Senin, 18 April 2011

NYERI


 

A.     KONSEP NYERI

1.      Pengertian Nyeri

   Nyeri yaitu sensasi tubuh yang sangat tidak menyenangkan yang menyebabkan suatu penderitaan yang merupakan persepsi pisik terhadap rangsangan yang mengancam. (Engel 1945-1970).
Nyeri secara umum daoat didefinisikan sebagai suatu rasa yang tidak nyaman.  

2.      Tipe Nyeri

a.      Nyeri akut dan nyeri kronik
1)      Nyeri akut: nyeri yang terjadi dalam waktu singkat contoh nyeri fraktur, nyeri bedah, nyeri infeksi.
Gejala klinis yang menyertai: respirasi meningklat, hormon meningkat, tekanan darah meningkat, panas.                                                            
2)      Nyeri kronik: nyeri yang munculnya lebih lama gejala klinisnya klien menyadari adanya nyeri.
b.      Nyeri Somatogenik dan psikogenik
1)      Nyeri somatogenik (organic pain): nyeri yang disebabkan karena kerusakan fisik.
2)      Nyeri psiko0genik (functional pain): nyeri yang disebabkan karena masalah mental.
c.      Intractable rain
-          Adalah nyeri yeng disebabkan karena resisten terhadap pengobatan atau nyeri yang mudah kambuh.
d.      Referaid rain
-          Adalah nyeri yang dirasakan pada area yang cukup jauh dari jaringan penyebab nyeri.
e.      Nyeri fiseral dan nyeri somatic
f.        Berdasarkan rasa, contoh: nyeri tusuk, nyeri tekan, nyeri sayat, nyeri terbakar.

3.      Ambang Nyeri dan Toleransi Nyeri

a.      Ambang nyeri adalah jumlah stimulasi nyeri yang dibutuhkan untuk menimbulkan rasa nyeri.
   Factor yang mempengaruhi: tingkat kesadaran obat dal lain-lain bersifat indifidual.
b.      Toleransi nyeri adalah jumlah dan caranya nyeri yang membuat indifidu bertahan.

4.      Faktor yang mempengaruhi Persepsi Nyeri
a.      Fisiologis: - adanya zat kimia tubuh, enkepalin endorphin dan dinorpin
b.      Psikososial dipengaruhi oleh :
-          harapan keluarga
-          kebudayaan, emosi
-          lingkungan
-          pengalaman

5.      Macam-macam Stimulus Nyeri

a.      Motorik disebabkan karena
-          Gangguan dalam jaringan tubuh
-          Tumor, spasme otot
-          Sumbatan dalam saluran tubuh
-          Trauma dalam jaringan tubuh
b.      Thermal (suhu)
-          Panas dingin yang ekstrim
c.      Kimia
-    spasme otot dan iskemia jaringan

6.      Fisiologi
Mekanisme syarat komplek secara keseluruhan tidak mengrti tentang keterlibatannya dengan nyeri.

Ada beberapa, kenyataan serta teori yang akan dijelaskan disini; Teori awal tentang nyeri menjelaskan bahwa nyeri sebagai suatu mekanisme, relative sederhana yang menjelaskan bahwa respon nyeri timbul apabila suatu stimulus neri mengaktifitaskan reseptor nyeri, stimulus dapat berupa zat kimia, panas listrik mekanik maupun non mekanik baik yang berasal dari dalam maupun dari luar tubuh. Informasi  Reseptor nyeri mencapai system saraf pusat yaitu dimulai dari serabut asendens, bila informasi ini telah sampai di thalamus maka seseorang akan merasakan adanya suatu sensasi serta mempelajari lokasi dan kebutuhan stimulus. Bila informasi  telah sampai ke korteks cerebri maka seseorang lebih terlihat dengan sensasinya mencoba nyeri dan mencari cara untuk menghindari sensasi lebih lanjut. Dua serabut utma dalam nyeri yang utama dalam mepelajari nyeri adlah serabut reseptor dengan diameter besar, serabut diameter kecil menstramisikanm sensasi nyeri yang keras mempunyai reseptor berupa ujung-ujung saraf di kulit dan struktur dalam, seperti tendon, otot dan alat-alat, sedangkan serabut diameter besar mempunyai reseptor yang terletak distruktur permukaan interksi serabut-serabut diameter besar dan kecil di gafe merupakan modulasi sensasi nyeri.
                                                                                                     
Tiga jenis gambaran yang membantu untuk mendeterminasikan             
     (menunjukan rasa nyeri)
a.      Input emosional dan kognitif yang terus menerus berkaitan dengan stimulasi nyeri.
b.      Intensitas stimulus nyeri dan arti jumlah serabut yang berstimulusi dan frekuensi infuls.
c.      Keseimbangan relatif aktifitas serabut besar terhadap serabut kecil.
Gafe control teori tergantung pada kedua serabut syaraf yang keduanya terletak setara dan paralel lebih besar dengan batang sel pada akar dorsal ganglia, serabut besar beraksi terhadap substansi geltinosa (SG) dan menstimulusinya, stimulasi ini mencegah transmisi dari sel yang diperlukan terhadap persepsi nyeri serabut kecil dapat mengatasi memodifikasi pengaruh serabut besar pada (SG) atau dapat secara langsung terhadap mekanisme. Pemprosesan pusat otak, sinyal-sinyal dapat bersifat inhibitor atau fasilitator, bila fasilitatif hasilnya adalah piring dari sel yang menghasilkan persepsi nyeri dan respon otot dan endokrin.




7.Respon Nyeri
a.      Aktifitas (respon dimana kita siap dan bersiaga)
b.      Redbeun: reaksi perlawanansistem saraf parasimpatis untuk menurunkan denyut dan tekanan darah.
c.      Adapatasi: adanya zat kimia yang dikeluarkan oleh tubuh, contoh: endorphin, yang mempunyai efek analgetik.

8.      Tanda dan gejala
a.      Lokasi, intensitas, kualitas, waktu dan lamanya nyeri
b.      Repon klien baik verbal maupun nonverbal
c.      Giljal yang menyertai
d.      Pengaruh terhadap aktifitas
e.      Sumber koping

Skala nyeri
-          0-3: ringan
-          3-5: sedang
-          5-7 berat

8.      Tindakan Keperawatan untuk mengatasi Nyeri
Beberapa tindakan khusus untuk menghilangkan nyeri adalah:
a.      Distraksi
Distraksi merupakan metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian pada hal-hal lain, hingga klien lupa terhadap nmyeri yang dialaminya. Misalnya: seseorang habis dioperasi mungkin tidak merasakan nyeri sewaktu melihat pertandingan sepak bola di TV.
b.      Relaksasi
Relaksasi merupakan metode yang efektif pada klien yang mengalami nyeri/kronis, ada tiga hal utama yang diperlukan relaksasi yaitu posisi klien diatur senyaman mungkin dengan semua bagian tubuh disokong persendian fleksi otot-otot tidak ditarik, untuk menyenangkan klien dianjurkan memandanbg sekeliling lingkungan. Misalnya: melintas atau turun kedinding dan lain-lain, untuk menyegarkan muka klien dianjurkan sedikit senyum.
c.      Stimulasi kulit
Stiumulasi kulit dapat dilakukan dengan cara pemberian kompres dingin dapat memperlambat impuls-impuls motorik pada rasa yang nyeri, balsam analgetik yang berisi menthol dapat membebaskan nyeri. Balsam ini dapat menyebabkan rasa hangat pada kulit yang berlangsung beberapa jam, stimulasi control latural, dilakukan dengan menstimulasi kulit pada area kulit yang berlawanan. Misal: apabila kaki kiri nyeri maka kaki kanan yang distimulasi analgetik.

9.Penatalaksanaan Medis
a.      Pemberian analgetika pada klien nyeri
Analgetika dapat mengurangi nyeri dengan menekankan system syaraf pusat pada thalamus dan korteks serebri.
b.      Pemberian Anasthesi
Untuk menurunkan nyeri dapat digunakan box saraf ini dikerjakan dengan nenginjeksi anastesi lokasi, missal: lindotaine kedalam syaraf nerveus, blok sering digunakan pada tindak-tindakan gigi atau mengurangi nyeri, missal: pada kanker.

c.      Stimulasi elektrik
Terkadang digunakan untuk mengatasi nyeri berat pada stimulasi elektrik transkutaneus elktroda-elktroda dipasang pada permukaan kulit diatas area yang sakit dan serabut periver.
d.      Pemberian akupuntur
Telah dipraktekan sebagai salah satu cara mengatasi nyeri, jarum-jarum yang tipis dan panjang ditusukan pada berbagai tubuh jarum dapat dihangatkan, dihubungkan dengan aliran listrik atau diputar-putar dengan tangan
e.      Tindakan pembedahan merupakan alternative lanjut untuk nyeri hebat yaitu dengan memotong serabut-serabut yang menghantar nyeri.
f.        Plecebo
Merupakan bentuk suatu tindakan, missal: pengobatan atau tindakan keperawatan yang mempunyyai efek pada klien akibat sugesti daripada kandungan fisika adalah kimianya.
           

B.     ASUHAN KEPERAWATAN NYERI

1.Pengkajian
Riwayat Penyakit
a.      Pengalaman nyeri apakah pertama atau sering
b.      Seseorang secara bertahap atau mendadak
c.      Faktor pencetus: makan atau kecelakaan
d.      Tindakan yang dilakukan untuk menurunkan nyeri

Dalam mengkaji nyeri perawat perlu memastikan nyeri secara jelas meliputi dimana nyeri itu dirasakan, missal: nyeri pada daerah abdomen kuadran kanan bawah intensitas nyeri dinyatakan. Dengan nyeri ringan, sedang atau berat, sedangkan waktu dan durasi dinyatakan sejak kapan dirasakan dan berapa lama dirasakan.

Pengkajian dasar lainnya meliputi
a)      Kaji TTV
b)      Kaji tanda dan gejala nyeri
c)      Kaji pengalaman nyeri, serangan, factor pencetus
d)      Tidakan yang dilakukan

2.      Diagnosa Keperawatan

a.      Gangguan rasa nyaman: nyeri akut b/d penurunan sirkulasi darah dan otot jantung.
b.      Gangguan rasa nyaman: nyeri kronos b/d luka post op
c.      Gangguan mobilisasi b/d nyeri kronis pada daerah abdomen
d.      Resiko tinggi infeksi b/d masuknya mikro organisme
e.      Gangguan kebutuhan saat tidur badan nyeri pada anus
f.        Gangguan perawatan diri badan mobilitas yang tidak adedkuat
g.      Gangguan rasa nyaman: nyeri b/d disuria
h.      Gangguan pola tidur b/d disuria
i.         Gangguan rasa nyaman: nyeri kronis b/d adanya cystitis

Tujuan
a.      Menunjukan factor-faktor yang dapat meningkatkan nyeri
b.      Menurunkan nyeri dengan teknik non infasif (penyuntikan)
c.      Menurunkan nyeri secara optimal dengan anal;getik sesuai dosis
d.      Berikan support emosional (untuk koping indifidu)

3.      Intervensi

a.      Berikan informasi yang akurat untuk mengurangi rasa takut
b.      Kaji keluarga untuk mengetahui adanya kesalahan konsep
c.      Berikan kesempatan pada klien untuk istirahat siang dengan waktu tidur yang tidak terganggu pada malam hari
d.      Anjurkan klien untuk merelaksasikan ototnya
e.      Berikan individu pereda sakit dan kembali 30 menit kemudian untuk mengkaji efektivitasnya
f.        Berikan alasan mengapa individu dapat mengalami peningaktan atau penurunan, missal: keletihan atau adanya distraksi meningkat.

4.      Evaluasi dan dokumentasi
Karena nyeri merupakan pengalaman yang sifatnya subyektif mengevaluasi dapat dilakukan dengan pertanyaan:
a.      Apakah sudah merasa nyaman
b.      Perasaan dapat istirahat/tidur
c.      Skala nyeri 
d.      Infeksi: melihat keadaan klien
-          ekspansi
-          warna kulit
-          kelembaban nyeri
-          sikap klien

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar