Rabu, 20 April 2011

Deep Vein Thrombosis (DVT), Varises, dan Tromboflebitis


   
 

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

 Keperawatan Medikal Bedah II

 

Disusun Oleh :

 

 

Stikes Bhakti Kencana Bandung

Jl. Soekarno – Hatta, No.754,

2009

                                 Deep Vein Thrombosis

(DVT)

 

Pengertian Deep Vein Thrombosis (DVT)

        DVT adalah kondisi dimana bekuan darah dalam bentuk deep vein(vena dalam), biasanya di kaki.                                                                                                           
        Ada dua tipe dari vena-vena di kaki; vena-vena superficial (dekat permukaan) dan vena-vena deep (yang dalam). Vena-vena superficial terletak tepat dibawah kulit dan dapat terlihat dengan mudah pada permukaan. Vena-vena deep, berlokasi dalam didalam otot-otot dari kaki. Darah mengalir dari vena-vena superficial ke dalam sistem vena dalam melalui vena-vena perforator yang kecil. Vena-vena superficial dan perforator mempunyai klep-klep (katup-katup) satu arah yang mengalirkan darah balik ke jantung ketika vena-vena ditekan atau ketika tubuh beraktivitas.
        Bekuan darah (thrombus) dalam sistem vena dalam dari kaki sebenarnya tidak berbahaya. Situasi menjadi mengancam nyawa ketika potongan dari bekuan darah terlepas (embolus, pleural=emboli), berjalan melalui jantung ke dalam sistem peredaran paru, dan menyangkut dalam paru. Diagnosis dan perawatan dari deep venous thrombosis (DVT) dimaksudkan untuk mencegah pulmonary embolism.
        Bekuan-bekuan dalam vena-vena superficial tidak memaparkan bahaya yang menyebabkan pulmonary emboli karena klep-klep vena perforator bekerja sebagai saringan untuk mencegah bekuan-bekuan memasuki sistem vena dalam. Mereka biasanya tidak berisiko menyebabkan pulmonary embolism.

Penyebab-Penyebab Deep Vein Thrombosis

Imobilitas (Keadaan Tak Bergerak)

  • Perjalanan dan duduk yang berkepanjangan, seperti penerbangan-penerbangan pesawat yang panjang ("economy class syndrome"), mobil, atau perjalanan kereta api
  • Opname rumah sakit
  • Operasi
  • Trauma pada kaki bagian bawah dengan atau tanpa operasi atau gips
  • Kehamilan, termasuk 6-8 minggu setelah partum
  • Kegemukan

Hypercoagulability (Pembekuan darah lebih cepat daripada biasanya)

  • Obat-obat (contohnya, pil-pil pengontrol kelahiran, estrogen)
  • Merokok
  • Kecenderungan genetik
  • Polycythemia (jumlah yang meningkat dari sel-sel darah merah)
  • Kanker

Trauma pada vena

  • Patah tulang kaki
  • Kaki yang memar
  • Komplikasi dari prosedur yang invasif dari vena

Gejala-Gejala Deep Vein Thrombosis

  • kemerahan,
  • kehangatan,
  • kepekaan, dan pembengkakan
     Gejala-gejala mungkin meniru infeksi atau cellulitis dari kaki.
        Tanda yang paling dapat dipercaya adalah bengkak dan edema dari ekstremitas yang bersangkutan. Pembengkakan disebabkan oleh peningkatan volume intravaskuler akibat bendungan darah vena ; edema menunjukan adanya perembesan darah di sepanjang membrane kapiler memasuki jaringan interstisial yang terjadi karena peningkatan tekanan hidrostatik. Vena permukaan dapat juga berdilatasi karena obstruksi aliran ke system dalam.
        Nyeri adalah gejala yang paling umum ; biasanya dilukiskan sebagai sakit atau berdenyut dan bias berat. Berjalan dapat memperparah nyeri. Nyeri tekan pada ekstremitas yang terserang. Tanda homan positif dianggap sebagai tanda DVT yang tidak terlalu dapat dipercaya. Nyeri di paha atau betissewaktu penggembungan manset disebut tanda lowenburg.

Mendiagnosa Deep Vein Thrombosis

        Ultrasound sekarang adalah metode standar untuk mendiagnosa deep vein thrombosis. Teknisi ultrasound mungkin mampu untuk menentukan apakah ada bekuan, dimana ia berlokasi di kaki, dan berapa besarnya. Ultrasound lebih baik digunakan untuk melihat vena-vena di atas lutut dibanding pada vena-vena di bawah lutut.
        D-dimer adalah tes darah yang dapat digunakan sebagai tes penyaringan (screening) untuk menentukan apakah ada bekuan darah. D-dimer adalah kimia yang dihasilkan ketika bekuan darah dalam tubuh secara berangsur-angsur larut/terurai. Tes digunakan sebagai indikator positif atau negatif. Jika hasilnya negatif, maka tidak ada bekuan darah. Jika tes D-dimer positif,menunjukan adanya deep vein thrombosis karena banyak situasi-situasi akan mempunyai hasil positif yang diharapkan (contohnya, dari operasi, jatuh, atau kehamilan). Untuk sebab itu, pengujian D-dimer harus digunakan secara selektif.

Perawatan Deep Vein Thrombosis (DVT)

Deep venous thromboses

        Deep venous thromboses atau thrombos-thrombos vena dalam yang terjadi di bawah lutut cenderung tidak embolisasi (terlepas). Hal ini dapat diamati dengan rentetan ultrasounds untuk memastikan mereka tidak meluas ke atas lutut. Pada saat yang sama, penyebab dari deep vein thrombosis mungkin perlu ditujukan.
        Perawatan untuk deep venous thrombosis di atas lutut adalah antikoagulasi, kecuali ada kontraindikasi. Kontraindikasi-kontraindikasi termasuk operasi besar (karena antikoagulasi akan mengencerkan semua darah dalam tubuh, tidak hanya yang di kaki, bahkan akan menjurus pada persoalan-persoalan perdarahan yang signifikan).
        Antikoagulasi mencegah pertumbuhan yang lebih jauh dari bekuan darah dan mencegahnya dari pembentukan embolus yang dapat berjalan ke paru.
        Antikoagulasi terdiri dari dua langkah. Warfarin (Coumadin) adalah obat pilihan untuk antikoagulasi.Namun mungkin memerlukan waktu satu minggu atau lebih untuk darahnya mengencer secara tepat. Oleh karena itu, heparin berat molekul rendah enoxaparin (Lovenox) dimasukan pada saat yang bersamaan. enoxaparin mengencerkan darah melaui mekanisme yang berbeda dan digunakan sebagai terapi penghubung (jembatan) hingga warfarin telah mencapai tingkat therapeutiknya. Suntikan-suntikan enoxaparin dapat diberikan pada basis pasien rawat jalan.
        Untuk pasien-pasien yang mempunyai kontraindikasi-kontraindikasi pada penggunaan dari enoxaparin (contohnya, gagal ginjal), heparin intravena dapat digunakan sebagai tindakan pertama. Ini memerlukan opname di rumah sakit.
        Dosis dari warfarin dimonitor dengan tes-tes darah yang mengukur waktu prothrombin atau INR (international normalized ratio). Untuk deep vein thrombosis yang tidak rumit, lamanya terapi dengan warfarin yang direkomendasikan adalah tiga sampai enam bulan.
        Beberapa pasien mungkin mempunyai kontraindikasi-kontraindikasi untuk terapi warfarin, contohnya seorang pasien dengan perdarahan di otak, trauma utama, atau operasi besar. Alternatifnya mungkin dengan menempatkan saringan (filter) di inferior vena cava (vena utama yang mengumpulkan darah dari kedua kaki-kaki) untuk mencegah emboli mencapai jantung dan paru-paru. Saringan-saringan ini mungkin efektif namun mungkin juga mrupakan sumber dari pembentukan bekuan yang baru.

Komplikasi-Komplikasi Deep Vein Thrombosis (DVT)

        Pulmonary embolism adalah komplikasi utama dari deep vein thrombosis. Hal ini dapat ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas sehingga dapat mengancam nyawa. Lebih dari 90% dari pulmonary emboli timbulya dari kaki.
        Post-thrombotic syndrome dapat terjadi setelah deep vein thrombosis. Kaki yang terpengaruh dapat menjadi bengkak dan nyeri secara kronis dengan perubahan-perubahan warna kulit dan pembentukan borok-borok (ulcer) disekitar kaki dan pergelangan kaki.

Pencegahan Deep Vein Thrombosis

       Compression stockings (kaos-kaki penekan) digunakan secara rutin. Stoking elastik memeberi tekanan secara terus-menerus yang merata di seluruh permukaan betis, menurunkan diameter vena superfisial di tungkai sehingga menaikkan aliran vena yang lebih dalam. Pasien-pasien operasi berjalan keluar dari ranjang lebih dini dan dosis rendah heparin atau enoxaparin digunakan untuk deep vein thrombosis prophylaxis (langkah-langkah yang diambil untuk mencegah DVT).
        Alat penekanan Pneumatik Intermitten (IPC) dapat digunakan dengan stocking elastik untuk mencegah DVT. Alat IPC tersusun atas pengontrol listrik yang dihubungkan dengan pipa udara ke pembalut tungkai. Pembalut tungkai terbagi dalam banyak kompartemen yang secara berurutan akan terisi dan memberi tekanan pada tumit, betis, dan paha sebesar 35 – 55mmHg sehingga dapat menigkatkan kecepatan darah.. Compression stockings bermanfaat dalam mencegah pembentukan deep vein thrombosis dimasa depan pada pasien-pasien dengan sejarah bekuan sebelumnya.











                                       Asuhan Keperawatan DVT

Pengkajian
Pasien dengan riwayat varises, hiperkoagulasi, penyakit neoplasma, penyakit kardiovaskuler, pembedahan mayor yang baru saja dilakukan atau cedera, obesitas, manula.
-          Tanyakan pada pasien mengenai adanya nyeri tungkai, rasa berat,setiap adanya gangguan fungsi atau edema.
-          Lakukan inspeksi tungkai mulai dari selangkangan kaki, perhatikan perbedaan antara keduanya, ukur dan catat lingkar betis
-          Perhatikan setiap kenaikan suhu pada tungkai yang terkena ( untuk dapat menentukan perbedaan suhu yan lebih efektif, dinginkan tangan dalam air, keringkan dan letakkan pada kedua tumit pasien, pada kedua betis)
-          Untuk menentukan daerah nyeri tekan dan trmbosis (terlihat segmen vena yang seperti kabel), lakukan palpasi bagian medial tungkai dengan cermat dengan 3-4 jari, kemudian dilanjutkan mengusapkan tangan pada tumit ke lutut dan selangkangan.

Diagnosa Keperawatan
  1. Nyeri berhubungan dengan gangguan aliran balik vena
  2. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema kronis pergelangan kaki
  3. Resiko tinggi terhadap inefektifitas penatalaksanaan regimen terapeutik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang pencegahan kekambuhan trombosis vena dalam dan tanda-tand serta gejala-gejala komplikasi



Intervensi Keperawatan
1.     Nyeri berhubungan dengan gangguan aliran balik vena
Kriteria Hasil :
Klien dapat melaporkan penurunan nyeri setelah mendapatkan tindakan penghilangan nyeri
Kriteria pengkajian fokus :
Nyeri ( deskripsi, lokasi, durasi, intensitas (0-10), faktor-faktor pemberat, faktor-faktor penghilang, tanda-tanda dan gejala yang menyertai)
Makna klinis :
-  pengkajian dasar disertai memungkinkan evaluasi respon klien pada tindakan penghilangan nyeri
Intervensi :
-          Tinggika tungkai bawah yang sakit lebih tinggi dari ketinggian jantung untuk meningkatkan drainase vena
Rasional :  nyeri vena biasanya diperburuk dengan posisi kaki menggantung dan sedikit menghilang dengan meninggikan kaki.
-          Jelaskan perlunya mengindari
Aspirin
      Obat-obatan yang mengandung aspirin ( bismuth, pepto-bismol, alka-seltzer,   beberapa ramuan tradisional yang dingin dan menimbulkan alergi)
      Obat nonsteroid antiinflamasi ( advil, midol, motrin, indocin, felden,)
      Rasional :  produk ini mempengaruhi koagulasi trmbosit plasma
Dokumentasi :
Catatan pemberian obat, tipe, rute, dosis dari semua obat
Catatan perkembangan respon terhadap tindakan penghilang nyeri




2.   Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan edema kronis   pergelangan kaki

      Kriteria pegkajian fokus :
-          pemahaman klien tentang trombosis vena dalam dan akibatnya
-          kondisi kulit pada pergelangan kaki
      makna klinis :
-          pemahaman klien tentang kemungkinan komplikasi dapat mendorong kepatuhan pada pantangan dan latihan
-          pengkajian dasar memungkinkan deteksi adanya perubahan status
Intervensi  :
-          Ajarkan klien tentang kerentanan kulit pada pergelangan kaki terhadap pengaruh insufisiensi vena kronik
Rasional :  sindrom pascaflebitis disebabkan oleh inkompetensi katup pada vena dalam, mengibatkan edema, perubahan pigmentasi dan statis dermatitis.
-          Ajarkan klien untuk menghindari situasi yang mengganggu sirkulasi tungkai ( duduk dalam waktu yang lama,dl)
Rasional :  gangguan sirkulasi tungkai dapat meningkatkan berulangnya trombosis vena dalam
-          Ajarkan klien untuk melakukan latihan tungkai setiap jam, bila mungkin
Rasional :  latihan tungkai meningkatkan efek pemompaan otot pada vena dalam, memperbaiki aliran balik vena
-          Bila etrjadi edema pergelangan kaki, anjurkan untuk menggunakan stoking penyangga
Rasional  :  stoking elastis mengurangi pooling vena oleh latihan bahkan tekanan pada tungkai dan meningkatkan aliran vena dalam dengan menurunkan diameter vena superfisial.
      -   Ajarkan klien untuk segera melaporkan adanya cedera atau lesi
           Rasional :  penurunan sirkulasi dapat menyebabkan cedera minor menjadi buruk dan serius
      -  Instruksikan klien untuk segera melaporkan riwayat trombosis kapan saja klien akan dirawat dikemudian
         Rasional  :  klien resiko tinggi harus mewaspadakan staf keperawatan dan medis sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan
   Dokumentasi :
- Kondisi pergelangan kaki saat ini
- penyuluhan klien
- respon klien terhadap penyuluhan
     
3.  Resiko tinggi terhadap inefektifitas penatalaksanaan regimen terapeutik berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang pencegahan kekambuhan trombosis vena dalam dan tanda-tand serta gejala-gejala komplikasi
      Kriteria hasil :
      Kriteria hasil pada diagnosa ini berkaitan dengan kriteria hasil perencanaan pemulangan.
      Kriteria pengkajian fokus :
-          pengetahuan tentang patologi trombosis vena dalam dan tindakan pencegahan
-          kesiapan dan kemampuan untuk menyerap informasi
makna klinis :
-          pengkajian ini memberikan pedoman penyuluhan klien dan keluarga
-          klien atau keluarga yang tidak mencapai tujuan penyuluhan akan memerlukan rujukan untuk bantuan pascapemulangan
Intervensi  :
-          Jelaskan anatomi dan fisiologi vena yang relevan meliputi :
    1. anatomi vena tungkai
    2. fungsi katup vena
    3. pentingnya kerja pemompaan otot
-          Ajarkan patofisiologi tentang tombosis vena dalam, meliputi :
a.       efek trombosis pada katup
b.      tekanan hidrostatik pada sistem kapiler
c.       tekanan yang disebarkan pada sistem kapiler
d.      tekanan pada jaringan subkutan
Rasional 1,2 :  penyuluhan ini membantu menguatkan pentingnya mematuhi instruksi (pantangan, latihan)
-          Ajarkan tindakan pencegahan :
a.       melakukan program latihan reguler ( jalan-jalan atau berenang)
rasional :  latihan ini meningkatkan tonus otot dan efek pemompaan vena
b.      hindari imobilitas
rasional :  imobilisasi meningkatkan statis vena
c.       tinggikan tungkai kapan saja memungkinkan
rasional :  peningian tungkai mengurangi pooling vena dan meningkatkan arus balik vena
d.      gunakan stoking penyangga elastik (catatan : stoking ini harus diperiksa oleh tenaga pelayanan kesehatan untuk memastikan kesesuaiannya)
rasional  :  penggunaan stoking penyokong yang dijual bebeas masih kontroversial
e.       gunakan alat penyokong tambahan bila terpajan pada resiko tambahan ( pompa kompresi atau duk ace bila diperlukan imobilitas lama)
rasional  :  kompresi elastis eksternal atau pompa kompresi dapat memberikan tekanan eksternal selama periode imobilisasi
-          bila klien dipulangkan dengan terapi antikoagulan, untuk informasi lebih rinci rujuk pada rencana perawatan Terapi Antikoagulan 
Rasional  :  terapi heparin dosis rendah telah menunjukan manfaat pencegahan trombosis vena dalam pada klien yan tidak mempunyai kontraindikasi terhadap terapi ini
-          Jelaskan kebutuhan untuk melakukan hal berikut :
a.       pertahankan masukan cairan 2500mL / hari kecuali ada kontraindikasi
rasional  :  hidrasi adekuat mencegah peningkatan viskositas darah
b.      berhenti merokok
rasional  :  nikotin adalah vasokontsriktor poten
c.       pertahankan berat badan ideal
rasional  :  obesitas meningkatkan kompresi pembuluh darah dan menyebabkan hiperkoegulabilitas
d.      hindari stoking yang dijual bebas
rasional  :  stoking yang dijual bebas mengkonstriksikan pembuluh darah, menyebabkan poolig pada vena
-          Ajarkan klien dan keluarga agar tetap mengawasi dan segera melaporkan gejala-gejala ini :
a.       penurunan sensasi pada tungkai atau telapak kaki
b.      dingin atau kebiruan pada tungkai atau telapak kaki
c.       peningkatan nyeri atau bengkak pada tungkai atau telapak kaki
 Rasional a,b,c  :  perubahan pada tungkai dan elapak kaki ini menunjukan luasnya bekuan yang mengakibatkan gangguan sirkulasi dan inflamasi
d.      nyeri dada atau dipsneu mendadak
rasional  :  nyeri dada atau dipsnea tiba-tiba dapat menunjukan embolisme paru
-          Instruksikan klien dan keluarga untuk minta nasihat pemberi pelayanan kesehatan tentang riwayat trombosis vena dalam ( mis ; sebelum pembedahan )
Rasional  :  orang dengan DVT sebelumnya beresiko 4x lebih besar untuk terjadinya DVT baru
Dokumentasi  :
-          Catatan ringkasan pulang
-          Penyuluhan klien
-          Status atau pencapaian hasil

                                                               VARISES

Pengertian
        Adanya urat-urat halus menyembul di seputar betis belakang. Istilah varises vena menunjukan adanya dilatasi vena, yang secara khas disertai keadaan vena yang memanjang dan berkelok-kelok.Kelainan ini terjadi di pembuluh darah balik (vena) yang berfungsi mengangkut darah sisa metabolisme dari seluruh jaringan tubuh dan kembali ke jantung. Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Selain di bagian kaki, belakangan diketahui bahwa ternyata varises pun bisa terjadi di bagian lengan.
         Varises dibedakan menjadi primer dan sekunder. Penyebab varises primer adalah kelemahan struktural dari dinding pembuluh darah yang diturunkan. Dilatasi dapat disertai gangguan katup vena karena daun katup tidak mampu menutup dan menahan aliran refluks. Varises primer cenderung terjadi pada vena-vena permukaan karena kurangnya dukungan dari luar atau kurangnya resistensi jaringan subkutan.
        Varises sekunder disebabkan oleh gangguan patologi sistem vena dalam yang timbul kongenital, menyebabkan dilatasi vena-vena permukaan, penghubung atau kolateral.

Penyebab Varises
  • Berkurangnya elastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena     melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya. Aliran darah dari kaki ke jantung sangat melawan gravitasi bumi, karena itu pembuluh darah harus kuat, begitu juga dengan dinamisasi otot disekitarnya.                             
  • Rusaknya katup pembuluh vena, padahal katup atau klep ini bertugas menahan darah yang mengalir ke jantung agar tidak keluar kembali. Katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah.

Jenis-jenis Varises
A. Varises jenis spider navy.
         Varises ini tergolong ringan, biasanya akibat suhu yang terlalu panas atau dingin,  terpapar sinar matahari terus menerus, sedang hamil, faktor keturunan, kebiasaan makanan sarat rempah dan pedas, serta pengobatan hormonal.
Varises jenis ini bisa terjadi di beberapa tempat, yaitu di wajah, pangkal lengan, paha, daerah lutut, pergelangan kaki dan tumit.
B. Varises dalam kulit.
         Varises ini terjadi pada pembuluh vena yang halus dan tipis di dalam kulit bagian kaki.
C. Varises Reticular Varicose Veins
          Ini adalah varises yang lebih parah, karena terjadi di pembuluh vena bawah kulit.
D. Varises kronis.
          Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis.

Pemicu varises :                                                                                                              
1.  Faktor keturunan
  Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya      berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.
2.  Kehamilan
        Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.        
                                           
3.  Kurang gerak
        Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.
4.  Merokok
        Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.
5.  Terlalu banyak berdiri
        Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.
6.  Menderita kolesterol tinggi dan kencing manis
        Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.
7.  Memakai sepatu hak tinggi
        Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.

Gejala terjadinya varises:
  • Manifestasi klinis yang paling umum dari varises adalah gangguan kosmetik.
  • Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah
  • Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
  • Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
  • Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.
  • Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah.
  • Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.

Mengatasi Varises:
A. Varises jenis spider navy.
        Terapi yang digunakan biasanya dengan memakai sinar laser, sehingga pembuluh darah mengering. Ada juga terapi alat listrik dengan memasukkan zat tertentu ke dalam kulit, untuk mengecilkan atau mengerutkan pembuluh darah.

B. Varises dalam kulit.
         Mengobatinya, dokter memberi obat-obatan yang menguatkan dinding vena dan memperlancar aliran darah, atau menggunakan stocking khusus varises.
Stocking ini berfungsi menekan pembuluh vena sehingga otot dan dinding vena bisa kembali bekerja maksimal. Stocking mampu mencegah, mengurangi gejala awal, dan rasa sakit penderitanya meski hanya temporer. Jadi, tetap harus minum obat.

C. Varises Reticular Varicose Veins
        Untuk mengobatinya,dokter akan melakukan beberapa tahap:
1. Memberi obat yang diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan      peredaran darah.
2.  Memberikan suntikan zat iritasi ke dalam pembuluh darah yang rusak atau melebar.
3. Obat tersebut akan membentuk jaringan ikat sekaligus menutup aliran darah, sehingga   pembuluh darah vena akan menyempit. Darah akan mencari 'jalan lain' melalui pembuluh vena yang normal.
4. Setelah disuntik, penderita harus menggunakan stocking varises dan tidak boleh menggunakan sepatu hak tinggi.
5. Olahraga yang dianjurkan adalah jalan kaki, berenang dan joging, agar otot kaki mampu berkontraksi dengan baik.
D. Varises kronis.
        Varises tahap ini akan memperlihatkan pembuluh darah yang berkelok-kelok di betis. Bila suntik tidak membuahkan hasil, maka harus dilakukan pembedahan guna memotong pembuluh vena yang rusak sehingga aliran darah kembali normal.
Ada berbagai obat-obatan yang harus diminum untuk menguatkan dinding vena dan melancarkan peredaran darah. Stocking varises juga harus dikenakan selama beraktivitas, tidak memakai sepatu hak tinggi dan berolahraga dengan melatih gerak otot kaki dan tungkai.

Cara Pencegahan varises:
1.  Seusai beraktivitas setiap hari, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih    tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah menderita varises, usahakan tidur dengan posisi seperti ini sepanjang malam. untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
2.  Lakukanlah yoga setiap hari.
3.   Jangan berdiri terlalu lama.
4.  Olahraga rutin untuk melatih otot kaki: jalan santai, jalan cepat; joging, bersepeda, berenang (minimal 30 menit per hari).
5. Jangan memijat daerah yang bervarises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh vena. Lakukan pijatan secara ringan namun teratur di daerah rawan varises dengan arah menuju jantung. Lakukan dengan lembut dan gunakan minyak esensial yang sudah dilarutkan.
6.  Perbanyak konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi dan makanan yang dapat merangsang sirkulasi darah, seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe dan cabai merah. Juga makanan yang kaya dengan vitamin B kompleks, vit C, vit E, vit B6, magnesium, asam folat, kalsium dan zinc.
7. Kurangi konsumsi gula, garam, daging merah, gorengan, dan protein hewani.
8.   Sering-sering duduk berselonjor kaki, tungkai dan panggul.

Pengobatan alernatif untuk varises:
- Minum jus campuran wortel, seledri dan peterseli; atau campuran wortel bayam dan ketimun; campuran wortel, bit dan ketimun; campuran wortel, bayam dan seledri atau jus selada air; yang berkhasiat memperlancar sirkulasi darah sekaligus memperkuat dinding pembuluh darah.
- Konsumsi makanan kaya lesitin, seperti kacang kedelai; peterseli, air jahe serta pepermint yang bermanfaat memperlancar sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah.
- Minum teh herbal yang terbuat dari bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba dan grape seed (biji anggur).
- Pijat aroma terapi dengan bahan minyak cypress yang berkhasiat merangsang sirkulasi darah dan menguatkan dinding pembuluh darah. Pilihan lainnya: minyak lavender, rosemary, mint atau lemon.
- Berendam bergantian di air panas (suhu 41-43 derajat Celcius) dan air dingin (suhu 15 derajat Celcius), masing-masing selama 15-30 detik dan di ulang selama 30 menit, untuk melancarkan peredaran darah serta menguatkan dinding pembuluh darah.
- Atau semprotkan kaki secara bergantian, terutama di daerah betis bagian belakang, dengan air panas dan air dingin seperti di atas.
- Pijat refleksi di ujung saraf telapak kaki dapat membantu membuang tumpukan kristal dari sisa metabolisme di ujung-ujung syaraf, atau lakukan akupunktur dan akupresur di titik-titik tertentu.



ASUHAN KEPERAWATAN VARISES

Pengkajian Preoperasi
Pengkajian fokus preoperasi meliputi :
a.  Identitas
        Kelainan ini lebih sering ditemukan pada wanita (rasio wanita terhadap pria 5:1), dengan banyak wanita menentukan bahwa saat mulainya varices terlihat dan simtomatik pada waktu kehamilan.
b.  Alasan masuk rumah sakit
       Gejala simtomatik seperti : kelelahan dan sensasi berat, kram, nyeri , edema, perdarahan spontan/akibat trauma dan hiperpigmentasi
c.  Riwayat penyakit
    Profokatif, pemanjangan, berkelok-kelok dan pembesaran suatu vena
    Kualitatif, kuantitatif, semakin berat
    Regio ekstremitas bawah (kedua kaki)
    Severity, sakitnya mengganggu kosmetik dan aktivitas sehari-hari (kelelahan dan sensasi berat, kram, nyeri , odema)
    Time, semakin hari semakin berat dan bertambah besar
d.  Riwayat atau faktor-faktor resiko :
      1. kelemahan congenital/tidak adanya katup
      2. pekerjaan yang mengharuskan berdiri/duduk dalam waktu lama tanpa kontraksi otot intermetten,trauma langsung ke katup vena perforantes
      3. kehamilan atau kelainan hormonal
      4. riwayat keluarga dengan varises vena
e.   Pemenuhan pola kebutuhan sehari-hari :
     1. Persepsi
          Perawat bertanggung jawab untuk menentukan pemahaman klien tentang  informasi (sifat operasi, semua pilihan alternatif, hasil yang diperkirakan dan kemungkinan komplikasi), yang kemudian diberitahukan kepada ahli bedah apakah diperlukan informasi lebih banyak (Informed consent). Pengalaman pembedahan masa lalu dapat meningkatkan kenyamanan fisik dan psikis serta mencegah komplikasi.
     2. Status nutrisi
      Secara langsung mempengaruhi respon pada trauma pembedahan dan anestesi.
      Sebelumnya perlu masukan karbohidrat dan protein untuk keseimbangan nitrogen
      negative. Puasa perlu dipersiapkan 8 jam sebelum operasi.
     3. Status cairan dan elektrolit
            Klien dengan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit cenderung mengalami komplikasi syok, hipotensi, hipoksia dan disritmia baik intraoperasi dan pasca operasi.
     4. Status emosi
            Respon klien, keluarga dan orang terdekat pada tindakan pembedahan tergantung pengalaman masa lalu, strategi koping, system pendukung dan tingkat pembedahan. Kebanyakan klien yang mengantisipasi mengalami pembedahan dengan ansietas dan ketakutan. Ketidakpastian prosedur pembedahan menimbulkan ansietas, nyeri, insisi dan imobilisasi.
f.  Pemeriksaan fisik
    Status lokalis :
1. Dilatasi, lekuk-lekuk vena superfisialis pada kaki
   2. Keluhan sakit dangkal, kelelahan, kram, dan kaki berat, khususnya setelah berdiri lama
3. pigmentasi kecoklatan pada kulit
4. bengkak, yang secara umum berkurang dengan peninggian tungkai
g.  Pemeriksaan diagnostik
    1. Venogram menunjukkan lokasi pasti dari varises kedua vena superficial dan dalam.
    2. Test perfthes (klien berdiri sampai vena varikosa tampak dan digambar)
h. Diagnosa keperawatan
    1. Praoperasi :
        - Kecemasan berhubungan dengan kurangnya informasi dan pengalaman tentang operasi, informasi (sifat operasi, semua pilihan alternative, hasil yang diperkirakan dan kemungkinan komplikasi),
     2. Inoperasi :
       - Resiko perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan efek sekunder dari
ligasi dan pemotongan vena
       - Resiko tinggi infeksi, hemorargi dan tromboplebitis berhubungan dengan efek
sekunder ligasi dan pemotongan vena



      3. Post operasi :
        - Resiko terhadap aspirasi berhubungan dengan samnolen dan peningkatan sekresi
sekunder intubasi
        - Nyeri berhubungan dengan sekunder terhadap trauma pada jaringan dan saraf
II. perencanaan
1.   Praoperasi :
       Kecemasan berhubungan dengan kurangnya informasi dan pengalaman tentang operasi informasi (sifat operasi, semua pilihan alternatif, hasil yang diperkirakan dan kemungkinan komplikasi),
·         Tujuan  :   Cemas berkurang
·         Kriteria :  - KLien dapat menyatakan rasa cemas dan masalahnya
                                   - Klien tenang dan tidak gelisah

Tromboflebitis

Pengertian
            Tromboflebitis didefinisikan sebagai peradangan vena yang terjadi dikaitkan dengan bekuan intravaskuler atau trombus.Tromboflebitis dan plebotrombosis adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan berbagai manifestasi proses penyakit dasar – trombosis vena.
Patogenesis
            Pada vena yang normal dapat terjadi trombosis karena penyebab eksogen, misalnya trauma, kelelahan, kurang gerak / imobilisasi, pascabedah, atau adanya keganasan yang terjadi hanya pada salah satu segmen vena. Trombosis ini menyebabkan reaksi radang lokal pada dinding vena. Dalam hal ini trombosis terjadi karena perlambatan aliran darah, kelainan dinding pembuluh darah, atau gangguan pembekuan darah (trias Virchow).
            Pada vena yang mengalami plebaran atau varises, turbulensi darah pada kantong vena di sekitar katup merangsang terjadinya trombosis. Menipisnya dinding vena mempercepat proses radang. Dalam keadaan ini, kelainan dinding vena dan melambatnya aliran darah merupakan sebab terjadinya tromboflebitis.
            Rangsangan langsung pada vena dapat menimbulkan tromboflebitis, misalnya pada pemasangan infus jangka lama (lebih dari dua hari) di tempat yang sama, atau penyuntikan obat intravena. Kelainan jantung yang mengubah aliran darah, dehidrasi berat yang mengakibatkan hemokonsentrasi, koagulasi intravaskular yang meluas pada infeksi sistemik dapat juga menimbulkn trombosis. 

Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya tromboflebitis
-          statis (perlambatan aliran darah)
-          luka pada dinding pembuluh darah (iritasi lokal, infeksi)
Faktor-faktor predisposisi :
-          pertambahan usia
-          episode tromboemboli sebelumnya
-          pembedahan
-          kelahiran
-          obesitas
-          imobilisasi
-          trauma vaskular
-          dehidrasi
Manifestasi dari gejala tergantunng pada :                                                                       
1.  Derajat gangguan aliran darah dengan pengisian darah jaringan atau iskemia
2.  Respon peradangan sekitar vena yang terkena
3.  Infeksi bakteri penyerta 
Tromboflebitis superfisial
            Tromboflebitis permukaan menyerang pembuluh darah subkutan di ekstremitas atas dan bawah. Penyebab tromboflebitis pada ekstremitas atas yang paling sering adalah infus intravena, terutama jika memasukkan larutan asam atau hipertonik. Tromboflebitis permukaan pada ekstremitas bawah biasanya disebabkan oleh varises vena atau trauma. Jika ada penyebab yang diketahui jelas, maka harus dipertimbangkan kemungkinan proses penyakit lain yang mendasari, seperti penyakit buerger atau keganasan.
Perjalanan penyakit biasanya jinak dan tromboflebitis permukaan dapat sembuh sendiri. Emboli paru jarang terjadi, tetapi perluasan trombus ke sistem vena dalam dalam dapat terjadi, terutama jika trombus berada dekat dengan saluran penghubung utama atau pada pertemuan antara vena safena dan poplitea atau vena femoralis.
Manifestasi klinis.
-          Pembengkakan lokal,
-           memar,
-          knotty indurasilokal,
-          merah,
-           nyeri tekan vena safena (sisi media tungkai) terasa seperti kabel yang menonjol, serta nyeri terbakar.
Penatalaksanaan :
-          Tirah baring
-          Kompres dingin, hangat
-          Peninggian tungkai, kemudian balut elastik setelah stadium akut
-          Heparin
-          Asetaminofen untuk nyeri
-          Antibiotik bila perlu




Tromboflebitis Dalam
            Tromboflebitis vena dalam akut biasanya berupa flebitis vena daerah panggul, yaitu vena femoralis, vena iliaka eksterna, vena iliaka komunis.
Manifestasi klinis.
-          Rasa berat saat berdiri,
-          nyeri tungkai dan kram,
-          bengkak ( trombus vena betis ~ tidak ada,, trombus femoral ~ ringan-sedang,,trombus iliofemoral ~ berat),
-          tanda Homan (+).
Penatalaksanaan :
-          kompres dingin, hangat
-          peninggian tungkai sampai 15cm
-          pembedahan, apabila mungkin mencegah terjadinya emboli
-          terapi trombolitik
-          valvuloplasti vena





Pengkajian
Aktivitas : Riwayat duduk lama, imobilitas
Sirkulasi : varises vena sedikit meningkatkan frekuensi vena, riwayat trombosit vena, hiper kongulabilitas puerperium
Makanan :  -  Penambahan berat badan berlebihan / kegemukan
                   -  Suplai ASI kadang – kadang berkurang pada keadaan menyusui
Seksualitas : Multipara
Diagnosa keperawatan
1.  Perubahan perfusi jaringan b/d edema, eritema
·         Tujuan :
            - Pengisian kapiler adekuat
            - Penurunan edema dan eritema
·         Intervensi :
            - Anjurkan tirah baring
         Rasional : Meminimalkan kemungkinan perubahan posisi trombosit dengan menciptakan  emboh
            - Kaji pengisian kapiler dan periksa tanda homan
              Rasional : Penurunan kapiler dengan tanda homan positif menandakan TVD
            - Anjurkan untuk meningkatkan telapak kaki dengan kaki bawah di atas ketinggian  jantung
                Rasional : Mengosongkan vena – vena superfinal dan tibial dengan cepat dan mempertahankan vena tetap kolaps
              - Lakukan ambulasi, progresif setelah fase akut
                 Rasional : Menaikan aliran balik vena membantu mencegah statis
-          Berikan kompres hangat, lembab pada ekstremitas yang sakit
                Rasional : Menaikan sirkulasi ke area, dengan menaikan vasodilasi aliran balik vena dengan resulasi vena
2.  Nyeri akut b/d adanya proses inflamasi, sparmevaskuler akumulasi asam laktat
·         Tujuan :
            - Menaikan kenyamanan
            - Istirahat dengan tepat
            - Nyeri hilang
·         Intervensi :
            - Kaji tingkat nyeri
              Rasional :  Jelasnya arteri, hipoksia, dengan luasnya edema berkenaan dengan terdirinya trombosit pada dinding vena terinflamasi mengimobilisasikan ekstremitas yang sakit untuk menurunkan sensai nyeri berkenaan dengan gerakan otot
            - Anjurkan tirah baring dengan tepat
               Rasional : Menurunkan ketidaknyaman berkenaan kontraksi otot
            - Pantau TTV
               Rasional : Penaikan TTV dapat menandakan penaikan nyeri
            - Tinggikan area sakit d/ berikan ayunan
               Rasional : Mendorong aliran balik vena memudahkan sirkulasi. ayunan kaki ini menjaga tekanan kaki
             - Kolaborasi pemberian obat – obatan sesuai indikasi (analgetik (narkotik non narkotik))
               Rasional :  Menghilangkan nyeri
-          Beri kompres hangat
               Rasional : Menaikan vasodilatasi dengan menaikan sirkulasi, merilexan otot, merangsang pelepasan endorferi
3.  Ansietas b/d perubahan pada status kesehatan
·         Tujuan :
           - mengungkapkan kesadaran tentang perasaan ansietas
           - ansietas berkurang
           - menurunkan tanda perilaku seperti gelisah dengan iritabilitas
·         Intervensi
           - berikan HE
             Rasional : Menurunkan rasa takut akan ketidaktahuan dan menaikan pembelajaran klien dengan keterbukaan dengan tindakan
           - pantau TTV
            Rasional : Dapat menunjukan perubahan pada tingkat ansietas
4.   Kurang pengetahuan b/d kurang pemajanan / mengikat
·         Tujuan :
           - Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi, tindakan pembahasan
           - Melakukan pembenaran perilaku yang perlu
·         Intervensi
            - Kaji pengetahuan klien tentang proses penyakit dan penyembuhan
              Rasional : Membantu dalam menentukan kebutuhan dengan mengklasifikasikan informasi sebelumnya
            - Tinjau ulang kegunaan tirah baring
               Rasional : Konstriksi kontinue dapat merubah atau menaikan perfusi permukaan
            - Anjurkan tindakan yang aman untuk menghindari trauma
Rasional : Perubahan pada proses koagulasi dapat mengakibatkan penaikan kecenderungan pendarahan yang dapat menandakan kebutuhan mengubah terapi anti koagulasi


DAFTAR PUSTAKA


A.price,Sylvia,dkk.1995.Patofisiologi Edisi 4. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
R.Sjamsuhidajat,dkk.2005.Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Brunner, Suddarth.2002.Buku Ajar Keperawatan Medikal – Bedah Edisi 8. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Taber,Ben-zion.1994.Kedaruratan Obstetri dan Ginekologi.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Carpenito,Linda Juall.1999.Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
www.halohalo.co.id/berita/berita/12/3/1767/Varises,%20Penyebab%20dan%20Cara%20Mengatas... - 70k - Tembolok - Halaman sejenis


rudi prasetyo SmArTnEt di 9/04/2008











 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar