Senin, 18 April 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.S KELUARGA Tn.S DENGAN HIPERTENSI


ASUHAN  KEPERAWATAN  PADA  Ny.S  KELUARGA Tn.S
DENGAN  HIPERTENSI  SEDANG  DI  RT.03/RW.08 KELURAHAN CIGUGUR TENGAH-CIMAHI
TANGGAL 16 s/d 17 DESEMBER 2004



I.       PENGKAJIAN
A.    Data Umum
1.      Nama Kepala Keluarga                 : Tn.S
2.      Alamat                                          : Cigugur Tengah RT.03/RW.08
3.      Pekerjaan Kepala Keluarga           : Pensiunan
4.      Pendidikan Kepala Keluarga        : SD
5.      Komposisi Keluarga                     

NO
NAMA
J.K
HUB dgn K.K
UMUR
PENDIDIKAN
STATUS IMUNISASI
KET
BCG
POLIO
DPT
HEPATITIS
CAMPAK
1
2
3
4
1
2
3
1
2
3
1
Ny. S
P
Istri
56 th
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

2
Nn.K
P
Anak
16 th
STM
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö



6.      Genogram








 










Keterangan :
         : Laki-laki
         : Perempuan
         : Laki-laki Meninggal
         : Perempuan Meninggal
         : Klien
         : Tinggal Serumah
         : Hubungan Keluarga

7.      Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.S adalah keluarga inti yang terdiri dari suami, istri dan anak
8.      Suku Bangsa         : Sunda
9.      Agama                   : Islam

B.     Pola Kebiasaan Sehari-hari
1.      Kebiasaan makan dan minum
Kebiasaan makan keluarga tidak teratur antara 2-3 x/hari dan susunan nasi, tempe, tahu, sayur daging kadang-kadang.
Pantangan makan Ny.S tidak ada, habis dengan porsi ¾ piring begitu pula Tn.Y. kebiasaan minum keluarga sehari-hari menggunakan air putih, Tn.S kadang suka minta kopi dan teh.
2.      Kebiasaan tidur
Semua anggota keluarga jarang tidur siang kecuali An.K biasanya tidur siang selama 2-3 jam, sedangkan pada malam hari tidur jam 13.00 WIB s/d 15.00 WIB. Ny.S mengatakan sering terbangun oleh suara kendaraan, untuk Tn.S biasa tidur jam 22.00 WIB dan bangun pukul 4 pagi kadang tidak tidur bila ada sepak bola di TV.
3.      Waktu senggang
Keluarga Ny.S jarang berekreasi keluar rumah biasanya waktu liburnya dipakai nonton TV/jalan-jalan ke tetangganya.


4.      Kebiasaan kebersihan
Kebiasaan anggota keluarga mandi 2x sehari dengan memakai sabun dan keramas minimal 2x seminggu dan keluarga biasa menggosok gigi sambil mandi, jarang menggosok gigi setelah makan atau mau tidur, keramas 2x/minggu dan menggunakan sampo.

C.     Faktor Sosial-Budaya-Ekonomi-dan Spiritual
1.      Data social
Dalam kehidupan keluarga, walaupun sering terjadi perselisihan antara anggota keluarga, namun anggota keluarga dengan tetangga (lingkungan sekitar) belum pernah terjadi perselisihan. Di dalam masyarakat Ny.S aktif dalam organisasi PKK dan mengikuti kelompok pengajian yang rutin dilaksanakan seminggu sekali.
2.      Data Budaya
Keluarga Tn.S merupakan suku Sunda, dalam kehidupan sehari-hari biasa melaksanakan adat Sunda.
3.      Data Ekonomi
a.       Penghasilan
Penghasilan keluarga sepenuhnya dari Tn.S yaitu sebagai pegawai swasta dan pensiunan dengan penghasilan seluruhnya + 1.000.000/bulan.
b.      Rencana pengeluaran/bulan
Keperluan memasak                : Rp. 400.000
Pembayaran listrik                   : Rp.   25.000
Dan lain-lain                            : Rp. 200.000 +
Total                                         Rp. 625.000
c.       Simpanan uang keluarga
Ny.S mengatakan keluarganya tidak menyimpan uang di bank, tapi Ny.S selalu menyisihkan uangnya melalui arisan                          Rp. 20.000/minggu.


4.      Data Spiritual
Keluarga Tn.S menganut agama Islam, dan menurut pengakuannya Ny.S keluarganya rajin melakukan ibadah dan Ny.S sendiri sering melaksanakan pengajian rutin setiap minggunya, Ny.S juga menyadari bahwa penyakit yang dideritanya merupakan satu ujian dari Allah SWT.

D.    Faktor Lingkungan
1.      Karakteristik rumah
a.       Tipe rumah/status              :  Milik orang tua
b.      Tipe ukuran                       :  + 1,5 tumbak
c.       Jumlah ruangan                 :  Terdiri dari 3 ruangan yaitu : 1 kamar tidur, 1 ruang tamu, dan dapur.
d.      Letak                                 :  Rumah keluarga Tn.S terletak di RW.08 dan cukup jauh dari tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas) + 1,5 km. jarak antara rumah Tn.S dengan rumah tangga sangat padat dan rapat.
e.       Jenis bangunan                  :  Permanen
f.       Kondisi kesehatan rumah  :  Untuk ruang tamu, pengaturan alar rumah tangga kurang rapi, berhubung ruangannya sempit, dan untuk kebersihan rumah cukup bersih karena Ny.S selalu membersihkan rumah setiap hari.

2.      Ventilasi dan penerangan
a.       Ventilasi
Sirkulasi udara kurang, udara tidak bisa masuk melalui jendela, tetapi hanya bisa masuk melalui pintu yang terbuka.

b.      Penerangan
Kualitas penerangan baik, sinar matahari masuk ke dalam rumah melalui genting kaca dan jendela, sedangkan penerangan pada malam hari menggunakan lampu listrik.
3.      Persedian air
Sumber air berasal dari sumur gali pabrik, yang digunakan untuk keperluan mencuci dan mandi, sedangkan untuk minum dan memasak keluarga Tn.S membeli secara mkroskopis keadaan air bersih tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna.
4.      Pembuangan sampah
Keluarga Tn.S membuang smapah dengan cara dikumpulkan dan antara sampah yang basah dan sampah kering disatukan ke dalam plastik lalu dibuang ke bak sampah, dan nanti diangkut oleh petugas setiap 3 hari sekali.
5.      Pembuangan air limbah
Untuk pembuangan limbah rumah tangga seperti air cucian dan air yang berasal dari kamar mandi dibuang keselokan yang ada di belakang rumah.
6.      Jamban/WC
Keluarga Tn.S mempunyai jamban sendiri, tetapi keluarga Tn.S menggunakan jamban umum, dan untuk pembuangan tinja, dibuang keselokan.
7.      Bahaya kecelakaan
Kemungkinan bahaya kecelakaan di rumah cukup kecil karena kondisi rumah seperti lantai kurang bersih dan tidak licin, serta bahaya kecelakaan lalu lintas juga cukup kecil karena letak rumah jauh dari jalan raya





8.      Denah rumah
Keterangan :
      : Pintu                                                 
      : Jendela                      1                      2                      3
1    : Dapur                                                           
2    : Ruang tamu
3    : Kamar tidur                                                             
     

9.      Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Kebiasaan Ny.S dilingkungan sekitarnya, yaitu Ny.S selalu berkumpul dan berkomunikasi dengan tetangga pada waktu siang hari, dan setiap bulan Ny.S dan tetangganya selalu melakukan kumpulan arisan, kebiasaan lain dari masyarakat di lingkungan sekitar rumah Ny.S selalu melaksanakan kerja bakti setiap hari jumat.
10.  Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn.S tinggal menetap di RW.08, dan yang tinggal di rumah hanyalah Ny.S dan anaknya, sedangkan suaminya bekerja, dan pulang setiap 3 hari sekali.
11.  Perkumpulan keluarga dengan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn.S jarang sekali berkumpul bersama, mereka berkumpul dan berinteraksi hanya ketika kumpul bersama saja. Sedangkan Ny.S selalu aktif dalam organisasi PKK yang dimana kegiatan PKK ini selalu merundingkan tentang masalah kesehatan yang timbul di masyarakat sekitar dan mencari solusinya, selain itu Ny.S juga rutin seminggu sekali mengikuti pengajian.
12.  Sistem pendukung keluarga
Ny.S mengatakan bahwa suami dan kedua orang anaknya selalu mendukung dan memotivasi dirinya untuk selalu berobat ke dokter agar dia cepat sembuh dan dirumah, Ny.S selalu menyediakan obat-obatan warung untuk mengantisipasi jika ada anggota keluarga yang sakit.

13.  Sarana komunikasi dan trasnportasi
Keluarga Tn.S tidak mempunyai sarana komunikasi seperti telepon maupun handphone, tetapi bila dia ingin berkomunikasi dengan anak dan suaminya maka Ny.S menggunakan telepon umum dan untuk transportasi keluarga Tn.S menggunakan angkutan umum.
14.  Fasilitas pelayanan kesehatan
Menurut Ny.S bila dirinya dan anggota keluarganya ada yang sakit jarang diperiksa ke puskesmas, karena jaraknya cukup jauh dari rumahnya yaitu + 1,5 km, tetapi keluarga Tn.S selalu berobat ke dokter yang dekat dengan rumah mereka.

E.     Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1.      Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tn.S mempunyai 2 orang anak, anak yang pertama berumur 38 tahun, dan anak yang ke dua berumur 17 tahun (usia remaja).
2.      Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
Menurut Ny.S, sebenarnya ia dan suaminya tidak menginginkan, karena menurut Ny.S anak-anaknya masih membutuhkan bimbingan dari orang tua, tetapi anaknya ingin bekerja dulu dan mendapat penghasilan..
3.      Riwayat keluarga inti
Ny.S mengatakan bahwa dikeluarganya, baik suami ataupun kedua anaknya tidak ada yang mempunyai penyakit yang sama dengannya, maupun penyakit menular seperti  TBC, Hepatitis dll.
4.      Riwayat keluarga sebelumnya
Menurut Ny.S dikeluarganya ada yang mempunyai riwayat hipertensi dan jantung yaitu ibu dan ayahnya. Sedangkan dikeluarga suaminya Tn.S tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit apapun.

F.      Struktur Keluarga
1.      Pola komunikasi keluarga
Keluarga jarang melakukan komunikasi langsung, karena anggota keluarga jarang berkumpul bersama, tetapi komunikasi sekali-kali dilakukan melalui telepon, dan apabila keluarga berkumpul bersama, maka keluarga Tn.S menggunakan komunikasi langsung dengan memakai bahasa Sunda.
2.      Struktur kekuatan keluarga
Yang memegang kekuatan penuh didalam keluarga adalah Tn.S dan apabila didalam keluarga terdapat masalah maka Tn.S selaku kepala keluarga selalu merundingkan masalahnya dengan anggota keluarga yang lain untuk mendapatkan solusi.
3.      Struktur peran
Masing-masing anggota keluarga berperan sebagaimana mestinya dan yang berperan mencari nafkah Tn.S dan Ny.S berperan sebagai istri dan ibu dari ke  dua orang anaknya yang bertugas untuk mengurus rumah tangga.
4.      Nilai atau norma keluarga
Keluarga masih memegang adat istiadat Sunda, keluarga menetapkan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari misalnya bila masuk ke dalam rumah harus mengucapkan salam.

G.    Fungsi Keluarga
1.      Fungsi afektif
Menurut Ny.S dikeluarganya selalu ditanamkan sikap saling menghargai, slaing menghormati dan saling memiliki sehingga tercipta suasana keluarga yang harmonis, dan pada saat sakitpun keluarga selalu mendukung dan memotivasi Ny.S untuk selalu berobat agar cepat sembuh.
2.      Funsgi sosialisasi
Ny.S mengatakan bahwa didalam keluarganya selalu berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain, dan menurut Ny.S keluarga yang selalu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar rumahnya seperti mengikuti pengajian dan Tn.S sebagai kepala keluarga selalu menetapkan disiplin kepada anak-anaknya misalnya jangan pulang malam lebih dari jam 21.00 WIB.
3.      Fungsi perawatan kesehatan
Menurut Ny.S keluarganya sangat peduli dan sangat perhatian terhadap keadaan kesehatannya. Tn.S selalu mendukung Ny.S untuk selalu berobat ke dokter secara teratur, dan anggota keluarga yang lain selalu mengingatkan hal-hal yang dapat memperberat sakitnya. Misalnya , Jangan terlalu cape.
4.      Fungsi reproduksi
Ny.S mempunyai 2 orang anak, 1 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan. Ny.S tidak mengikuti program KB karena Ny.S sudah menopause.
5.      Fungsi Ekonomi
Menurut Ny.S keluarganya sudah terpenuhi kebutuhan sandang dan pangannya, tetapi dengan dirinya sakit. Maka menambah jumlah pengeluaran untuk biaya pengobatannya, untuk itu apabila ia tidak mempunyai uang untuk berobat, maka ia menggunakan pengobatan tradisional seperti mengkosumsi mengkudu dan seledri.

H.    Stress dan Koping Keluarga
1.      Stressor jangka pendek dan panjang
a.       Jnagka pendek
Ny.S mengatakan dirinya cemas sedang terhadap penyakit hipertensi yang dideritanya.
b.      Jangka panjang
Ny.S sudah lama mengidap penyakit hipertensi selama 2 tahun, dan ia ingin penyakitnya ini sembuh total.

2.      Kemampuan keluarga untuk berespon terhadap situasi/stressor
Ny.S mengatkaan bila ada suatu permasalahan, Ny.S tidak menyampaikannya secara emosi, tetapi hanya bisa diam dan tidak bisa mengungkapkannya.

3.      Strategi koping yang digunakan
Bila ada suatu permasalahan, Ny.S selalu menceritakan masalahnya kepada suami untuk mendapatkan solusi.
4.      Strategi adaptasi disfungsional dan fungsional
Jika ada masalah dengan anggota keluarganya Ny.S hanya terdiam dan tidak bicara apapun sehingga masalah tersebut selalu menjadi beban pikiran baginya.
Strategi fungsional à Ny.S selalu membicarakan masalah yang dihadapinya kepada suaminya, tetapi jika tidak ada suaminya maka ia akan membicarakan dengan saudaranya yang terdekat.






















I.       Pemeriksaan Fisik
NO
ASPEK YANG DIPERIKSA
Ny.S
1
Penampilan
Agak lemah
2
Kesadaran
Composmetis
3
Tanda-tanda Vital
-    Tensi
-    Suhu
-    Nadi
-    Respirasi

170/1120 mmHg
360C
80x/menit
20xmenit
4
Kepala
-    Rambut
-    Kulit kepala
-    Massa/nyeri

Tampak hitam keputihan
Tampak bersih
Tidak teraba
5
Mata
-    Bentuk

-    Konjungtiva
-    Sclera
-    Lensa
-    Reflek pupil

-    Fungsi penglihatan

Simetris, kelompak mata ada lingkar hitam
tidak anemis
tidak ikterik
Tampak bening
Miosis saat terkena cahaya
Tidak dapat membaca papan nama pemeriksaan pada jarak + 30 cm.
6
Hidung
-    Bentuk
-    Septum nasal
-    Secret/linder
-    Nyeri/masa
-    Pernapasan cuping hidung
-    Fungsi penciuman 

Simetris
Di tengah
Tidak nampak
Tidak teraba
Tidak ada
Baik
7
Mulut
-    Keadaan
-    Mukosa
-    Jumlah gigi
-    Caries
-    Ovula
-    Fungsi pengecapan

Tampak bersih
Lembab
32 buah
Tidak ada
Terangkat simetris
Baik, dapat membedakan asin dan manis
8
Telinga
-    Bentuk
-    Arikula
-    Serumen
-    Fungsi pendengaran

Simetris kiri dan kanan
Sejajar dengan sudut mata
Tidak nampak
Baik, dapat mendengar pada jarak 10 cm



9
Leher
-    Vena jugolaris
-    Reflek menelan
-    Kelenjar getah bening

Tidak ada peningkatan
Ada
Tidak ada pembesaran
10
Dada/paru
-    Bentuk
-    Pergerakan
-    Perkusi
-    Auskultasi paru
-    Auskultasi jantung

Simetris
Sama kiri dan kanan
Resonan
Vesikuler
S1 dan S2 reguler
11
Abdomen
-    Bentuk



-    Massa
-    Nyeri tekan
-    Bising usus

Datar, terdapat bekas luka operasi apendik pada perut bagian kanan bawah sepanjang + 5cm
Tidak teraba
Ada
Ada 9x/menit diabdomen kuadran kiri atas
12
Ekstremitas
-    Bentuk

-    Deformitas
-    Pergerakan
-    Tonus
-    Oedema
-    Varises

-    Kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah

Simetris kiri dan kanan
Tidak ada
Normal, dapat flexi, ekstensi,  aduksi, rotasi.
Kencang
Tidak ada
Tidak ada

+5    +5
+5    +5 

13
Antropometri
-    TB
-    BB

150 Cm
52   Kg


J.       Harapan Keluarga Terhadap Petugas Kesehatan
Harapan keluarga Tn.S terhadap petugas kesehatan, Ny.S menginginkan adanya penyuluhan kesehatan rutin mengenai kesehatan lingkungan seperti rumah sehat, penyakit-penyakit yang sering timbul di masyarakat seperti hipertensi, demam berdarah dll. Oleh petugas kesehatan setiap minggu ketiap-tiap RT untuk menambah pengetahun mengenai kesehatan.

ANALISA DATA

DATA
MASALAH KESEHATAN
MASALAH KEPERAWATAN
Penjajakan I
-    Data pemeriksaan fisik pada Ny.S
T   : 170/120 mmHg
N   : 80x/menit
S    : 36,0C
R   : 20x/menit
-    Ny.S tampak lemah
-    Bunyi jantung regular
-    Tampak ada lingkaran hitam pada kelopak mata

Hipertensi pada Ny.S

Penjajakan II
-    Ny.S mengatakan tidak tahu secara rinci tentang penyakit yang dideritanya. Ia hanya diberitahu bahwa ia menderita penyakit hipertensi dan ia tidak tahu pasti tentang penyebab tanda dan gejala hipertensi


Ketidaksanggupan keluarga mengenal masalah hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai informasi tentang hipertensi.
Penjajakan I
-    Tanda-tanda vital
T   : 170/120 mmHg
N   : 80x/menit
R   : 20x/menit
S    : 360C
-    Ny.S sering bertanya mengenai akibat dari penyakit hipertensi

Hipertensi pada Ny.S

Penjajakan II
-    Ny.S mengatakan bahwa dirinya tidak mengontrol kesehatannya secara teratur ke dokter.
-    Ny.S mengatakan tidak tahu tentang komplikasi dari hipertensi.

Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengobatan hipertensi paru berhubungan dengan keluarga tidak memahami tentang komplikasi dari hipertensi.



Penjajakan I
-    Tanda-tanda vital
T   : 170/120 mmHg
N   : 80x/menit
R   : 20x/menit
S    : 36,50C
-    Ny.S tampak lemah
-    Ny.S sering bertanya tentang makanan yang harus dihindari, dan diet mkanan pada penderita hipertensi..

Hipertensi pada Ny.S

Penjajakan II
-    Ny.S mengatakan tidak tahu secara rinci jenis makanan dan diet makanan pada penderita hipertensi.


Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi berhubungan dengan keluarga tidak mengetahui tentang jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi.



















SKALA PRIORITAS


I.       HIPERTENSI Pada Ny.S
1.      Ketidaksanggupan keluarga mengenal masalah Hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga mengenai informasi tentang hipertensi.
NO
KRITERIA
PERHITUNGAN
SKOR
PEMBENARAN
1
Sifat masalah ancaman kesehatan.
2/3 x 1
2/3
Ancaman kesehatan yang memerlukan tindakan yang cepat dan tepat untuk menghindari bahaya lebih lanjut.

2
Kemungkinan dapat diubah dengan mudah
2/2 x 2
2
Dengan mudah sumber dan tindakan untuk memecahkan masalah dapat dijangkau oleh keluarga, kesadaran dan motivasi dari keluarga sudah cukup kuat.

3
Potensial masalah untuk dicegah tinggi
3/3 x 1
1
Tinggi, kesulitan masalah mudah untuk diatasi anggota keluarga mendukung dan peduli terhadap anggota keluarga yang sakit.

4
Menonjolnya masalah : Masalah berat harus ditangani.
2/2 x 1
1
Masalah berat harus ditangani keluarganya menyadari dan perlu segera mengatasi masalah tersebut.



Jumlah
5  2/3







2.      Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengobatan hipertensi berhubungan dengan keluarga tidak memahami tentang penularan dan bahaya tidak melanjutkan hipertensi.

NO
KRITERIA
PERHITUNGAN
SKOR
PEMBENARAN
1
Sifat masalah ancaman kesehatan.
2/3 x 1
2/3
Ancaman kesehatan yang memerlukan tindakan yang cepat dan tepat untuk menghindari bahaya lebih lanjut.

2
Kemungkinan dapat diubah hanya sebagian
1/2 x 2
1
Hanya sebagian sumber dan tindakan untuk memecahkan masalah dapat dijangkau oleh keluarga, tetapi memerlukan kesadraan yang kuat dalam waktu yang cukup lama.

3
Potensial masalah untuk dicegah cukup
2/3 x 1
2/3
Cukup, masalah sudah berlangsung cukup lama, anggota keluarga mendukung dan peduli terhadap anggota keluarga yang sakit.

4
Menonjolnya masalah-Masalah berat harus ditangani.
2/2 x 1
1
Masalah berat harus ditangani keluarganya menyadari dan perlu segera mengatasi masalah tersebut.



Jumlah
3  1/3









3.      Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit hipertensi berhubungan dengan keluarga tidak mengetahui tentang jenis makanan dan diet makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi.

NO
KRITERIA
PERHITUNGAN
SKOR
PEMBENARAN
1
Sifat masalah ancaman kesehatan.
2/3 x 1
2/3
Ancaman kesehatan yang memerlukan tindakan yang cepat dan tepat untuk menghindari bahaya lebih lanjut.

2
Kemungkinan dapat diubah dengan mudah
2/2 x 2
2
Dengan mudah sumber dan tindakan untuk memecahkan masalah dapat dijangkau oleh keluarga, kesadaran dan motivasi dari keluarga sudah cukup kuat.

3
Potensial masalah untuk dicegah cukup
2/3 x 1
2/3
Cukup, masalah sudah berlangsung cukup lama, anggota keluarga mendukung dan peduli terhadap anggota keluarga yang sakit.

4
Menonjolnya masalah-masalah berat harus ditangani.
2/2 x 1
1
Masalah berat harus ditangani keluarga menyadari dan perlu segera mengatasi masalah tersebut.



Jumlah
4 1/3










DIAGNOSA KEPERAWATAN


I .   Hipertensi Pada Ny.S
1.      Ketidaksanggupan keluarga mengenal masalah Hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga mengenal informasi tentang Hipertensi.
2.      Ketidaksanggupan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit Hipertensi berhubungan dengan keluarga tidak mengetahui jenis makanan dan diet makanan yang harus dihindari oleh penderita Hipertensi.
3.      Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengobatan Hipertensi berhubungan dengan keluarga tidak memahami tentang komplikasi dari hipertensi.




















PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

NO
DIAGNOSIS KEPERAWATAN KELUARGA
TUJUAN
EVALUASI
INTERVENSI
UMUM
KHUSUS
KRITERIA
STANDAR

1
Ketidaksanggupan keluarga mengenal masalah Hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga mengenal informasi tentang Hipertensi.
Setelah 1x pertemuan Ny.S dan keluarga mengerti tentantg penyakit Hipertensi
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit keluarga dapat menyebutkan :
-    apa yang dimaksud dengan Hipertensi
-    keluarga dapat menyebutkan 3 dari 5 penyebab Hipertensi
-    keluarga dapat menyebutkan 3 dari 4 tanda dan gejala Hipertensi.





Secara verbal keluarga dapat menyebutkan :
-      Apa yang dimaksud dengan Hipertensi
-      3 dari 5 penyebab Hipertensi
-      3 dari 4 tanda dan gejala dari Hipertensi
·         Pengertian dari Hipertensi
Hipertensi adalah peningaktan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg.
·         Penyebab
- Usia (lebih dari 40 th)
- Obesitas
- Mengkosumsi makanan berlemak seperti daging
- Stress
- Kurang gerak/aktivitas
·         Tanda dan gejala
-    Sakit kepala/pusing
-    Kekakuan
-    Susah tidur
-    Cepat marah





Lakukan penyuluhan pada keluarga tentang pengertian, penyebab, dan tanda gejala dari Hipertensi
2
Ketdakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit Hipertensi berhubungan dengan keluarga tidak mengetahui jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi.
Setelah 1x pertemuan keluarga mengetahui makanan dan diet makanan yang harus dihindari oleh penderita.
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit keluarga dapat menyebutkan :
-    3 dari 5 jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi.
-    Keluarga dapat menyebutkan contoh menu diet hipertensi.

Secara verbal keluarga dapat menyebutkan :
-      3 dari 5 jenis makanan yang harus dihindari dari oleh penderita hipertensi
-      Keluarga dapat menyebutkan contoh menu diet hipertensi.
·         Jenis makanan yang harus dihindari diantaranya :
-    Makanan yang banyak mengandung garam : seperti ikan asin, kacang-kacangan.
-    Makanan yang banyak mengandung lemak misalnya : daging, telor, jeroan.
-    Rokok
-    Alkohol
-    Kopi.
Berikan penyuluhan pada keluarga tentang makanan yang harus dihindari dan contoh menu diet hipertensi.
3
Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengobatan Hipertensi berhubungan dengan keluarga tidak memahami tentang komplikasi dari hipertensi.
Setelah 1x pertemuan keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengobatan Hipertensi.
Setelah dilakukan intervensi selama 15 menit keluarga dapat menyebutkan 3 dari 4 komplikasi yang dapat terjadi pada penderita hipertensi.

Secara verbal keluarga dapat menyebutkan 3 dari 4 komplikasi yang dapat terjadi pada penderita hipertensi.

-          Komplikasi yag dapat terjadi pada penderita Hipertensi adalah :
1.      terhadap pembuluh darah à penyempitan pembuluh darah.
2.      kelumpuhan
3.      Gagal ginjal
4.      Jantung koroner

Berikan penjelasan pada keluarga tentang komplikasi dari yang tidak diobati.



IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.S KELUARGA Tn.S

NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
TUJUAN KHUSUS
TGL
IMPLEMENTASI
EVALUASI
1
Ketidaksanggupan keluarga mengenal masalah Hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga mengenai informasi tentang Hipertensi.
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit keluarga dapat menyebutkan :
-    Pengertian dari Hipertensi
-    Dapat menyebutkan 3 dari 5 penyebab Hipertensi
-    Dapat menyebutkan 3 dari 4 tanda dan gejala Hipertensi.
Jumat
Pkl. 09-00 WIB
17-12-04
Memberikan penyuluhan pada keluarga tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala dari Hipertensi.
S :   Keluarga mengatakan cukup mengerti mengenai penyakit Hipertensi
O :  Keluarga tampak mengerti dan dapat menjawab semua pertanyaan dari perawat.
A :  Masalah teratasi sebagian
P :  Lanjutkan intervensi
2
Ketidaksanggupan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit Hipertensi berhubungan dengan tidak mengetahui jenis makanan dan diet makanan yang harus dihindari oleh penderita Hipertensi.
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit keluarga dapat :
-    Menyebutkan 3 dari 5 jenis makanan yang harus dihindari dari oleh penderita hipertensi.
-    Menyebutkan contoh menu diet hipertensi.
Jumat
Pkl. 09-15 WIB
17-12-04
Memberikan penyuluhan pada keluarga tentang jenis makanan yang harus dihindari dan contoh menu diet Hipertensi.
S :   Keluarga mengatakan cukup mengerti mengenai jenis makanan yang harus dihindari dan contoh menu diet Hipertensi.
O :  Keluarga tampak mengerti dan dapat menyebutkan 3 dari 5 jenis makanan yang harus dihindari, serta contoh menu diet hipertensi.
A :  Masalah teratasi sepenuhnya
P :  Pertahankan Hipertensi.
3
Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengobatan Hipertensi  berhubungan dengan keluarga tidak memahami tentang komplikasi dari hipertensi.
Setelah dilakukan intervensi selama 15 menit, keluarga dapat menyebutkan 3 dari 4 komplikasi yang dapat terjadi pada penderita Hipertensi.

Jumat
09-30 WIB
17-12-04
Memberikan penjelasan pada keluarga tentang komplikasi dari hipertensi yang tidak diobati.
S :   Klien mengatakan cukup mengerti mengenai komplikasi dari hipertensi.
O :  Klien tampak mengerti dan dapat menyebutkan 2 dari 4 komplikasi hipertensi
A :  Masalah teratasi sebagian
P :  Lanjutkan intervensi









DAFTAR PUSTAKA


1.      Effendi, Nasrul, 1998. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatanh masyarakat. EGC, Jakarta.
2.      Mansjoer, Arief, 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Media auskulapius. Jakarta.
3.      Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2001. Penuntun Diet. Gramedia, Jakarta.
4.      ITB, 2001. Pengendalian Hipertensi, ITB, Bandung.
5.      Beevers, D.G. 2002, Bimbingan Dokter Pada Tekanan Darah. Dian Rakyat, Jakarta.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar