dan gizi bayi bahkan selama empat sampai enam bulan pertama 085224959417
kehidupanya. Dengan ASI, maka sang bayi dapat mencapai tumbuh kembang
yang optimal selain sebagai  sumber  energi dan zat gizi, pemberian ASI juga
merupakan media untuk menjalin hubungan physikologis antara ibu dan bayinya.
( Baskoro, A. 2008 ). 






--------------------------------------- 16

 16
B.  ASI Makanan Sehat Kaya Gizi
   Komposisi ASI
1. Karbohidrat : dalam ASI berbentuk laktosa yang bentuknya berubah-
ubah setiap hari menurut kebutuhan kembang bayi. Rasio jumlah
laktosa dalam ASI dan PASI adalah 7 : 4 sehingga ASI lebih manis
dibandingkan PASI.
2. Protein  :  dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan PASI, namun
demikian protein ASI sangat cocok karena unsure protein didalamnya
hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernaan bayi yaitu protein
unsur whey perbandinganya protein unsur whey dan casein dalam ASI
adalah 63 : 35 sedangkan dalam PASI 20 : 80 .
3. Lemak  : kadar lemak dalam ASI pada mulanya rendah kemudian
meningkat jumlahnya lemak dalam ASI berubah kadarnya setiap kali
dihisap oleh bayi dan hal terjadi secara otomatis jenis lemak dalam ASI 085224959417
mengandung lemak rantai panjang yang dibutuhkan oleh sel jaringan
otak dan sangat mudah dicerna karena mengandung enzim lipase .
lemak dalam bentuk Omega 3, Omega 6 dan DHA yang sangat
diperlukan untuk pertubuhan sel-sel jaringan otak .
4. Mineral  :  ASI mengandung mineral yang lengkap walau kadarnya
relatif rendah, tetapi bisa mencukupi kebutuhan bayi sampai berumur 6
bulan. Zat Besi dan Kalsium dalam ASI merupakan mineral dan mudah
diserap dan jumlahnya tidak dipengaruhi diet ibu .



--------------------------------------- 17

 17
5. Vitamin   : ASI mengandung vitamin yang lengkap yang dapat
mencukupi kebutuhan bayi sampai 6 bulan kecuali vitamin K karena
bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K.

C.   Manfaat ASI
ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama
memberikan manfaat bagi ibu dan bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh
kembang yang optimal .

1. Manfaat bagi Bayi  
a ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi,       
praktis,ekonomis mudah dicerna dan memiliki komposisi, zat gizi
yang ideal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi.
b  ASI mengandung laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu
buatan dengan jenis apapun. Di dalam usus laktosa akan difermentasi 085224959417
menjadi asam laktat . 
c  ASI mengandung zat pelindung atau anti bodi yang dapat melindungi
bayi selama 5- 6 bulan pertama seperti :
Immunoglobulin, Lisyozyme, Complemen C3 dan C4,
Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin
d.  ASI tidak mengandung Betaclatoglobulin yang dapat   menyebabkan
alergi pada bayi .



--------------------------------------- 18

 18
e. Proses pemberian ASI dapat menjalin hubungan psikologi                 
antara ibu dan bayi .

2. Manfaat bagi ibu 
a. Suatu rasa kebanggan bagi ibu bahwa ia dapat memberikan  
“kehidupan”pada bayinya .
b. Hubungan yang lebih erat karena secara alamiah kontak kulit yang
erat, bagi perkembangan psikis dan emosional antara ibu dan
anak.
c. Dengan ibu menyusui bagi rahim ibu akan berkontraksi yang
dapat menyebabkan pengembalian ke ukuran sebelum hamil.
d. Mempercepat berhentinya pendarahan postpartum.
e. Dengan menyusui maka kesuburan ibu menjadi berkurang untuk
beberapa bulan dengan kata lain menjarangkan kehamilan.
085224959417
f. Mengurangi kemungkinan kanker payudara pada masa yang akan
datang .
g. Mengurangi resiko kanker indung telur (Ca Ovarium) dan kanker
rahim  (Ca Endometrium)
h. mengurangi resiko keropos tulang (Osteoporosis)
i. mengurangi resiko rheumathoid artritis





--------------------------------------- 19

 19
D.  Masalah-Masalah Dan Cara Mengatasi Menyusui
1. Rendahnya produksi ASI 
Banyak ibu yang mengeluh bahwa ASI nya tidak  keluar atau
kelihatan tidak cukup, hal yang penting diperhatikan adalah posisi
pelekatan yang betul antara mulut bayi dengan payudara ibu. 
Produksi ASI mengikuti prinsip ‘makin tinggi kebutuhan bayi,makin
banyak produksi ASI’ adapun cara meningkatkan produksi ASI dapat
dilakukan hal-hal sebagai berikut  :
a. Melakukan persiapan menyusui saat ibu sedang hamil.
b. Susuilah bayi segera setelah bayi lahir .
c. Susuilah bayi sesering mungkin, semakin sering bayi menghisap
puting susu, semakin banyak ASI yang keluar dan pastikan cara
menyusui dengan benar.
d. Susuilah bayi dari kedua payudara yang kiri dan kanan secara
085224959417
bergantian.
e. Jangan memberikan makanan dan minuman lain selain ASI
sampai bayi berumur 6 bulan.

2.  Puting Datar Atau Terbenam.
Puting datar dan terbenam dapat diatasi dengan cara setiap selesai
mandi pada periode kehamilan diatas 7 bulan, putting susu ditarik-tarik
sampai menonjol atau dengan bantuan pompa susu. Dan kurangi



--------------------------------------- 20

 20
frekuensinya setelah lahir, penarikan puting susu jangan dilakukan
berlebihan .

3.     Puting Lecet.
Untuk mengatasi puting lecet dan nyeri dapat dilakukan hal-hal
sebagai berikut :
a. Mulai menyusui pada putting yang tidak sakit .
b. Susui sebelum bayi sangat lapar.
c. Jangan membersihkan putting susu dengan sabun/alkohol.
d. Perbaiki posisi bayi saat menyusui.
e. Usahakn bayi menghisap sampai aerola.
f. Perhatikan cara melepas mulut bayi dari puting.
g. Keluarkan sedikit ASI untuk dioleskan pada putting susu selesai
menyusui .
h. Biarkan puting kering sebelum memakai BH. 085224959417
i. Bila lecet tersebut tidak sembuh dalam 1 minggu, maka rujuklah
ke Puskesmas atau Rumah Sakit .

4.   Payudara Bengkak dan Putting nyeri
Untuk mengatasi payudara bengkak dan puting nyeri dapat
dilakukan hal-hal sebagai berikut :




--------------------------------------- 21

 21
a. Susuilah bayi setiap kali meminta.
b. Keluarkan ASI dengan pompa atau manual diperah dengan tangan
bila produksi ASI melebihan kebutuhan bayi.
c. Untuk mengurangi rasa sakit, kompres dengan air hangat.
d. Perbaiki cara meletakan bayi atau tubuh bayi menghadap perut ibu
juga letak mulut bayi pada areola .
e. Lakukan pengurutan mulai dari puting kearah pangkal.

5.  Bingung Puting Pada Bayi .
Sangat penting memaksimalkan inisiasi menyusu dini, karena sangat
memungkinkan terjadinya bingung puting kondisi ini bisa terjadi apabila
ibu bekerja atau karena sesuatu hal lain bayi terpaksa diberikan dengan
susu buatan, berikan dengan sendok, jangan dengan dot susu botol karena
tidak sesuai dengan puting ibu, ini untuk menghindari agar bayi tidak 085224959417
bingung puting .

6. ASI tidak Langsung Keluar 
Dalam 24 jam pertama bayi tidak perlu cairan, jadi tidak minumpun
tidak apa-apa. Tetapi tetap harus mulai menyusu, yang penting adalah
satu jam pertama harus diberikan pada ibu untuk mulai menyusui, karena
pada saat baru lahir daya isap bayi sangat kuat kemampuan isap ini baru
akan kemabali 38 jam kemudian .



--------------------------------------- 22

 22
Saat ibu mengatakan bahwa ASI belum keluar, itulah saat colostrum
keluar, colostrum adalah ASI yang keluar dihari pertama,kedua dan
ketiga, dan rata-rata colostrum keluar hanya 20 tetes/jam. Colostrum
penting karena mengandung SIGA- Secretary  Imunoglobin A yang
melindungi dinding usus dari bakteri .

E. Menjadi Ayah ASI
Berikut ini hal-hal yang sebaiknya dimengerti seorang ayah untuk
mendukung  keberhasilan   memberikan  ASI  eksklusif  atau  menjadi  ayah  ASI 
      ( Breastfeeding father).
1. Menyusui merupakan aktifitas keluarga.
2. Untuk keberhasilan menyusui ayah harus mengerti tentang ASI .
3. Peran ayah dalam keberhasilan menyusui sangat besar .
4.   Merekomendasikan bagi ayah dan keluarga di perawatan antenatal . 085224959417
F. KB dengan ASI Eksklusif ( MAL)
Sebagaimana telah dijelaskan dimuka, ASI eksklusif memiliki banyak
manfaat diantaranya sebagai suatu metode kontrasepsi. Pemberian ASI eksklusif 
sebagai salah satu metode kontrasepsi (Metode Amenore Laktasi)      
      Dengan MAL, pelepasan hormon kesuburan dapat dihambat sehingga kehamilan 
tidak terjadi




--------------------------------------- 23

 23
Menurut Konsensus Bellagio 1968, untuk mencapai keefektifan 98 %,
MAL harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Ibu harus menyusui secara penuh.
2. Perdarahan pasca persalinan sebelum 56 hari belum dianggap haid.
3. Bayi menghisap payudara ibu secara langsung.
4. Menyusui dimulai dalam ½ jam sampai 1 jam setelah bayi lahir.
5. Kolostrum (susu jolong: susu ibu keluar pada tiga hari pertama) diberikan
pada bayi .
6. Ibu menyusui sesuai kebutuhan bayi dan dari  kedua payudara.
7. Bayi disusui sesering mungkin selama 24 jam, termasuk malam hari .
8. Hindari jarak menyusui lebih dari empat jam .      



 085224959417










--------------------------------------- 24

 24
G.  Karakteristik Ibu . 
1. Pengetahuan 
Pengetahuan adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan sesuatu
yang diketahui. Menurut Notoatmodjo (2003:127) menjelaskan pengetahuan
adalah merupakan hasil “tahu“ dan ini terjadi setelah orang melakukan
pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca
indra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.
Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang (over behavior ).
a.  Pengetahuan yang dicakup didalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat,
yakni:
1) Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari 085224959417
sebelumnya, termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat
kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang
dipelajari dan rangsangan yang telah diterima .
2) Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara
benar tentang objek yang diketahui, dan dapat mengintropeksi materi
tersebut secara benar .   




--------------------------------------- 25

 25
3) Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi
yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil ( sebenarnya ). Aplikasi
disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum rumus,
metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi lain . 
4) Analisis (Analisys)
Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek ke dalam komponen-komponen ,tetapi masih di dalam suatu
struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5) Sintetis (Syntesis)
Sintesis menunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakan atau
menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang
baru. Dengan kata lain sintesis ini suatu kemampuan untuk menyusun
formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.
6) Evaluasi (Evaluation )   085224959417
Evaluasi yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan
justifikasi atau penelitian terhadap suatu materi atau objek penilaian-
penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau
menggunakan kriteria-kriteria yang ada (Notoatmodjo, 2003 ) .





--------------------------------------- 26

 26
b.  Proses perubahan pengetahuan dalam diri seseorang yang terjadi secara
berurutan, yakni :
1) Awarenes (kesadaran), dimana orang tersebut menyadari dalam arti
mengetahui lebih dulu terhadap stimulus (objek).
2) Inters (merasa tertarik), terhadap stimulus atau objek tersebut. Disini
sikap subjek mulai timbul .
3) Evaluasi (menimbang), terhadap baik tidaknya stimulus tersebut bagi
dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi .
4) Trial, dimana subjek mulai mencoba melakukan sesuatu sesuai dengan
apa yang dikehendaki stimulus .
5) Adaption, dimana subjek telah berpelaku baru sesuai dengan
pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus (Notoatmodjo,
2003) . 
Partisipasi ibu dalam memelihara kesehatan didasarkan pada perilaku
manusianya dalam menjaga kesehatanya, yang berkaitan dengan tindakan 085224959417
dalam memelihara dan meningkatkan kesehatanya (Notoatmodjo, 2003).
Dapat diartikan bahwa perilaku manusia itu sendiri terhadap kesehatan
merupakan reaksi organism terhadap lingkunganya .  
c. Pengukuran Pengetahuan
 Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau kuesioner
yang menayakan isi materi yang ingin di ukur dari subyek penelitian atau
responden .



--------------------------------------- 27

 27
Pengetahuan dapat diukur dengan menggunakan kategori sebagai berikut :
1) Kategori baik apabila pertanyaan dijawab benar oleh responden > 75 %.
2) Kategori cukup jika pertanyaan dijawab benar oleh responden 60-75 %.
3) Kategori kurang apabila pertanyaan dijawab benar oleh responden < 60 %
(Arikunto,S. 2002 : 313 ) .
2. Pendidikan    
a.  Pengertian Pendidikan
Pengertian pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan didalam dan diluar sekolah dan berlangsung
seumur hidup (GBHN,1997).
Tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan formal yang berhasil
dilalui oleh seseorang. Tingkat pendidikan seseorang akan dapat memberikan
pengaruh terhadap pemahaman tentang sebuah pengalaman dan rangsang
yang diberikan melalui belajar dan media lainya. Pengetahuan atau pendidikan
tentang kesehatan akan berpengaruh terhadap prilaku sebagai hasil jangka 085224959417
menengah (IntermediateInpact). ( NotoatmodjoS. 2003 ).
Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh pendidikan karena secara tidak
langsung pendidikan memiliki peran dalam merubah tingkah laku dari yang
merugikan atau tidak sesuai dengan norma kesehatan ke arah tingkah laku
yang menguntungkan kesehatan (Notoatmodjo, S. 2007)
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (1995),Pendidikan adalah proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha



--------------------------------------- 28

 28
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan :proses
pembuatan, cara mendidik.
3.  Umur 
Definisi umur adalah lamanya seseorang hidup sejak dilahirkan sampai
pada saat sekarang dihitung dalam tahun ( Depkes RI, 1998 )
  Umur adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau di adakan )  
(Kamus Bahasa Indonesia, 2005 )
  Umur juga merupakan variabel yang digunakan sebagai ukuran mutlak
indikator fisiologis dengan kata lain penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan
akan berhubnungan dengan umur. Dimana yang semakin tua mempunyai
karakteristik fisiologis dengan tanggung jawab tersendiri ( Notoatmodjo,S. 2003)
     
4.  Paritas 
 Paritas adalah keadaan seorang wanita sehubungan dengan  kelahiran anak  085224959417
yang dapat hidup ( Dorland, 2002 ). Paritas adalah keadaan kelahiran : partus            
( Kamus Bahas Indonesia, 2008 )   
Tingkat paritas telah banyak menetukan perhatian dalam hubungan
kesehatan ibu dan anak. Dikatakan demikian karena terdapat kecenderungan
kesehatan ibu berparitas rendah lebih baik daripada berparitas tinggi
(Notoatmodjo, S. 2003)
Berdasarkan jumlah anak yang dilahirkan maka paritas dibagi dalam istilah
primipara adalah wanita yang telah melahirkan seorang anak, multipara adalah



--------------------------------------- 29

 29
seorang wanita yang telah melahirkan lebih dari satu orang anak, gerande
multipara adalah seorang wanita yang telah melahirkan lima orang anak atau
lebih. (FK, Unpad, 1983)  .


5. Pendapatan Keluarga 

Pendapatan keluarga adalah pendapatan suatu keluarga dalam sebulan.Tidak
mudah menghitung pendapatan apalagi bagi keluarga yang tidak mempunyai
pendapatan yang tetap, misalnya petani. Apalagi itu acapkali dalam satuan waktu
panen, hasil pertanianya dengan harga sering berubah-ubah dalam hal seperti itu
perhitunganya harus disesuaikan dengan nilai rupiah secara bulanan. Menjumlah
semua penghasilan yang diperoleh oleh seluruh anggota keluarga dari berbagai
jenis sumber. Kesulitan timbul bilamana tidak semua anggota keluarga
menyatukan penghasilanya kepada yang mengelola dalam hal ini isteri atau ibu
rumah tangga . Istilahnya " uang lelaki " adalah bagian dari jenis penghasilan
085224959417
suami yang tidak disetorkan kepada isteri dan tentunya tidak tercatat . (econ-
people.blogspot.com).     









--------------------------------------- 30

 30
BAB III
KERANGKA KONSEP, HIPOTESA DAN DEFINISI OPERASIONAL

A. Kerangka Konsep
Pemberian ASI harus dipersiapkan sedemikian rupa, karena pengetahuan
tentang ASI belum sepenuhnya dipahami oleh semua masyarakat, keluarga, ibu-
ibu menyusui bahkan tenaga kesehatanya sendiri masih ada yang belum
memahaminya.
Berbagai terobosan yang harus dilakukan untuk menggalakan ASI baik
melalui media cetak maupun elektronik, baik oleh kader maupun oleh tenaga
kesehatan sendiri.
Namun perilaku kesehatan dari masyarakat sendiri yang dapat menentukan
keberhasilan dari ASI. Pengetahuan dan pendekatan yang cukup sehingga ibu
dapat mengambil suatu sikap dan keputusan serta bertanggung jawab terhadap
kesehatanya, makin tinggi pendidikan seorang makin banyak informasi yang 085224959417
dapat diterima sebaliknya pendidikan yang kurang menjadi kurang atau minim
informasi.
Saat ini pengetahuan ibu menyusui tentang ASI masih terkendala oleh
beberapa hal diantaranya pendidikan, umur, paritas dan pendapatan keluarga .
Masalah-masalah tersebut merupakan faktor-faktor yang juga dapat menunjang
keberhasilan ASI, oleh karena itu lebih jelasnya dapat dilihat pada kerangka
konsep sebagai berikut  : 



--------------------------------------- 31

 31
Gambar  I
Kerangka Konsep Penelitian

          Independent Variable                        

                                                                                 Dependent Variable 
                                                                                               - Pendidikan
 - Umur 
 - Paritas Pengetahuan ibu
 - Pendapatan Keluarga menyusui tentang  ASI
 





B.    Hipotesa    

1. Ada hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan ibu menyusui
tentang ASI di Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten
...........   
2. Ada hubungan antara umur  dengan pengetahuan ibu menyusui tentang 
ASI di Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten ............   085224959417
3. Ada hubungan antara paritas dengan pengetahuan ibu menyusui tentang 
ASI di Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... Kabupaten ............  
4. Ada hubungan antara penghasilan keluarga dengan pengetahuan ibu
menyusui tentang ASI di Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ............               
C. Definisi Operasional 
Mengingat luasnya permasalahan ini maka penulis membatasinya sebagai
berikut  :



--------------------------------------- 32

 32
No Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala Ukur

      
1 Pengetahuan Segala sesuatu yang Kuesioner Mengisi       1. Baik  > 75 % Ordinal
diketahui responden pertanyaan 2. Cukup
tentang ASI mengenai: dalam   (60 - 75 %)
1. Pengertian ASI        kuesioner 3. Kurang  Baik 
2. Tujuan pemberian membagi     < 60 %        
ASI . jawaban 
3. Manfaat pemberian benar
ASI . kedalam
4. Akibat bila tidak tiga
diberikan ASI . kategori.

2.      
Umur Lamanya waktu hidup Kuesioner Kuesioner 1. Beresiko <20 Ordinal
responden sejak membagi th dan >35th
dilahirkan sampai umur dalm 2.Tidak
dengan penelitian tiga beresiko 20-35
ditentukan dengan kelompok th
satuan tahun. 

3 Pendidikan Tingkat Pendidikan Kuesioner Membagi 1. Pendidikan Ordinal
formal terakhir yang tingkat rendah SD-
dapat dicapai pendidikan SMP
responden pada 2. Pendidikan
empat tinggi SMA-
kategori PT

4. Paritas Jumlah kelahiran yang Kuesioner Membagi 1. 1 Ordinal
  telah dialami paritas 2.2-3                
  responden menjadi 3.  e 4
   tiga 
  kategori 085224959417
  dengan
  mengisi
 kuesioner
 
5 Pendapatan Pengahsilan rata-rata Kuesioner Membagi d Rp.746.000          Ordinal
Keluarga tiap bulan dua e RP.746.000
kelompok 
dengan cut 
off UMR
Rp.
746.000 /
bulan







--------------------------------------- 33

 33
BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN



A. Desain Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan metode analitik.dengan
pendekatan (jenis) survey analitik cross sectional yaitu suatu penelitian dimana
variabel-variabel yang termasuk faktor resiko dan variabel-variabel yang
termasuk efek di observasi sekaligus pada waktu yang sama  (Notoatmodjo, S . 
2005) 

B. Lokasi dan Waktu Penelitian
1.  Lokasi 
Penelitian ini akan dilakukan di Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... .
2. Waktu 085224959417
 Waktu penelitian ini dimulai tanggal  27 April 2009  sampai dengan 20 Juni 
2009.








--------------------------------------- 34

 34
C.   Populasi dan Sampel
1.  Populasi
Populasi adalah keselurahan objek penelitian (Arikunto, S. 2006)
Populasi  dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang ada di Desa
Banjarwangunan. 
2.  Sampel .
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti  (Arikunto, S . 
2006 ). Sampel dalam penelitian ini yang diambil adalah ibu menyusui usia
bayi 0 - 12 bulan.

D. Cara Pengumpulan, Pengolahan dan Analisa Data 
1.  Pengumpulan Data
Jenis data primer dikumpulkan oleh peneliti dalam bentuk kuesioner,
kuesioner tersebut dibagikan kepada responden sebagai subjek penelitian.
Data primer ini didapat oleh peneliti dengan cara memberikan kuesioner 085224959417
yang di isi langsung oleh responden .

2. Pengolahan Data
a. Editing Data
Adalah mengumpulkan, menata dan memeriksa data-data dari
kuesioner atau penghalusan data mengenai kelengkapan pengisian,
kejelasan jawaban serta hubungan terhadap jawaban .



--------------------------------------- 35

 35
b. Coding Data
Adalah memasukan data-data yang telah diperiksa dengan
pemberian kode pada setiap pertanyaan pada kuesioner dan kemudian
dilakukan pengolahan data menggunakan SPSS 13,0.

c. Tabulasi dan Penyajian Data
Data yang telah dikumpulkan dan disusun berdasarkan variabel yang
diteliti, serta penyajian data berupa tabel distribusi frekuensi, grafik dan
tabulasi silang.
   
 3.  Analisa Data
a. Univariant                                                                                                          
Analisa yang dilakukan dengan tiap-tiap variable dari hasil
penelitian (Notoatmodjo S., 2000).  Analisa dilakukan untuk
085224959417
memperoleh gambaran dari masing-masing variabel independent
adalah pengetahuan, pendidikan, umur, paritas dan pendapatan
keluarga sebagai variable dependentnya adalah pemberian ASI
eksklusif. Selanjutnya data yang diperoleh dihitung persentasenya
yaitu dengan menggunakan rumus  :

             F
 P =               X 100 %
             N



--------------------------------------- 36

 36
        Keterangan  :
       
                   P  :  Persentase  

   F  :  Frekuensi

                   N      :  Jumlah Responden 
                                  

b. Bivariat
Dilakukan untuk mencari hubungan anatar dua variabel yaitu
variabel bebas dan variabel terikat. Uji statistik yang digunakan untuk
mencari hubungan antara variabel pengetahuan, pendidikan, umur,
paritas dan sosial ekonomi terhadap ASI eksklusif adalah uji kaikuadrat
(Chi Squere). Chi Squere adalah suatu teknis statistik yang
dimaksudkan untuk menguji hubungan antara dua variabe, bertujuan
untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan
variabel terikat dengan menggunakan rumus. (Arikunto S., 2006). 
085224959417
Adapun rumus Chi-squere adalah  :
X² =          (f 0-f h) ²
                     F h

Keterangan :

X    :  Chi square
Fo : Frekwensi yang diobservasi atau diperoleh baik melalui
pengamatan maupun hasil kuesioner.
Fh   :  Frekuensi yang diharapkan.



--------------------------------------- 37

 37
Interpensi dari hasil analisis yang dilakukan adalah :
a. Jika nilai p value d a (0,05),maka Ho ditolak atau Ha diterima.
Artinya variabel tersebut memiliki hubungan yang bermakna.
b. Jika p value > a (0.05),maka Ho diterima atau Ha ditolak Artinya
variabel tersebut tidak memiliki hubungan yang bermakna

















 085224959417


















--------------------------------------- 38

 38
BAB V

HASIL PENELITIAN



Dalam bab ini penulis akan menyajikan hasil penelitian  yang telah dilakukan
kepada ibu menyusui yang ada di Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ............Penelitian telah dilakukan pada tanggal 27 April 2009 sampai
dengan 20 Juni 2009 mengenai “ Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI di Desa Banjarwangunan Kecamatan
......... Kabupaten ...........” dari hasil penelitian di dapat 150 responden ibu menyusui
berikut ini hasil penelitian yang akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel di bawah ini 
:

A. Analisa Univariat

1.  Pengetahuan 
 
Tabel 1

Distribusi Frekuensi Pengetahuan di Wilayah Kerja
 Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... Tahun 2009 085224959417

Pengetahuan Frekuensi Prosentase

  
Kurang     1  0,7
Cukup    49 32,7
Baik   100  66,7

Jumlah 150 100.0

 
 Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran tentang pengetahuan responden 
bahwa dari 150 responden sebagian besar ada pada kriteria Baik yaitu 100 responden
( 66,7 % ).




--------------------------------------- 39

 39
2. Pendidikan

Tabel 2.

Distribusi Frekuensi Pendidikan Di Wilayah Kerja
 Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... 
Kabupaten ........... Tahun 2009


Pendidikan Frekuensi Prosentase

  
Pendidikan rendah                           91  60,7
           Pendidikan Tinggi  59   39,3
        

Jumlah 150 100.0

 
 Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran tentang latar belakang pendidikan  
bahwa dari 150 responden sebagian besar  berpendidikan rendah yaitu 91 responden
(60,7 % ).

3. Umur
Tabel 3.

Distribusi Frekuensi Umur Di Wilayah Kerja 085224959417
 Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... 
Kabupaten ........... Tahun 2009


Umur Frekuensi Prosentase

  
Beresiko < 20 th dan >35 th   18  12,0
Tidak beresiko 20 th - 35 th    132  88,0
         
   
Jumlah 150 100.0

 




--------------------------------------- 40

 40
 Dari tabel diatas dapat di peroleh gambaran tentang golongan umur bahwa
dari 150 responden sebagian besar berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 132
responden (88,0 %).

4. Paritas
Tabel  4.

Distribusi Frekuensi Paritas di Wilayah Kerja
 Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... Tahun 2009


Paritas Frekuensi Prosentase

  
1   61  40,7
2 - 3    73  48,7
e 4    16  10,7
        
Jumlah 150 100.0

 
 Dari tabel diatas dapat di peroleh gambaran Paritas (jumlah anak ) bahwa dari
150 responden sebagian besar  adalah ibu dengan gravida 2 - 3 yaitu 73 responden
(48,7 %)
 085224959417












--------------------------------------- 41

 41
5. Pendapatan Keluarga
Tabel  5.

Distribusi Frekuensi Pendapatan Keluarga di wilayah kerja 
Desa Banjarwangunan Kecamatan ......... 
Kabupaten ...........
Tahun 2009


Pendapatan Frekuensi Prosentase

  
< Rp. 746.000   63  42,0
e Rp. 746.000   87  58,0
      
Jumlah 150 100.0

 
 Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran Pendapatan Keluarga   bahwa dari
150 responden Ibu menyusui sebagian besar  adalah keluarga dengan pendapatan e
Rp 746.000 / bulan yaitu sebanyak 87 responden ( 58 % ) .




085224959417













--------------------------------------- 42

 42
B. Analisa Bivariat
1.  Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan
tingkat  pendidikan .

Tabel  6
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Tingkat
Pendidikan di Wilayah Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... Tahun 2009

Tingkat Pengetahuan   
Kurang Cukup Baik Total Tingkat  Pendidikan P
N % N % N %  N % Value
         
Pendidikan rendah 1 1,1 42 46,2 48 52,7 91 100,0 
    Pendidikan tinggi 0 0 7 11,9 52 88,1 59 100,0 ,000
        
Total 1 0,7 49 32,7 100 66,7 150 100,0 


 Berdasarkan  tabel diatas terlihat bahwa ibu menyusui yang pengetahuan
tentang ASI nya  baik ada pada tingkat pendidikanya tinggi dengan jumlah 52 resp 085224959417
onden ( 88,1 % ).
Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata terdapat hubungan yang
bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan tingkat pendidikan, dengan          
P Value  ,000. ( a d 0,05 ).








--------------------------------------- 43

 43
2.  Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan
golongan umur .

Tabel  7
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Golongan
Umur di Wilayah Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... Tahun 2009

Tingkat Pengetahuan   
Kurang Cukup Baik Total Golongan Umur P
N % N % N %  N % Value
            
Beresiko <20 dan           0 0 6 33,3 12 66,7 18 100,0 
> 35 th           
Tidak beresiko          1 0,8 43 32,6 88 66,7 132 100,0 0,933
20 th-  35 th              
Total 1 0,7 49 32,7 100 66,7 150 100,0 


 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui
tentang ASI sama-sama kategori baik yaitu yang beresiko 12 responden (66,7) dan
085224959417
yang tidak beresiko yaitu 88 responden  ( 66,7 % ).
Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara pengetahuan ibu menyusui  tentang ASI dengan golongan
umur , P Value  0,933 . ( a d 0,05 ).









--------------------------------------- 44

 44

3.  Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan
Paritas  .

Tabel  8
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Paritas di
Wilayah Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... Tahun 2009

Tingkat Pengetahuan   
Kurang Cukup Baik Total Paritas P
N % N % N %  N % Value
1 0 0 22 36,1 39 63,9 61 100,0 
2 - 3 1 1,4 21 28,8 51 69,9 73 100,0 0,813
e 4 0 0 6 37,5 10 62,5 16 100,0
        
Total 1 0,7 49 32,7 100 66,7 150 100,0 

 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui
tentang  ASI rata-rata kategori  baik  tetapi yang lebih banyak ada pada  paritas 2 - 3 
yaitu  51  responden 085224959417
 ( 69,9 % ).
Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI dengan  paritas,    
 P Value  0,746 . ( a d 0,05 ).









--------------------------------------- 45

 45

4. Hubungan antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan   
    Pendapatan Keluarga .

Tabel  9
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang ASI dengan Pendapatan
Keluarga  di Wilayah Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... Tahun 2009

Tingkat Pengetahuan   
Kurang Cukup Baik Total Pendapatan keluarga P
N % N % N %  N % Value
         
< Rp. 746.000 1 1,6 27 42,9 35 55,6 63 100,0 
e Rp. 746.000 0 1,1 22 25,3 65 74,7 87 100,0 0.033
        
Total 3 2,0 47 31,3 100 66,7 150 100,0 

 Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui
tentang ASI kategori baik ada pada pendapatan keluarga  lebih dari Rp. 746.000
yaitu 65 respoden ( 74,7 % ). 085224959417
Dari hasil uji statistik menggunakan Chi-Square ternyata  terdapat hubungan
yang bermakna antara pengetahuan ibu menyusui tentang ASI dengan  pendapatan
keluarga, P Value  0,033 . ( a d 0,05 ).










--------------------------------------- 46

 46

BAB  VI
PEMBAHASAN

Memperhatikan hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya, maka
pembahasan hasil penelitian ini akan dilakukan berdasarkan hasil tersebut dengan
mengacu pada tujuan penelitian dan hipotesis .

A. Gambaran Umum  Pengetahuan  Ibu Menyusui Tentang ASI

Tingkat Pengetahuan Ibu Menyusui tentang ASI di peroleh dari jawaban
responden melalui kuisioner, yang kemudian dapat dikategorikan menurut analisa
frekunsi. Pengkategorian ini dilakukan sesuai dengan hasil scoring yang
ditetapkan dan dibagi atas tiga kategori yaitu Kurang, Cukup dan Baik.
Berdasarkan perhitungan mengenai tingkat pengetahuan ibu menyusui
tentang ASI  di wilayah desa Banjarwangunan dari 150 responden sebagian besar
pengetahuan ibu tentang ASI dikategorikan  baik  yaitu 100 responden (66,7 % ),
sebanyak 49 ( 32,7 % ) responden  masuk kategori cukup dan kategori kurang 1
responden atau ( 0,7 % ) . melihat gambaran tersebut diatas sebagian besar  ibu 085224959417
menyusi di Desa Banjarwangunan ini memahami pengetahuan tentang ASI .

B. Hubungan Antara Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu
Menyusui Tentang ASI

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu tentang
ASI diantaranya : pendidikan, umur, paritas dan pendapatan keluarga. dibawah
ini akan dibahas dan berikut ini adalah .hasil penelitian yang berkaitan dengan
karakteristik tersebut.
1. Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui berdasarkan Pendidikan .
Berdasarkan hasil penelitian dari 150 responden paling banyak
responden yaitu berpendidikan rendah sebanyak 91 responden ( 67,7 % ) dan
yang sedikit adalah responden pendidikan tinggi yaitu 59 responden(39,3 %).
Tetapi responden yang berpengetahuan baik adalah yang berpendidikan
tinggi sebanyak 52 responden ( 88,1 % ) sedangkan yang pengetahuanya
kurang adalah pendidikan rendah yaitu 1 responden (1,1 %).
  Hasil uji statistik dengan Chi-Square menunjukan bahwa terdapat
hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan tingkat
pendidikan, dengan P Value 0,000 ( a = 0,05 ).
Menurut hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan tinggi
hasilnya pengetahuan tentang ASI lebih baik. Tentu saja hal tersebut harus
ditunjang oleh prilaku ibu dengan memberikan ASI nya, dan terus mencari
informasi tentang ASI baik di media cetak maupun elektronik. 
Menurut Kuncoro Ningrat (1997) Hal ini terjadi pada ibu dengan
pendidikan tinggi mereka lebih mudah menerima informasi sehingga makin
banyak pengetahuan yang dimiliki.Sebaliknya pendidikan yang kurang dapat
menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai baru yang
diperkenalkan  085224959417
Menurut Erica dan Amstrong (1994) bahwa pendidikan yang makin
tinggi dan baik akan meningkatkan pemahaman seseorang terhadap sesuatu
permasalahan. 
Dengan demikian,seseorang dengan tingkat pendidikan yang lebih
tinggi cenderung untuk meningkatkan kualitas hidupnya, sehingga dalam
mencapai keselamatan dan kebahagian hidup seseorang yang akan terus
menerus meningkatkan pengetahuan yang menunjang bagi kesehatan baik
dirinya, keluarga dan lingkungan sekitarnya.
.
     



--------------------------------------- 48

 48
                       
2. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang ASI Terhadap Ibu Menyusui Berdasarkan       
          Umur.

                  Berdasarkan hasil penelitian dari 150 responden paling banyak responden  
yaitu pada golongan umur yang tidak beresiko ( 20-35 tahun )sebanyak 132
responden (88,0%) dan yang paling sedikit adalah yang beresiko ( <20 dan >
35 tahun ) yaitu 18 responden (12, 0 %). Sedangkan Responden yang
berpengetahuan baik adalah sama-sama responden yang tidak beresiko
maupun yang beresiko. Yang beresiko 12 responden ( 66,7 % ) dan yang
tidak beresiko yaitu 88 responden ( 66,7 % ) sedangkan yang pengetahuan
kurang terdapat pada  golongan yang tidak beresiko yaitu 1 responden       
(0,8 %) ..
       Hasil uji statistic dengan  Chi-square  menyatakan  bahwa tidak   terdapat 
Hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan golongan 
umur dan hasil P value 0,933 ( a = 0,05 ).
Menurut hasil penelitian bahwa golongan umur tidak mempengaruhi
pengetahuan tentang ASI hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan dan
social budaya, dimana manusia saling berinteraksi satu sama lain sehingga 
085224959417
cenderung memperoleh informasi yang mudah dan dapat memperluas
pengetahuan khususnya mengenai ASI meskipun usianya lebih muda.
       Hal ini tidak sesuai dengan pendapat Budiarto (2001) : Semakin manusia 
mencapai kedewasaan semakin bertambah pula pengetahuan yang diperoleh.
Karena pengetahuan bisa saja diperoleh dari berbagai cara dan kemauan dari
pribadi seseorang.

      3.   Hubungan Pengetahuan Tentang ASI Terhadap Ibu Menyusui Berdasarkan 
            Paritas
           



--------------------------------------- 49

 49
  Hasil penelitian dari 150 responden  yang palig banyak responden yaitu 
             Multipara atau yang mempunyai 2-3 anak sebanyak 73 responden (48,7%)
dan yang paling sedikit responden grademultipara  yaitu 16 responden
(10,7%) . Dan pengetahuan yang paling baik pada multipara  yaitu 51
responden (69,9%) sedangkan pengetahuan yang kurang juga pada multipara
yaitu 1 responden (1,4 %).
                        Menurut hasil uji statistik dengan Chi-Square bahwa tidak terdapat
hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI dengan Paritas.
dengan P value 0,813 ( a = 0,05 ).
                       Hasil penelitian disini  menunjukan bahwa paritas tidak telalu
mempengaruhi pengetahuan tentang ASI. Paritas yang banyak  yaitu pada
grandemultipara tidak menjamin ibu lebih baik pengetahuan tentang ASInya
kadang mereka hanya sekedar memberikan ASI nya tanpa tahu manfaat dan
kandungan gizi yang terdapat dalam ASI.
                      Oleh karena itu hendaknya bidan harus memberikan informasi tentang
ASI sejak ibu dalam masa hamil maupun setelah ibu melahirkan atau pada
waktu PNC. Pengetahuan juga bisa di  dapat dari berbagai cara baik dengan
membaca, menonton televisi atau informasi - informasi lainnya. 
                       Jadi pritas bukan jaminan bahwa pengetahuan ASI nya lebih baik. Bisa 085224959417
saja yang mempunyai sedikit anak mereka dapat memperoleh dan mencari
pengetahuan tentang ASI agar dapat bermanfaat bagi bayi mereka.

4. Hubungan Pengetahuan Tentang ASI Terhadap Ibu Menyusui Berdasarkan
Pendapatan keluarga

                  Berdasarkan hasil penelitian dari 150 responden lebih banyak responden  
         Dengan pendapatan  e 746.000 yaitu sebanyak 87  orang ( 58,0 % ) dan
pendapatan kurang < 746.000 sebanyak 63 responden ( 42,0 % ) sedangkan
yang berpengetahuan baik tentang ASI ada pada pendapatan lebih atau sama



--------------------------------------- 50

 50
dengan 746.000 yaitu 65 responden ( 74,7 % ) dan 1 responden berpengetahuan
kurang ( 1,6 % )terdapat pada pendapatan kurang dari 746.000. 
Berdasarkan penghitungan dengan Chi Square menunjukan terdapat
hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan pengetahuan
tentang ASI. Dengan P value 0,033 ( a = 0,05 ). 
Hasil penelitian di dapatkan bahwa pendapatan keluarga yang lebih dari
atau sama dengan 746.000 pengetahuannya lebih baik. Hal ini kemungkinan
disebabkan yang berpendapatan d 746.000 dapat memperoleh pengetahuan
tentang ASI dengan mudah dengan media Elektronik misalnya Radio, televisi
dan lain-lain.
 Informasi akan mudah di dapat dan pada kelompok keluarga yang
berpenghasilan lebih dari tersebut diatas akan cenderung lebih baik hal ini
disebabkan oleh pola hidup yang baik dan mempunyai kesadaran tinggi
terhadap kesehatan pada keluarganya. Akan tetapi golongan keluarga yang
berpendapatan kurang biasanya mereka tidak terlalu memperhatikan atau
menganggap pengetahuan tentang ASI ini tidak penting dan cenderung
kesadaran  tentang hidup sehat kurang,  hal ini dikarenakan keluarga tersebut
lebih mementingkan kelangsungan hidup mereka dari segi ekonomi.   
 085224959417








    
       



--------------------------------------- 51

 51


BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN



A. KESIMPULAN 
 Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan
dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI yang dilaksanakan mulai tanggal 20
Mei 2009 sampai dengan 20 Juni 2009 di Desa Banjarwangunan Kecamatan .........
Kabupaten ........... dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI  berdasarkan pendidikan
pada umumnya baik terutama pada tingkat pendidikan tinggi dan terdapat
hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan ibu menyusui tentang
ASI .
2. Tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan umur, baik
umur yang tidak beresiko maupun yang beresiko sama-sama baik, tetapi 085224959417
tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur dengan pengetahuan
ibu tentang ASI .
3. Tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan paritas rata-
rata baik terutama pada paritas 2 - 3, tetapi tidak terdapat hubungan yang
bermakna antara paritas dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI .
4. Tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang ASI berdasarkan pendapatan
keluarga dikategorikan baik terutama pada pendapatan  lebih atau sama
dengan 746.000 dan terdapat hubungan yang bermakna antara pendapatan
keluarga dengan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI.  
   



--------------------------------------- 52

 52


B. SARAN
 Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis memberikan saran-saran
sebagai berikut :

1. Bagi Institusi Puskesmas
Pada pihak Puskesmas hendaknya menyediakan sarana baik berupa
poster-poster dan buku bacaan yang berkaitan dengan pengetahuan
tentang ASI sehingga baik petugas maupun ibu menyusui dapat lebih
mudah memperoleh informasi.
2. Bagi Tenaga Kesehatan
Tenaga kesehatan khususnya bidan jangan segan-segan untuk menambah
wawasan berkaitan dengan ASI, informasi tersebut dapat diperoleh
dengan cara membaca buku atau menggali dari sumber lain seperti media
Internet dan lain-lain dengan harapan bisa mengaplikasikan pengetahuan
bidan kepada pasien ibu-ibu pada umumnya dan khususnya pada ibu
menyusui .
3. Bagi Peneliti 085224959417
Diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor
yang berhubungan dengan pengetahuan tentang ASI berdasarkan
karakteristik lainya, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi
yang baik dan bermanfaat bagi dunia pendidikan khususnya dan bidang
kesehatan pada umumnya . 










--------------------------------------- 53

 53
KUESIONER 
PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSLUSIF 


A. Biodata Responden 
Kode Responden  :                                                  (diisi oleh petugas)
Nama   : 
Umur   : 
Pendidikan  : 
Anak ke   :
Pendapatan keluarga Rp. 746.000 / bulan :   a. < 746.000
( UMR Kab. ........... Januari 2009 )    b. e 746.000

B. Pertanyaan tentang ASI Ekslusif
Jawablah pertanyaan dibaawah ini dengan tanda ( V ) pada kolom yang tersedia 

Jawaban 
No Pertanyaan
Ya Tidak
 
1 ASI adalah makanan utama bagi bayi
085224959417
ASI adalah makanan terbaik dan sempurna bagi bayi, karena  
2 mengandung semua zat gizi yang sesuai dengn kebutuhan
untuk pertumbuhan dan perkembangan gizi.
 
3 ASI Ekseklusif diberikan selama 4 bulan
 
ASI eksklusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa
4
diberi makanan, minuman cair maupun susu formula
 
Pemberian ASI dapat mempererat hubungan antara ibu dan
5
bayi





--------------------------------------- 54

 54
Jawaban 
No Pertanyaan
Ya Tidak
 
Manfaat ASI bagi bayi sebagai zat pelindung atau antibody
6
yang dapat melindungi bayi selama 5 - 6 bulan pertama
 
7 Apakah bayi yang di beri ASI lebih sehat
 
8 Manfaat ASI bagi keluarga  adalah menghemat biaya
 
Manfaat ibu menyusui bayi yaitu mengurangi resiko kanker
9
payudara
 
10 Menyusui dapat merubah bentuk payudara ibu
 
Manfaat lain dari pemberian ASI eksklusif adalah sebagai
11
salah satu metode kontasepsi
 
12 ASI sebaiknya diberikan sesegera mungkin
Air susu ibu yang keluar pada hari pertama setelah bayi lahir  
13 dan berwarna kekuning - kuningan sebaiknya di buang karena
tidak bermanfaat
085224959417
 
14 Colostrum adalah ASI yang pertama keluar
 
Colostrum adalah cairan yang bermanfaat untuk kekebalan
15
bagi bayi
 
16 Bila bayi tidak diberi ASI dapat berakibat mudah sakit.
 
Posisi ibu dalam menyusu dapat mempengaruhi dalam
17
menyusui




--------------------------------------- 55

 55
Jawaban 
No Pertanyaan
Ya Tidak
 
Bayi merasa cukup apabila bayi melepaskan puiting susu
18
sendiri
 
Bingung puting adalah bayi yang tidak mau menyusui ibunya
19
akibat diberi susu botol 
 
20 ASI dapat disimpan 2 x 24 jam dalam lemari es 
 
21 Bila puting susu terjadi lecet maka sebaiknya ASI di hentikan 
 
Bayi perlu di susui dari kedua payudara setiap kali menyusui
22
secara bergantian 
 
23 Ibu boleh menyusui dengan satu payudara saja 
 
Bayi sebelum berumur 6 bulan, selain ASI boleh di beri susu
24
susu formula 
 
25 Susu formula dapat membuat bayi menjadi gemuk dan sehat, 
 
26 Bahaya susu formula diantaranya mencret 
085224959417
 
27 MP ASI adalah makanan pendamping ASI
 
Setelah makanan pendamping ASI diberikan ASI boleh di
28
hentikan.
 
29 Pemberian ASI  tidak perlu di dukung oleh ayah
 
30 ASI eksklusif memerlukan peran serta dan dukungan keluarga. 







--------------------------------------- 56

 56
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto S, 2002
Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Rineka Cipta.Jakarta

Anton Baskoro, 2009
ASI panduan praktis ibu menyusui. Banyu Media. Jogjakarta. 95 hlm

Budiarto Eko, 2001
Biostatistik untuk kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. EGC, Jakarta 309 hlm

Depdiknas, 2008
Kamus besar bahasa Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Depkes, 2002
Petunjuk pelaksanaan penetapan indikator menuju Indonesia sehat 2010.
Depkes RI Jakarta.

Dorlan, WA.Neuman, 2002
Kamus Kedokteran Dorlan. EGC Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar