Senin, 18 April 2011

BATU GUNJAL


A.     KONSEP DASAR

  1. Pengertian
Batu ginjal (kalkulus) adalah bentuk deposit manual, paling umum oksalat Ca2+ dan fosfat Ca2+ namun asam urat dan kristal lain juga pembentuk batu maksimal kalkulus ginjal dapat berbentuk dimana saja dari saluran perkemihan, batu ini paling umum ditemukan pada polvis dan kalik ginjal. Batu ginjal dapat tetap asimptomatik sampai keluar ke dalam ureter dan atau aliran urine terhambat bila potensial untuk kerusakan ginjal adalah akut.

Batu ginjal merupakan keadaan tidak normal di dalam ginjal mengandung komponen kristal dan organic. Batu ginjal sebagian besar mengandung batu kalsium oksalat ataupun kalsium fosfat, secara bersama dijumpai sebagian besar 65-85% dari jumlah keseluruhan batu ginjal.

  1. Aspek umum pembentukan batu ginjal (dipengaruhi banyak factor)
a.      Usia, jenis kelamin, profesi, mentalitas, konstitusi nutrisi, musim, ras, keturunan.
b.      Kelainan morfologi, gangguan aliran air kemih, infeksi saluan kemih, kelainan metabolic, factor genetic.
c.      - Eksresi kesehatan pembentuk batu meningkat
- Eksresi inhibitor kristal menurun
d.      Terjadi perubahan fisik dan kimiawi super saturasi
e.      - Kelainan kristal uria
- Agregetasi kristal
- Pertumbuhan kristal
f.        Terbentuk batu ginjal


  1. Patogenesis dan klasifikasi
Pembentukan batu ginjal memerlukan keadaan supersaturasi dalam pembentukan batu. Inhibitor pembentuk batu dijumpai dalam air kemih normal, batu kalsium oksalat inhibitor sitrat dan dan gliko protein beberapa promoto (reactor) dapat membantu memacu pembentukan batu seperti asam urat memacu batu kalsium oksalat, oleh reactor dan inhibitor belum dikenali sepenuhnya. Ada dugaan proses ini berperan pada pembentukan awal atau nukleasi kristal, progresi kristal/agrigatasi kristal, misalnya pembentukan sifat dan komfleks kalsium dapat agregetasi kristal kalsium oksalat dan mungkin dapat mengurangi resiko agregitasi krostal dan saluran kemih.

  1. Factor resiko penyebab batu
Factor resiko dibawah ini merupakan factor utama prodisposisi kejadian bantu ginjal dan menggambarkan keadaan normal dalam air kemih dan prdisposisi kejadian batu khusus batu kalsium dapat disebabkan diantaranya:
a.      Hiperkalsium
b.      Hipositraturia
c.      Hiperuri kosuria
d.      Penurunan jumlah air kemih
e.      Jenis cairan yang diminum
f.        Hiperoksaluria
g.      Ginjal spingiosa medulla
h.      Batu kalsium fosfat dan asidosis tugulus ginjal tipe I
i.         Factor diet


B.     ASUHAN KEPERAWATAN

  1. Pengkajian
a.      Riwayat penyakit batu ginjal (usia, pekerjaan, hubungan, penyakit infeksi, penggunaan obat-obatan, riwayat keluarga yang mengalami batu ginjal).
b.      Gambaran saluran kemih/batu ginjal dilakukan pemeriksaan ultrasonografi, radiografi, urogram.
c.      Infestigasi biokimia

Pengumpulan air kemih caranya yaitu:
a.      Penampungan air kemih 24 jam/waktu tertentu
b.      Lalu ditampung kedalam batu
c.      Penampungan sama seperti hari sebelumnya
d.      Dan dibawa ke laboratorium secepatnya

Pengobatan
a.      Mengatasi symptom
b.      Pengambilan batu (dapat keluar spontan)

Penanggulangannya
a.      Pengaturan diet
b.      Hindari minuman yang bergas
c.      Kurangi masukan protein
d.      Membatasi masuknya natrium
e.      Pemberian obat untuk mencegah presipitasi batu kalsium oksalat disesuaikan kelainan metabolic yang ada.

  1. Diagnposa keperawatan
a.      Nyeri (akut) berhubungan dengan peningkatan frekuensi atau dorongan kontraksi uretral
b.      Gangguan nutrisi urine (perubahana) berhubungan dengan stimulasi kandung kemih oleh batu
c.      Kekurangan volume cairan resiko tinggi
d.      Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan
e.      Gangguan pola tidur
f.        Keterbatasan aktifitas

  1. Intervensi
a.      Kaji penyebab nyeri
b.      Beri tindakan nyaman, missal: pijatan punggung, lingkungan, istirahat
c.      Perhatikan keluhan peningkatan/menetapkan nyeri abdomen dan pinggang
d.      Awasi pemasukan dan pengeluaran urine dan karaktersitik urin
e.      Tentukan pola berkemih pasien dan perhatikan variasi
f.        Periksa warna urine/catat adanya keluaran batu dan kirim ke lab
g.      Pertahankan posisi kateter (bila menggunakan)
h.      Ambil urin untuk kultur dan sensitifitas/kolaborasi
i.         Awasi dan pengeluaran cairan
j.         Awasi TTV
k.      Kaji ulang proses penyakit
l.         Kaji ulang program diet sesuai individu
m.    Diet rendah protein
n.      Berikan diet rendah kalsium




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar