Senin, 18 April 2011

Batu Bulimia


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Batu saluran kemih adalah suatu keadaan adanya batu di dalam saluran kemih dan merupakan keadaan yang tidak normal di dalam ginjal mengandung komponen kristal dan matrik organic.
Batu buli sering terjadi pada orang dewasa 12 % orang lanjut usia sekitar 70 tahun dan yang tersering adalah laki-laki.
Frekuensi tersering adalah sekitar 4 – 5 orang /1000 dan lebih banyak terjadi pada laki-laki.
Berdasarkan hal tyersebut penulis tertarik untuk menguraikan askep pada klien dengan batu buli yang dilakukan di ruang Cempaka lantai V RSUD Pasar Rebo.

B.     TUJUAN PENULISAN

1.      Tujuan Umum
Mahasiswa/I mampu menerapkan dan memperoleh pengalaman secara nyata dalam memberikan Asuhan Keperawatan pada klien dengan Batu Buli dan memperoleh gambaran dalam pelaksanaan Askep pada klien dengan Batu Buli di lantai V ruang Cempaka RSUD Pasar Rebo.
2.      Tujuan Khusus
a.       Melakukan pengkajian keperawatan pada klien dengan Batu Buli.
b.      Menentukan masalah keperawatan pada klien dengan Batu Buli.
c.       Merencanakan tindakan keperawatan pada klien dengan Batu Buli.
d.      Melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan Batu Buli.
e.       Mengidentifikasi antara kesenjangan yang terdapat antara teori dengan kasus.



C.    RUANG LINGKUP
Dengan adanya keterbatasan waktu dan tempat yang telah di tentukan, pengambilan kasus ini dibatasi pada klien Tn S dari tanggal 7 – 11 Maret 2005 di lantai V ruang Cempaka RSUD Pasar Rebo.

D.    METODE PENULISAN
Adapun metode penulisan makalah ilmiah ini adalah metode deskriptif antara data yan didapatkan melalui :
1.      Observasi
Pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke klien untuk mengetahui keadaan umu klien saat ini.
2.      Wawancara
Penulis mendapatkan informasi secara langsung atau tidak langsung dari klien, istri klien dan perawat ruangan, untuk memperoleh data lengkap dan akurat.
3.      Dokumentasi
Metode pengumpulan data melalui buku-buku catatan kuliah serta dokumen lain yang tersedia diRumah Sakit.
4.      Studi Kepustakaan
Membaca buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang di bahas.

E.     SISTEMATIKA PENULISAN
Penyusunan makalah ini terbagi atas lima bab yang terdiri dari :
BAB I                : Terdiri dari latar belakang masalah, tujuan penulisan, ruang lingkup, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II               :  Tinjauan teoritis yang membahas tentang pengertian, patofisiologi yang meliputi etiologi, manifestasi klinis, proses penyakit. Komplikasi pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan medis serta pendekatan proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan dan evaluasi .
BAB III             :  Tinjauan kasus yaitu merupakan laporan kasus yang di tangani penulis dengan pendekatan proses keperawatan.
BAB IV             :  Pembahasan yaitu analisa penulisan terhadap  kesenjangan antara teoritis dan kenyataan dalam proses keperawatan yang meliputi kejadian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap aktivitas masalahnya
BAB V               :  Penutup yaitu kesimpulan dan saran.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
BATU SALURAN KEMIH (BATU BULI)

A.    PENGERTIAN

·         Batu saluran kemih adalah suatu keadaan adanya batu didaalm saluran kemih.
·         Merupakan keadaan tidak normal di dalam ginjal. Mengandung komponen kristal dan matrik organik

B.     ETIOLOGI
Ada beberapa faktor yang mendukung
·         Herediter
·         Obstruksi
·         Adanya infeksi
·         Dehidrasi
·         Immobilisasi
·         Peningkatan produksi asam urat
·         Intake vitamin D

Sedangkan batu kalsium (kalsium akfalat / fospat)
·         Hiperkalsivria
·         Hiperoksalvira
·         Hiperurikasuria
·         Hipositraturia
·         Ginjal sponglosa medular
·         Batu asam urat
·         Batu struvil
·         Batu sistin

C.    INSIDEN
·         Sering terjadi peda orang dewasa 12 % orang lanjut usia         70 tahun         batu ginjal          pada laki-laki
·         Fekuensi tersering   = >   batu ginjal
Rata-rata 4 – 5 orang/1000
·         Probabilitas berulang + 50 % dlam 5 – 40 tahun
·         Lebih banyak terjadi pada laki-laki

D.    PATOFISIOLOGI
Pembentukan batu saluran kemih memerlukan keadaan supersaturasi dalam pembentukan batu. Inhibitar pembentuk batu di jumpai dalam air kemih normal.
Batu kalsium aksalat dengan inhibitor  sitrat dan glikoprotein. Beberapa promotor dapat memacu pembentukan batu seperti asam urat, memacu batu kalsium oksalat, aksi reaktan dan inhibitor belum dikenali sepenuhnya. Ada dugaan proses ini berperan pada pembentukan awal atau nukleasi kristal, progresi kristal, atau agregatasi kristal.













·         Usia
·         Jenis kelamin
·         Profesi
·         Mentalitas
·         Konstitusi nutrisi
·         Musim
·         Ras

·         keturunan

·         kelainan morfologi
·         gangguan aliran kemih
·         infeksi saluran kemih
·         kelainan metabolik

·         faktor genetik

Ekresi bahan pembentuk batu meningkat
Ekresi inhibitor kristal menurun
Perubahan fisioblokimiawi supersaturasi



 

·         Kelainan kristaluria
·         Agregatasi kristal
·         Pertumbuhan kristal












BATU SALURAN KEMIH
 
 




E.     MANISFESTASI KLINIS
·         Nyeri            tergantung lokasi         Colic Ronal, colic ureter, renal colic dimulai dari daerah lumbal, menyebar ke samping dan turun ke testis dan blader.
Colic ureter        menyebar ke genitalia         ke daerah paha. Bia nyeri berat       disertai dengan nausea, vomit, panas, keringat meningkat dan cemas
·         Nyeri dapat berlangsung beberapa menit, beberapa resisten terhadap narkotik
·         Nyeri dapat bersifat resisten
·         Nyeri berkurang         batu ke vesika urinaria        batu buli
·         Obstruksi gangguan lama

F.     PENATALKSANAAN MEDIS
1.      Mechanical Interventiod
·         ESWL ( Ekstracarparetal Shock Wave Lytrotripsi )
Memecahkan batu dengan gelombang elektrik
·         Menjerat batu dengan uretenal cathere dengan bantuan bystocopi
2.      Manajemen Farmokologi
·         Batu calsium        pengobatan tidak ada
·         Batu asam urat        Allopurial
3.      Manajemen Diet
·         Diet rendah kalsium, axalat
·         Diet rendah purine
4.      Pembedahan
Periscostarecus litrotripsi        pengangkatan  batu dengan forcep dengan bantuan.
5.      Nefroscopy
·         Pembedahan pyelolithotomy
·         Nefrectomy

G.    ASUHAN KEPERAWATAN

1.      Pengkajian
Riwayat keperawatan
·         Riwayat penyakit infeksi ginjal
·         Penyakit batu dan obstruksi saluran kemih
·         Penggunaan obat-obatan
·         Penyakit endokrin, vaskuler dan jantung
·         Pola berkemih, penambahan BB, edema

Riwayat penyakit batu
·         Jenis kelamin, usia, pekerjaan, infeksi dan penggunaan obat-obatan
Px Fisik
·         Aktivitas, istirahat dan tidur (lelah, lemah, ROM yang menurun)
·         Sirkulasi (palpitasi, angina, orthostatik hypotensia)
·         Eliminasi (nyeri, penurunan frekuensi berkemih)
Px. Lab
·         Urine :       laboratorium urine, sample dan air kemih, pemeriksaan Ph, berat jenis air kemih, sedimen air kemih untuk menentukan hematuria, leukosituria dan kristaluria .
·         Pengukuran Ph. Air kemih
·         Penampungan air kemih dengan bahan pengawet 10 ml timol 5 % di dalam isopropanol untuk 2 L, atau 15 ml HCL 6 N
·         Pemeriksaan serum
·         Mengikuti protocol, diet

2.      Diagnosa Keperawatan Post Op
·         Kecemasan b/d pembedahan
·         Perubahan eliminasi urine b/d stimulasi kandung kemih oleh batu
·         Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d iritasi akibat pergerakan batu
·         Resiko tinggi terjadinya infeksi b/d adanya insisi bedah
·         Resiko cedera b/d post operasi
·         Kurang pengetahuan tentang pencegahan berulang b/d kurang informasi

3.      Intervensi
Diagnosa I
·         Monitor TTV
·         Kaji tingkat kecemasan klien
·         Motipasi klien untuk tidak cemas
·         Identifikasi hal yang dapat mengurangi kecemasan
·         Pertahankan kontak dengan klien
Diagnosa II
·         Awasi intake dan out put urin dan karakteristiknya
·         Tentukan pola berkemih normal
·         Selidiki kandung kemih penuh
·         Kolaborasi
Px. Lab :    elektolit, BUN, kreatinin
Obat          antibiotik
                  Diamok
                  Ammonium klorida
Diagnosa III
·         Catat lokasi, durasi
·         Jelaskan penyebab nyeri
·         Ajarkan teknik relaxasi dan distraksi
·         Berikan analgetik
Diagnosa IV
·         Kaji ulang proses penyakit
·         Diet rendah purin (daging berlemak, gandum, alcohol)
·         Diet rendah kalsium (susu, keju, sayur berdaun hijau)
·         Diet rendah oxalat (coklat, bayam, minuman mengandung cafein

4.      Evaluasi
·         TTV dalam batas normal
·         Klien tidak cemas menghadapi operasi
·         Intake cairan dan out put cairan balance
·         Hasil lab. : kretinin, BUN (dalam batas normal)
·         Skala nyeri berkurang
·         Tidak ada tanda-tanda infeksi
·         Infeksi tidak terjadi


BAB III
TINJAUAN KASUS


A.    Identitas pasien
Nama                                          : Tn. S
Jenis kelamin                              : Laki-laki
Usia                                            : 60 tahun
Status perkawinan                      : Belum menikah
Agama                                        : Islam
Suku bangsa                               : Sunda
Pendidikan                                 : SMU
Bahasa yang digunakan             : Indonesia
Pekerjaan                                    : Karyawan swasta
Alamat                                       : Jl. Malaka Gg. Bambu ketung, Cilangkap
Diagnosa medis                          : Batu Saluran Kemih
Sumber biaya                             : Pribadi
Sumber informasi                       : Pasien dan keluarga

B.     Riwayat perawatan
1.      Riwayat Kesehatan Sekarang
a.       Alasan masuk rumah sakit
Klien mengeluh pada saat BAK sakit
b.      Keluhan utama
Klien mengeluh BAK sakit dan kencing sedikit-sedikit
c.   Kronologis keluhan
                  Faktor pencetusnya karena klien BAK sakit, timbulnya keluhan bertahap, lamanya keluhan 2 tahun, upaya untuk mengatasinya minum obat yang di jual bebas.
2.      Riwayat kesehatan masa lalu
a.       Riwayat imunisasi
Klien diimunisasi lengkap pada waktu kecil
b.      Riwayat alergi
Klien alergi terhadap kalium
c.       Riwayat kecelakaan
Klien tidak mengalami riwayat kecelakaan kecuali saat ini
d.      Riwayat di rawat di rumah sakit
Klien tidak pernah dirawat di RS
e.       Riwayat pemakaian obat
Klien pernah menggunakan obat-obatan seperti jamu

3.      Riwayat kesehatan keluarga (Genogram dan Keterangan)


 







Keterangan:
                     : Laki-laki
                     : Perempuan
                     : Serumah
                     : Klien dengan diagnosa
                     : Meninggal karena tua

4.      Riwayat psikososial dan spiritual
Orang yang terdekat dengan klien adalah istrinya, interaksi dalam keluarga baik, klien mengatakan bila stress dilakukan pemecahan masalah, klien harapannya ingin cepat sembuh dan tidak terulang lagi penyakit batu ginjalnya. Nilai-nilai yang bertentangan dengan kesehatan tidak ada, aktivitas klien dalam hal kepercayaan adalah shallat lima waktu dan mengaji.
5.      Kondisi lingkungan rumah
Lingkungan rumah sangat bersih
6.      Pola kebiasaan sehari-hari
Nafsu makan klien baik, klien makan 3 x/hari, jenis makanan di rumah nasi, lauk pauk, dan ikan, ada alergi yaitu kallium, pola eliminasi BAK klien 5 x/hari dengan warna kuning kemerahan, keluhan sehabis BAK, frekuensi BAB 1 x/hari waktunya tidak tentu, warna kuning kecoklatan dan keluhan tidak ada. Klien terbiasa mandi 2 x /hari dengan memakai sabun dan kebiasaan menggosok gigi 2 x/hari yaitu pagi dan sore hari. Pola istirahat dan tidur klien biasanya tidur 8 jam sehari. Kebiasaan klien sebelum tidur yaitu membaca buku. Kegiatan klien sehari-hari klien bekerja sebagai karyawan swastadan kegiatan waktu luang adalah jalan-jalan ke mall. Tidak ada pola kebiasaan klien yang mempengaruhi kesehatan seperti : merokok, minuman keras dan ketergantungan obat.

C.                Pengkajian fisik
1.      Sistem penglihatan
Posisi mata simetris, kelopak mata normal, gerakan normal, konjungtiva normal,  sclera anikterik, pupil isokor, otot mata tidak ada kelainan dan secara umum fungsi penglihatan klien tidak ada gangguan secara visual maupun peradangan.
2.      Sistem pendengaran
Daun telinga normal, tidak ditemukan rasa sakit saat digerakan, serumen tidak tampak, kondisi telinga normal, cairan tidak ada, tinitus tidak ada, klien tidak memakai alat Bantu pendengaran. Disimpulkan secara umum system pendengaran klien tidak ada masalah.
3.      Sistem wicara
Klien tidak mengalami gangguan bicara

4.      Sistem pernafasan
Dalam sistem pernafasan klien tidak ditemukan adanya kesulitan dalam pernafasan, frekwensi bernafas 24 x/mnt
5.      Sistem cardiovaskuler
Hasil pengukuran didapatkan nadi = 84 x/menit, irama teratur,. TD 140/80 mm Hg, tidak ada peningkatan vena jugularis, temperatur kulit hangat, warna kulit tidak pucat, edema tidak ada.
6.      pemeriksaan laboratorium
Didapatkan Hb : 15,9 gr/dl, Ht 47 Vol %, leukosit : 111.300 ul, Eritrosit 5,4 juta / ul, Klien tidak mengeluh sakit.
7.      Sistem saraf  pusat
Tingkat kesadaran klien compos mentis, reaksi terhadap cahaya pada mata kiri dan kanan normal, GCS : E 4, M 5, V 6 tidak ditemukan adanya peningkatan TIK.
8.      Sistem pencernaan
Tidak caries, klien tidak menggunakan gigi palsu, lidah tidak kotor, klien tidak muntah dan mual, nafsu makan baik, tidak ada nyeri daerah perut, kebiasaan BAB 1 x/hari, bising usus 15 x/menit, hepar tidak teraba, abdomen tidak kembung.
9.      Sistem endokrin
Napas tidak berbau keton, pengeluaran keringat normal, pembesaran kelenjar tyroid tidak ada.
10.  Sistem urogenital
BAK rutin 5 x/hari terkontrol jumlahnya 1000 cc/24 jam, warna kuning kemerahan tidak ada distensi kandung kemih keluhan sakit pinggang dan sakit BAK dan pembesaran kelenjar prostat tidak ada kelainan pada sanitalia..
11.  Sistem integumen
Turgor kulit sedang, tekstur baik, kebersihan baik, keadaan rambut tekstur baik dan bersih, terdapat luka insisi di abdomen ukuran + 10 cm keadaan tidak da tanda-tanda infeksi.
12.  Sistem Moskuluskeletal
Tidak ada kesulitan dalam pergerakan, tidak ada kelainan bentuk tulang dan sendi
13.  System Kekebalan Tubuh
Suhu 36 oC, Berat badan sebelum sakit 65 kg, sesudah sakit 65 kg, tidak ada masalah dan pembesaran kelenjar getah bening.

D.    Pemeriksaan penunjang
Tanggal 06 Maret 2005
·         Ureum 33,5 (20 – 40)
·         Kreatinin 1,2 (0,5 – 1,5)
·         WBC 11,03 (5 – 10)
·         RBC 5,69 (4 – 5,5)
·         MCV 81,2 (82 – 92)
Hematology tanggal 06 Maret 2005
·         Hb. 15,9 (14 – 18)
·         Leukosit 11,300 (5 – 10000)
·         Trombosit 250

E.     Penatalaksanaan
Tanggal 07 Maret 2005
·         Toradol 1 x 30 mg
·         Cefmiaxone 1 x 1 mg
Tanggal 09 Maret 2005
·         Ranitidine 2 x 150 mg
·         Novalgin 3 x 500 mg
·         ciprofloxacine 2 x 500 mg


Operasi tanggal 07 Maret 2005
·         Terpasang infus asering 20 tts/menit
·         Terpasang cateter

F.     Resume kasus
Klien datang ke RSUD Pasar Rebo dengan keluhan sakit setelah baik. Lalu klien ke GADAR dan di USG ternyata ada batu di vesika urinaria dan klien di operasi tanggal 07 Maret 2005. pada saat pengkajian  TD : 140/80 mmHg,  S : 37 oC, RR : 24 x/mnt. Klien mengatakan cemasa akan di operasi, setelah post op klien mengatakan nyeri, klien di beri obat toradol 1 x 30 mg, cefriaxone 1 x 1 mg.

DATA FOKUS

TGL
DATA SUBYEKTIF
TGL
DATA OBYEKTIF
07/03
2005




08/03
2005




















·          Klien mengatakan cemas akan di operasi
·          Klien mengatakan takut pembedahan tidak berhasil

·          Klien mengatakan nyeri pada daerah post op
·          Klien mengatakan sakit
·          Klien mengatakan daerah post op tertutup verband
·          Klien mengatakan tidak tahu tentang batu buli
·          Klien mengatakan apakah batu buli masih bisa terulang lagi
·          Klien mengatakan tidak tahu makanan yang harus di pantang


07/03
2005











08/03
2005





·         Klien tampak cemas
·         Muka klien tampak tegang
·         Klien takut jika operasi tidak berhasil
·         TTV :
S    : 37 oC
N   : 86 x/mnt
RR : 28 x/mnt
TD : 140/90 mmHg
·         Klien dioperasi tanggal 07-03-2005

·         Klien tampak lemah
·         Klien tampak menahan nyeri
·         Skala nyeri 5
·         Terpasang balutan luka
·         Klien banyak bertanya tentang makanan yang harus di pantang
·         Klien bertanya apakah bisa terjadi lagi






ANALISA DATA

Nama / Umur           : Tn. S / 60 Tahun
No. Kamar/ Ruang   :  Cempaka
NO
DATA
MASALAH
ETIOLOGI
1
























2










3
















4

DS :
·         Klien mengatakan cemas akan di operasi
·         Klien mengatakan takut pembedahannya tidak berhasil
DO :
·         Klien tampak cemas
·         Muka klien tampak tegang
·         Klien takut jika operasi tidak berhasil
·         Klien rencana operasi tanggal 07-03-2005
·         TTV
TD : 140/90 mmHg
N   : 86 x/mnt
 S   : 37 0C
RR : 28 x/menit

DS :
·         Klien mengatakan nyeri pada daerah post op

DO :
·         Wajah klien pucat
·         Klien tampak lemah
·         Wajah klien tamppak menahan nyeri
·         Skala nyeri 5 (sedang)

DS :
·         Klien mengatakan post op tertutup kain kassa
·         Klien mengatakan balutan sudah dua hari belum diganti
DO :
·         Terpasang balutan luka
·         Panjang luka 10 cm.
·         Leukosit tanggal 06-03-05 11.300 /ul
·         TTV :
TD : 130/80 mmHg
N   : 80 x/mnt
 S   : 37 0C
RR : 22 x/menit
·         Tidak ada tanda-tanda infeksi

DS :
·         Klien mengatakan tidak tahu tentang penyebab batu buli
·         Klien mengatakan apakah masih bisa terulang lagi
·         Klien mengatakan tidak tahu makanan yang harus di pantang
DO :
·         Klien tampak bertanya tentang makanan yang harus di pantang
·         Klien banyak bertanya apakah bisa terjadi lagi
·         Klien bertanya tentang penyebabnya



cemas

















Gangguan rasa nyaman : nyeri









Resti infeksi














Kurang pengetahuan pada klien dan keluarga tentang kondisi dan prognosis
Kurangnya pengetahuan tentang proses operasi














Inkontinuitas jaringan lunak akibat luka operasi








Inkontinuitas jaringan lunak akibat luka operasi














Kurang informasi


DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama / Umur           : Tn. S / 60 Tahun
No. Kamar/ Ruang   : Cempaka
NO
DIAGNOSA
TGL
DITEMUKAN
TGL
TERATASI
PARAF
I























II













III



















IV

Cemas b/d kurangnya pengetahuan tentang proses operasi
Ditandai dengan :
DS :
·         Klien mengatakan cemas akan di operasi
·         Klien mengatakan takut pembedahannya tidak berhasil
DO :
·         Klien tampak cemas
·         Muka klien tampak tegang
·         Klien takut jika operasi tidak berhasil
·         Klien rencana operasi tanggal 07-03-2005
·         TTV
TD : 140/90 mmHg
N   : 86 x/mnt
 S   : 37 0C
      RR : 28 x/menit




Gangguan rasa nyaman : nyeri b/d inkontinuitas jaringan lunak akibat luka operasi
Ditandai dengan :
DS :
·         Klien mengatakan nyeri pada daerah post op
DO :
·         Wajah klien pucat
·         Klien tampak lemah
·         Wajah klien tamppak menahan nyeri
·         Skala nyeri 5 (sedang)

Resti infeksi b/d inkontinuitas jaringan lunak akibat luka operasi
Ditandai dengan :
DS :
·         Klien mengatakan post op tertutup kain kassa
·         Klien mengatakan balutan sudah dua hari belum diganti
DO :
·         Terpasang balutan luka
·         Panjang luka 10 cm.
·         Leukosit tanggal 06-03-05 11.300 /ul
·         TTV :
TD : 130/80 mmHg
N   : 80 x/mnt
 S   : 37 0C
RR : 22 x/menit
·         Tidak ada tanda-tanda infeksi

Kurang pengetahuan pada klien dan keluarga tentang kondisi dan prognosis
Ditandai dengan :
DS :
·         Klien mengatakan tidak tahu tentang penyebab batu buli
·         Klien mengatakan apakah masih bisa terulang lagi
·         Klien mengatakan tidak tahu makanan yang harus di pantang
DO :
·         Klien tampak bertanya tentang makanan yang harus di pantang
·         Klien banyak bertanya apakah bisa terjadi lagi
·         Klien bertanya tentang penyebabnya


07/03/05























08/03/05













08/03/05



















08/03/05
07/03/05























11/03/05













11/03/05



















10/03/05
Riana























Riana













Riana



















Riana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar