Senin, 08 Agustus 2011

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STATUS ASTHMATICUS


 
Definisi:
Status Asthmaticus adalah serangan asma yang berat, biasanya membutuhkan perawatan di Rumah Sakit, yang tidak memberikan respon secara adekuat terhadap tindakan pengobatan yang biasa dilakukan.

Pengkajian
1.Temuan/Observasi
-      Awitan Distres pernafasan tiba-tiba
-          Perpanjangan ekspresi mengi
-          Perpendekan periode inspirasi
-          Retraksi interkostal dan sternal
-          Penggunaan otot-otot aksesori pernafasan
-          Sesak nafas
-          Krekels
2.Bunyi nafas
-          Mengi
-          Menurun
-          Tidak terdengar
3.Duduk dengan posisi tegak : bersandar ke depan
4.Diaforesis
5.Distensi vena leher
6.Sianosis
-          Area sirkumoral
-          Dasar kuku
7.Batuk keras, kering ; batuk produktif sulit
8.Perubahan tingkat kesadaran
9.Hipoksia
10.Hipotensi
11.Pulsus paradoksus >10 mm
12.Dehidrasi
13.Peningkatan ansietas
-          Takut menderita
-          Takut mati

Pemeriksaan laboratorium/diagnostik
1.Gas-gas darah arteri
-          PaO² dan PaCO² sedikit menurun : umum terjadi di antara serangan
-          Penurunan PaO², peningkatan PaO² dengan serangan hebat
2.Pemeriksaan sinar X dada
-          Normal di antara serangan
-          Hiperinflasi pada serangan
3.Tes kulit (asma ekstrinsik)


4.Tes fungsi pulmoner
-          Volume paru-paru normal atau meningkat
-          Penurunan kecepatan aliran;meningkat dengan bronkodilator
5.Pemeriksaan SDP dan sputum
-          Eosinofilia darah dan sputum umum ditemukan
-          Kadar IgE serum meningkat pada asma ekstrinsik

Potensial Komplikasi
-          Edema Pulmoner
-          Gagal Pernafasan
-          Pneumonia
Penatalaksanaan Medis
1.Terapi oksigen dengan humidifikasi
2.Penatalaksanaan cairan
3.Jalan nafas buatan dan bantuan ventilator bila diperlukan
4.Obat-obatan :
Bronkodilator : parenteral, aerosol, oral
Simpatomimetik
-          Theophylline
Sediaan :
Tablet : 125, 200,225,300 mg
Kapsul : 50, 100, 200, 250 mg
Eliksir : 80 mg/15 ml
Cair : 80 mg/15 mg
Suspensi : 300 mg/15 ml

Rentang dosis dewasa :
9-20 mg/kg/24 jam dibagi dalam 4 dosis
-          Ventolin
Sediaan :
Tablet : 2,4 mg
Aerosol : 90 μg

Rentang dosis dewasa :
PO : 2-4 mg 3-4 kali sehari
Inhalasi : 2 inhalasi setiap 4-6 jam
Diagnosa Keperawatan
1.      Ansietas b/d kesulitan bernafas, takut, menderita, dan takut serangan berulang.
2.      Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b/d sekresi kental berlebihan dan bronkospasme
3.      Ketidakefektifan pola pernafasan b/d penurunan ekspansi paru selama serangan akut
4.      Kurangnya pengetahuan b/d kurangnya informasi tentan penatalaksanaan perawatan diri

Intervensi
Diagnosa Keperawatan 1 :
Kaji tingkat ansietas (ringan, sedang, berat)
Kaji kebiasaan keterampilan koping
Berikan dukungan emosional
-          Tetap berada di dekat pasien selama serangan akut
-          Antisipasi kebutuhan pasien
-          Berikan keyakinan yang menenangkan
-          Pertahankan keyakinan lingkungan
Implementasikan terknik relaksasi : petunjuk imajinasi, relaksasi otot
Jelaskan prosedur-prosedur; berikan pertanyaan-pertanyaan
Pertahankan periode istirahat yang telah direncanakan
-          Kegiatan sehari-hari yang ringan dan sederhana
-          Jangan anjurkan berbicara bila sedang dispnea berat
-          Batasi pengunjung bila perlu
-          Berikan dorongan yntuk melakukan periode istirahat dengan sering
Diagnosa Keperawatan 2 :
Kaji sputum terhadap warna, kekentalan, dan jumlah
Auskultasi bunyi nafas setiap jam sampai 2 jam terhadap mengi, krekels atau ronki
Kaji pernafasan perhatikan kualitas dan kecepatan
Observasi warna kuit dan suhu setiap 2 jam
Pantau gas darah arteri
Pantau tingkat kesadaran ; laporkan perubahan pada dokter
Posisi pada ketinggian nyaman dan mengoptimalkan pernafasan
-          Tinggikan kepala tempat tidur 60-90 derajat
-          Sokong punggung dengan bantal
-          Berikan bantalan yang baik pada meja tempat tidur untuk sandaran
-          Tempatkan pagar tempat tidur untuk kenyamanan dan penyokong
-          Tempatkan humidifier atau vaporizer uap pada sisi tempat tidur sesuai pesanan
-          Berikan oksigen dengan kateter nasal (hindari masker oksigen, yang meningkatkan sensasi menderita.
Lakukan atau bantu dalam fisioterapi dada
Berikan obat-obatan sesuai pesanan
Nebulisasi isoprotenol / kromolin ; hindari menggunakan isoprotenol dan aminofilin bersamaan ( dapat menyebebkan arrest)
Cairan banyak sesuai pesanan untuk mempertahankan sekresi encer
Tampung sputum untuk kultur sesuai pesanan.

Diagnosa keperawatan 3 :
Kaji tanda dan gejala ketidakefektifan pernafasan ; pernafasan menghela, diaforesis, dispnes, penggunaan otot-otot aksesori pernafasan.
Pantau TTV dan gas-gas darah arteri
Baringkan pasien dalam posisi Fowler’s tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada.
Berikan terapi olsigen sesuai pesanan
Pertahankan potensi jalan nafas
Berikan obat-obatan sesuai pesanan.

Diagnosa keperawatan 4 :
Kaji tingkat pengertian mengenai proses penyakit dan penatalaksanaan perawatan diri selama serangan hebat.
Jelaskan pentingnya pencegahan serangan selanjutnya.
-          Hindari bahan-bahan yang diketahui menyebabkan iritasi
-          Hindari situasi yang menyebabkan stres
-          Mengekspresikan ansietas dan ketakutan
-          Berikan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang terdekat atau keluarga
-          Berikan humiditas adekuat
Hindari orang yang menderita infeksi terutama ISPA.
Jangan merokok : hindari orang yang merokok.
Jelaskan pentingnya latihan pernafasan seperti pernafasan bibir.
Diskusikan pentingnya melakukan latiahan sampai batas yang dapat ditoleransi
-          Hindari keletihan
-          Rencanakan waktu istirahat
Jelaskan pentingnya diet dan cairan.
-          Makanan seimbang, makanan yang bergizi
-          Perbanyak cairan sampai 2000-3000 ml/hari kecuali ada kontraindikasi
Jelaskan pentingnya perawatan rawat jalan berkelanjutan
Diskusikan gejala untuk dilaporkan pada dokter.
-          ISPA
-          Flu
-          Peningkatan suhu
Diskusikan obat-obatan ; nama, dosis, waktu pemberian, tujuan dan efek samping
Peragakan penggunaan inhaler yang tepat dan pemeliharaan alat penampung.
Jelaskan pentingnya untuk mengenakan tanda pengenal waspad- medist asma.
Diskusikan pentingnya minum obat sesuai pesanan.



 Evaluasi
Diagnosa 1 :
Pasien mendemontrasikan reduksi rasa takut dan ansietas dibuktikan oleh
-          Ekspresi wajah rileks
-          Mengungkapkan perasaan cemas berkurang
-          TTV dalam parmeter normal
  
Diagnosa 2 :
Pasien mempertahankan jalan nafas paten dibuktikan oleh :
-          Perbaikan bunyi nafas
-          Kecepatan dan kedalaman pernafasan normal
-          Takada dispnea
-          Takada sianosis
-          Gas darah dalam rentang normal

Diagnosa 3 :
Pasien mempertahankan pola pernafasan efektif yang ditunjukan oleh ;
-          Frekuensi, irama dan kedalaman pernafasan
-          Tidak terdapat atau dispnea berkurang.
-          Gas-gas darah arteri dalam batasan yang dapat diterima oleh pasien



Diagnosa 4 :
Pasien mendemonstrasikan pengetahuan tentang penatalaksanaan perawatan kesehatan sepeerti yang dibuktikan dengan mengatakan prinsip perawatan diri yang berhubungan dengan proses penyakit.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar