Senin, 18 April 2011

OKSIGENASI


 

A.     KONSEP OKSIGENASI

 

1.     Pengertian

Oksigenasi adalah transport dari atmosfer ke sel-sel tubuh dan karbondioksida dari sel-sel ke atmosfer, (Kozier, 1983).

Oksigenasi merupakan kebutuhan dasar fisiologis yang dibutuhkan oleh manusia untuk bertahan hidup, system tubuh yang sangat berperan dalam peemenuhan oksigen adalah system pernapasan.

Proses oksigenasi terdiri dari tiga bagian:
a.      Proses ventilasi
Yaitu gerakan tubuh pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar atau proses keluar masuknya udara.
b.      Proses difusi gas
Yaitu prses pertukaran gas diantara alveoli dan kapiler.
c.      Proses transport aktif/pasif
Yaitu transport oksigen masuk keseluruh tubuh, karbondioksida dari seluruh tubuh masuk ke paru-paru.

2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi Oksigen
a.      Proses pentilasi
1)      Oksigen atmosfer yang adequat
2)      Jalan nafas yang bersih
3)      Regulasi nafas
b.      Proses difusi
1)      Ketebalan membran alveoli dan kapiler
2)      Permukaan membran
3)      Koofisien divusi gas
4)      Tekanan keluar gas
c.      Proses transport gas
1)      Jumlah eritrosit
2)      Cardiac output
3)      Hematokrit darah

3.     Etiologi
Gangguan oksigen dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: Respirasi dan sirkulasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi sirkulasi antara lain:
a.      Ketinggian
b.      Lingkungan
c.      Emosi
d.      Latihan
e.      Status kesehatan
f.        Gaya hidup
Status respirasi dapat digambarkan melalui:
a.      Pola nafas
Kecepatan, volume, irama dan kesulitan nafas
1)      Kecepatan
-          Eupnea    : kecepatan teratur, normal dan mudah, tergantung pada usia.
-          Tacypnea : nafas cepat dan dangkal
-          Bradipnea : nafas lambat
-          Apnea       : nafas terhenti
1)      Volume
-          Hiper Pentilasi : peningkatan jumlah udara yang ditandai dengan nafas panjang dan dalam.
-          Hipo pentilasi   : pemenuhan jumlah udara didalam paru yang ditandai dengan nafas dangkal.
3)      Kesulitan bernapas
-          Dyspnea    : napas sangat sulit dan klien tampak tidak puas bernapas dan stress.
-          Orthropnea : mampu bernapas hanya dalam posisi duduk/berdiri.
b.      Suara nafas
c.      Pergerakan nafas
d.      Sekresi dan batuk

Status respirasi digambarkan melalui:
a.      Hate/nadi
b.      Tekanan darah
c.      Oksigenasi

4.     Kebutuhan Oksigenasi
Oksigenasi dalam tubuh dapat diukur menurut keperluan manusia sangat membutuhkan oksigen dalam hidupnya, kalau tidak mendapatkan selama 4 menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat diperbaiki dan bisa  menimbulkan kacau pikiran (anorexia). Serebralis bila oksigen tidak mencukupi maka warna darah merahnya hilang berganti kebiru-biruan, misalnya pada bibir, telinga dan kaki yang disebut dengan sianosis.

5.     Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala yang dapat ditemukan pada gangguan oksigen yang sering terjadi yaitu hipoxia.
a.      Tanda-tanda hipoxia dini:
1)      Nadi meningkat
2)      Nafas cepat dan dalam
3)      Cyanosis
4)      Lelah dan berkunang – kunang
5)      Distraksi interkosta dan substernal

b.      Tanda-tanda hipoxia berat
1)      Nadi lambat
2)      Sistolik
3)      Dyspnea
4)      Batuk
5)      Hemolysis
c.      Tanda-tanda hipoxia Kronis
1)      Fatique
2)      Letharge

6.     Penatalaksanaan medis
Prinsip penatalaksanaan medis menghilangkan edema bronkus hipersekresi, bronkopasme dan imbalans perfusi jaringan paru-paru, tindakan preventif juga penting pada pengobatan, misal menjauhkan bahan-bahan yang menjadi alergen pada asma atopik antara lain menyingkirkan binatang piaraan, seperti anjing, kucing, burung, ayam.

Penatalaksanaan selanjutnya adalah
a.      Pengobatan dengan obat-obatan
b.      Tindakan yang spesifik yang dilakukan pada penderita
c.      Tindakan yang spesifik yang tergantung bentuk penyakitnya, dan
d.      Pemberian oksigen 2.5-3 liter/menit.


B.     ASUHAN KEPERAWATAN OKSIGENASI

1.      Pengkajian
a.      Kaji tanda-tanda vital, RR, TD, N, suhu
b.      Kaji factor yang mempengaruhi fungsi pernapasan dan sirkulasi
c.      Kaji thorak paru dan jantung klien (kondisinya)
d.      Kaji tanda- tanda kronis lannya.

2.      Diagnosa Keperawatan
a.      Gangguan pemenuhan 02 b/d infeksi pada jaringan nafas
b.      Gangguan pola nafas b/d tidak efektifnya jalan nafas
c.      Bersihan jalan nafas tidak efektif b/d peningkatan produki secret.
d.      Gangguan pertukaran gas b/d ketidak seimbangan ventilasi perfusi
e.      Gangguan perfusi jaringan b/d penurunan aliran darah atau suplay 02 yang tidak adequate

3.      Intervensi Keperawatan
a.      Posisi
Ventilasi yang adequate dapat dipertahankan dengan cara, posisi:
1)      Beri posisi yang nyaman sehingga expansi paru maximal
2)      Rubah posisi untuk posisi bedrest
3)      Ambulasi
4)      Beri rasa nyaman
b.      Nafas dalam dan batuk efektif .
-          Anjurkan klien nafas dalam dan batuk efektif untuk membersihkan jalan nafas dan ambulasi < penumpukan > secret.
c.      Hidrasi yang adekuat
-          hidrasi yang adekuat dapat membantu  memberikan kelembaban pada saluran nafas.
d.      Memberikan lingkungan yang sehat.
-          Hindari ruang yang sesak , penuh asap rokok dll.

e.      Postural drainage.
-          Adalah penggunaan posisi tertentu untuk mengeluarkan secret/sputum yang ada didalam paru.
f.        Fisiotherapi dada
-          terdiri dari clopping dan vibrasi
g.      Therapy oksigen
-          therapy oksigen diberikan  pada orang yang mengalami hyposemik  diberikan melalaui  instruksi dokter ,jika darurat perawat dapat berinisiatif sendiri.
            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar