Senin, 18 April 2011

NUTRISI


 

A.     KONSEP NUTRISI

 

1.      Pengertian

Nutrisi adalah zat makanan yang mengandung elemen penting untuk membantu menunjang pungsi tubuh atau dengan kata lain nutrisi adalah apa yang dimakan seseorang dan bagaimana tubuh menggunakannya (critian dan orangar ).

Nutrisi adalah zat kimia benda organisme maupun organic yang terdapat dalam makanan yang di butuhkan untuk tubuh yang normal untuk mempertahankan pungsi tubuh yang normal tersebut, tubuh memerlukan nutrisi asosiasi yaitu, air, karbonhidrat, protein, lemak vitamin dan mineral.

a.      Karbohidrat (Cn (H2o) n)
Merupakan kimia organisme yang terdiri dari karbon (c) hydrogen (h2) dan oksigen (o2), karbonhidrat mudah larut dalam air dan mudah dicerna oleh tubuh dan 10% dikarnakan pencernaan mekanik di mulai dari mulut dan pencernaan kimia dimulai dari intestinal

Monosakarida diserap melalui mukosa intestinal kehepar melalui sirkulasi darah portal, dihepar diubah menjadi mukosa kemudian dilepaskan dalam aliran darah untuk mempertahankan kadar mukosa.

Polisakarida dan disakarida dipecah menjadi monosakarida, otot dan hati sudah penuh dengan glukagen, karbonhidrat yang berlebihan diubah menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan adipose.

Yang bertanggung jawab dalam gula darah adalah hormon insulin dan glukagon, gula kadar glukosa darah berlebihan, maka insulin akanbekerja untuk menyimpan dalam otot dan hati dalam bentuk glukagon, disebut glukonosis, dan bila kadar dalam darah rendah maka glukagon akan bekerja untuk memecah glukagon menjadi glukosa, proses ini disebut glukogenesis, fungsi utama dari karbonhidrat yaitu sebagai sumber energi utama.

b.      Protein
Protein merupakan komponen vital untuk melangsungkan kehidupan sel dan merupakan struktur komplek yang terbuat dari asam amino (Ca, h2, O2, dan N2 ) berdasarkan komposisis asam amino protein dapat digolongkan;
1)      Protein komplit (kualitas tinggi)
Mengndung asam amino asensial  cukup tinggi untuk pertumbuhan (protein hewan)
2)      Protein inkomplit
Kurang satu atau lebih asam amino asensial (protein nabati).

Asam amino asensial adalah asam amino tidak dapat dibentuk oleh tubuh.

Fungsi protein
1)      Mengganti protein yang hilang selama proses metabolisme
2)      Pembentukan jaringan selama masa pertumbuhan dan penyembuhan cidera, kehamilan dan laktasi.

c.      Lemak
Lemak dibentuk mengalami penggabungan gusorah dan asam lemak, setiap satu manit gusorah bergabung dengan tiga unit asam lemak yang disebut trigliserida yang terdapat dalam makanan.

Fungsi lemak;
1)      Sebagai sumber energi
2)      Ikut serta dalam membangun jaringan tubuh perlindungan organ-organ
3)      Perlindungan organ-organ
4)      Melarutkan vitamin A,D,E,K
5)      Penyekatan (isolasi) panas

Pencernaan dan penyerapan lemak dimulai dari avodenum diamulasikan oleh empedu dan dihialisis menjadi asam lemak bebas kemudian masuk ke sel-sel mukosa usus.

d.      Vitamin
Vitamin merupakan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang baik, yang sebagian besarnya harus didatangkjan diluar tubuh.
1)      Vitamin A (ratinol) tidak larut dalam air;

Fungsinya    :  proses melihat, metabolisme umum, proses retroduksi

Sumber        :  Hati, minyak ikan, susu, kuning telur, proses reproduksi.     
2)      Vitamin B komplek;
a)      Tiamin /vit B1 sebagai anti beri-beri
b)      Niasin/ niccotinamida, asam nikotinal, berfungsi sebagai anti pellagra (sindrom), kekurangan vit lesu, letih, nafsu makan berkurang, BB menurun.
c)      Ripoblavin/vit B2 sebagai unusr enzim
d)      Vitamin B6 (piridoksin, piridoksal, piridoksamin) sebagai koenzim.
e)      Kobalamin/vit12 sebagai factor antri anemia, sumber ; hati, daging, sayuran, padi-padian, ikan, telur, susu dan keju.
3)      Vitamin C atau asam askorbat sebagai pencegah penyakit sariawan dan penyembuhan luka bakar, mempermudah penyerapan zat besi.
4)      Vitamin D atau kolsiforon
Berfungsi meningkatkan absorpsi Ca dan dalam usus mendorong pembentukan garam-garam  Ca dalam jaringan, meningkatanya clearense phospat dalam tubuli gimjal, kekurangan vitamin D dalam jaringan bawah kulit (D3, C7 pehidrokoresterol) sinar ultraviolet, susu, margarin yang tidak diperkuat minyak ikan.
5)      Vitamin E berfungsi secara mendasar yaitu mencegah kerusakan saluran pengobatan supertif.
6)      Vitamin K (Manadion) berfungsi secara mendasar, yaitu:
a)      Sintesa protombin
b)      Sintesa faktor pembekuan II, VII, IV, X

Kekurangan Vitamin K hemoragik (perdarahan), sumber sayur-sayuran hijau, hati babi, sum-sum tulang.


e.      Mineral
      Berasal dari zat kimiawi anorganik terdiri dari Na, K, Cl, Ca, phospor, Mg, Fe, tembaga, yodium.

2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi
a.      usia dan pertumbuhan
b.      jenis kelamin
c.      iklim
d.      status kesehatan
e.      istirahat
f.        makan
g.      aktifitas
h.      pengobatan

3.      Fisiologi
Saluran pencernaan adalah saluran yang menerima makanan atau nutrisi dari luar tubuh dan menyiapkan nutrisi tersebut, untuk diserap oleh tubuh melalui proses pencernaan dengan bantuan enzim dan zat cair lainnya, mulai dari mulut sampai ke usus.

Nutrisi yang dapat dicerna dalam pencernaan melalui beberapa proses, antar lain:
a.      proses pencernaan, proses absorpsi, proses metabolisma dan reabsorpsi (penyerapan kembali)
1)      Proses pencernaan
Makanan masuk melalui saluran cerna pertama kali makanan masuk ke mulut dan di proses secara kimiawi dengan bantuan kelenjar saliva (kelenjar lidah) sampai berbentuk halus, bolus ditahan dan masuk ke esophagus sampai lambung, dilambung bolus diproses secara kimia dengan batuan asam lambung dan enzim lamfase, dilambung juga terjadi proses mekanmik untuk mencampur makanan supaya bersatu dengan asam dan secret lambung hingga berbentuk kamus.
2)      Proses absorpsi
setelah makan makanan dikelurkan dari lambung diteruskan ke usus halus dan usus besar selama berada di usus terjadi proses absorpsi yaitu berupa nutrisi asensial, air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral,
Proses absorpsi di usus bisa dipengaruhi oleh beberapa factor, antar lain:
a)      Faktor percampuran
b)      Faktor dorongan
c)      Faktor gerak, peristatik usus
3)      Proses metabolisme
Nutrisi esensial hasil penyerapan masuk ke pembuluh darah, proses metabolisme dalam tubuh dibagi dua, yaitu:
a)      Anabolisme (pembentukan)
b)      Katabolisme (proses perombakan)
4)      Proses reabsorpsi
Setelah proses metabolisme selesai sebagai zat yang yang tidak terpakai akan disimpan oleh tubuh di organ-organreabsorpsi tertentu seperti hati, apabila saatnya zat tersebut harus digunakan maka akan digunakan kembali oleh tubuh.
     

B.     ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI

1.      Pengakajian
Pengkajian nutrisi adalah bagian penting untuk mengetahui resiko  masalah nutrisi, hospitalisasi, resiko masalah nutrisi hospitalisasi, gaya hidup dan beberapa factor lain:
a.      Kelengkapan pengkajian nutrisi :
1)      Observasi intake dan output nutrisi
2)      Focus keperawatan mengenai riwayat diet klien
3)      Pengukuran fisik (antarabrometrik)
b.      Tes diagnostiuk (HB+HT, serum albumin)
Pengkajian pada pengukuran atro rometri diperlukan ukuran lingkar lengan atas dan tebal lemak kulit lengan maka ditemukan lingkaran otot lengan atas (lola)= (lingkar lengan atas (ILA). Ukuran normal lengan laki-laki=25.3cm, Wanita= 23.3cm.

2.      Diagnosa Keperawatan
a.      Gangguan pemenuhan kebutuahan nutirisi kurang dari kebutuhan b/d
-          Kesulitan menelan dan mengunyah
-          Anoreksia sekunder tahadap pemenuhan dan pengecap
-          Kesulitan atau ketidakmampuan untuk memperoleh makanan
-          Vomit dan diet yang tidak seimbang
b.      Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh b/d
-          Pola makan yang tidak teratur
-          Cara hidup mewah
-          Kebiasaan makanan yang tidak baik

3.      Intervensi Keperawatan
a.      Kaji batasan karakteristik
-          Resiko berat badan dan tinggi badan
b.      Kaji factor-faktor yang berhubungan dengan
-          Nafsu makan
-          Pola diet
-          Tingkat aktifitas
-          Makanan yang didapatkan
-          Pengetahuan tentang nutrisi
-          Factor resiko fisiologis
-          Obat-obatan
c.      Kaji tanda-tanda fisik
d.      Kaji factor yang berhubungan: kemampuan untuk mengunyah, menelan, dan makan sendiri
e.      Anjurkan klien untuk melakukan kebersihan mulut segera setelah makan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar